Tampilkan postingan dengan label Naqsybandi Haqqani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Naqsybandi Haqqani. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Januari 2012

Video Ceramah Majelis Nurul Mustofa 31 Des 2011

Assalamualaikum Wr. Wb.
Berikut adalah Link Video Ceramah Syeikh Muhammad Hisyam Kabbani di Majelis Nurul Mustofa 31 Desember 2011 di GOR Rawamangun.
Ceramah dalam bahasa Arab yang diterjemahkan kedalam bahasa indonesia. dibawah dilampirkan teks ceramah dalam bahasa Indonesia dan ingris. Wassalam


Mawlid an-Nabi (s): A Taste from the Realities of Sayyidina Muhammad (s) / Mawlana Shaykh Hisham Kabbani - Public Speech/Conference

Kalian Harus Mengetahui Kebesaran Nabi Muhammad (saw)!)!

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
31 December 2011 Jakarta Timur, Indonesia
Mawlid an-Nabi (s) with Habib Hasan bin Jafar Assagaf
Suhbah at Velodrome Rawamangun
As-salaamu `alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

A`oodhu billahi min ash-Shaytaani 'r-rajeem. Bismillahi 'r-Rahmaani 'r-Raheem.
Alhamdulillahi Rabbi 'l-`Alameen, wa ’s-salaatu wa ’s-salaamu `ala ashrafa 'l-Mursaleen, Sayyidina wa Nabiyyina Muhammadin wa `alaa aalihi wa sahbihi ajma`een.

Nawaytu 'l-arba`een, nawaytu 'l-`itikaaf, nawaytu 'l-khalwah, nawaytu 'l-`uzlah,
Nawaytu 'r-riyaadah, nawaytu 's-sulook, lillahi ta`ala fee haadha 'l-masjid.

Maulid an-Nabi (saw) dengan Habib Hasan bin Jafar Assagaf (Majelis Nurul Mustafa)
Suhbah di Velodrome Rawamangun

As-salaamu `alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh. A `udzu billahi min asy-Shaytaani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmaani' r-Rahiim. Alhamdulillahi Rabi 'l-`Alamin, wa' s-salaatu wa 's-salaamu` ala ashrafa' l-Mursalin, Sayyidina wa Nabiyyina Muhammadin wa alaa aalihi wa sahbihi ajmain.

Nawaytu 'l-Arba `in, nawaytu' l-` itikaaf, nawaytu 'l-khalwah, nawaytu' l-`uzlah, nawaytu 'r-riyaadah, nawaytu' s-suluk, lillahi ta `ala fi haadza 'l-masjid.

أطيعوا الله وأطيعوا الرسول وأولي الأمر منكم

Ati `ullaha wa` ati u 'r-Rasula wa' ulill-amri minkum.

Taatilah Allah, patuhi Nabi (saw), dan mematuhi mereka yang diberikan otoritas di antara kamu. (4:59)

Alhamdulillah, Siapapun yang datang berkumpul dimalam ini demi cintanya kepada Sayyidina Muhammad (saw) dan bersama dengan para Pecinta Al-Mustafa, Nurul-Mustafa (Cahaya Nabi Yang Terpilih), semoga Allah (SWT) mengumpulkan kita semua di surga kelak bersama dengan Sayyidina Muhammad (saw), karena dia (saw) adalah teladan bagi kita dan dia adalah seseorang dimana malaikat diperintahkan oleh Allah untuk bersujud kepada Sayyidina Adam (as) untuk menghormati dia (saw)! Kami berterima kasih kepadaMu Yaa Allah (swt) dan mencari bimbingan-Nya, dan mencari perlindungan kepada-Nya dari kejahatan ego diri kita serta perbuatan kita.

Ini adalah pertemuan dengan bimbinganNya dan ini adalah sebuah karunia yang besar dari Sayyidina Muhammad (saw), karena ketika kita mengingat Nabi Muhammad (saw), maka Nabi saw akan mengingat kita. Ketika kita mengingat Allah (SWT) maka Dia mengingat kita, dan ini adalah berkah dari para Haba'ib, terutama untuk Habib Hasan bin Jafar Assegaf. Semoga Allah (swt) membimbing kita semua.

Seluruh sendi Islam dibangun atas ketaatan dan cinta kepada Nabi Muhammad (saw). Ketaatan kepada Nabi (saw) akan membawa kita untuk mencintai dia, sehingga berdoalah dan berilah salam kepadanya sepanjang waktu! Kami berharap berkah-berkah ini tidak hanya menjangkau umat Muslim saja, tetapi juga umat non-Muslim.

Allah (swt) berkata:

إنا فتحنا لك فتحا مبيناليغفر لك الله ما تقدم من ذنبك وما تأخر ويتم نعمته عليك

innaa fatahnaa laka fathan mubiinaan, liyaghfira laka allaahu maa taqaddama min dzanbika wamaa ta-akhkhara wayutimma ni'matahu 'alayka wayahdiyaka shiraathan mustaqiimaan

Sesungguhnya (Muhammad), Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni'mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus. (Al-Fath, 48:1,2)

Allah (swt) mengatakan, "Kami telah memberikan kepadamu sebuah pembukaan (kemenangan) yang besar dan memaafkan mu atas dosa yang kau lakukan dimasa lalu dan dimasa yang akan datang." Pertanyaannya adalah, apakah Nabi (saw) melakukan dosa dan ia harus diampuni? Tidak mungkin! Nabi (saw) adalah ma `sum, tidak memiliki dosa!

Nabi saw dinaikkan dalam Isra Miraj kemaqom sejarak dua busur panah dari Allah swt atau lebih dekat, Qaaba qawsayni aw adnaa, Nabi saw dibawa masuk kesurga dan keneraka dan melihat seluruh penghuninya, jadi bagaimana bisa bahwa ayat ini merujuk kepadanya?, Tidak mungkin! Oleh karena itu, makna dari ayat ini adalah, "Kau ditinggikan dan Allah (swt) mengampuni mu untuk dosa-dosa umatmu, hamba Allah, apapun dosa masa lalu mereka dan dosa masa depan mereka diampuni demi syafaatnya, Syafaat` dari Sayyidina Muhammad ( saw)! Sayyidina Adam (as) dan seluruh umat manusia berada di bawah Bendera Nabi saw pada Hari Penghakiman nanti! "

Kita semua adalah anak dari Sayyidina Adam (as), dan semua meminta Syafaat (perantaraan dan perlindungan) kepada Nabi (saw), Dan beliau saw akan bersujud dalam hadirat Tuhan-Nya dan membacakan doa untuk umatnya agar diampuni dan Allah akan membuka hatinya dan Allah (swt) kemudian akan mengatakan kepadanya," Angkatlah kepalamu dan mintalah apa saja yang kau minta maka akan Aku berikan. Nabi (saw) akan meminta umatnya untuk diselamatkan dan Allah akan mengabulkannya. Dia (swt) berfirman dalam Al-Qur'an:!

ألم نشرح لك صدرك

alam nasyrah laka shadraka

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? (Asy-Syarh, 94:1)

Dan melapangkan yang tidak ada batasnya. Allah (SWT) telah melapangkan dadanya sejauh Qaaba qawsayni aw adnaa! Hingga berjarak hanya dua busur panah. Kemudian kami hapus darimu beban beratmu," yang berarti beban berat umat Nabi saw yang dibawanya. Dan mengacu pada ayat lain, "Kami memaafkan dosa umatmu, dosa sebelumnya dan dosa yang akan datang. Dan kita berdo'a:

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

Rabbana aatinaa fi 'd-dunya hasanatan wa fi' l-akhirati hasanatan wa Qina adzaaban nar.

Wahai Tuhan kami! Beri kami kebaikan dalam hidup ini dan kebaikan dalam Kehidupan Berikutnya, dan lindungi kami dari siksa neraka. (QS. Al-Baqarah, 2:201)

Apakah hasanah itu? Hasanah adalah sesuatu yang baik, keberkahan. Jika Allah (swt) ingin berbuat baik kepada hamba-Nya, maka Dia membuat hambaNya untuk mengetahui Nabi-Nya (saw). Jadi itu berarti, "Ya Allah! Berikan kami untuk dapat melihat Sayyidina Muhammad (saw) dan hasanah terbaik didunia adalah untuk dapat melihat Nabi saw dan hasanah terbaik di akhirat adalah bersama dengan Nabi saw disurga! "

Sesungguhnya Nabi (saw) tidak jauh dari kita, bahkan, dia hadir dan mendengarkan! Dia menyaksikan segala perbuatan umatnya dari kuburnya. Dia berkata, "Aku hidup di dalam kuburanku dan bila seseorang mengirimkan salam padaku, maka Allah akan mengembalikan ruhku, dan dari dalam kuburku aku membalas salaam mereka semua."

Dan setiap detik seluruh manusia didunia mengirimkan salam mereka kepada Nabi (saw) dan karena itulah setiap saat Allah mengirimkan kembali ruh Nabi (saw) untuk dia dalam kuburnya dan ia mengembalikan salam dari mereka dengan mengucapkan pujian dan salam padanya. Imam as-Suyuti (qs) mengatakan, "Berdasarkan ini, maka kita mengetahui bahwa Allah (SWT) telah mengembalikan ruh dan jiwanya secara permanen dalam kuburnya, artinya bahwa Nabi saw senantiasa hidup untuk menyaksikan seluruh umatnya."

Ini berarti, pujilah Nabi (saw)! Dan kita berkata, "Ya Allah! Kami mengirim pujian pada Nabi (saw)! Wahai rahmat bagi semesta alam! Kami menyerukan padamu Yaa Rasulullah saw, dari Indonesia ini Yaa Rasulullah saw! Wahai Nabi! Semoga Allah (swt) mendoakanmu dari pra-keAbadian sampai dengan keAbadian! "

Allah (swt) berfirman dalam Al-Qur'an:

إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

inna allaaha wamalaa-ikatahu yushalluuna 'alaa alnnabiyyi yaa ayyuhaa alladziina aamanuu shalluu 'alayhi wasallimuu tasliimaan

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Al-'Ahzaab, 33:56)

Ini berarti Allah (swt) memberikan salam pada Nabi (saw) dan memerintahkan semua malaikat-Nya - malaikat yang Dia ciptakan sebelumnya, malaikat yang akan Dia ciptakan - semua malaikat diciptakan untuk memuji Nabi Muhammad (saw)! Allah adalah al-Khaliq, "Sang Pencipta," yang berarti Dia terus menciptakan sesuatu yang baru dan juga malaikat baru, dan setiap malaikat baru, diperintahkan untuk memuji Nabi (saw), perintah itu untuk setiap saat! malaikat itu masing-masing memiliki tasbiih yang unik bagi diri mereka sendiri yang berbeda antara satu malaikat dengan yang lain, sehingga tidak ada pengulangan dari pujian-pujian tersebut.

Kalian harus mengetahui kebesaran Nabi Muhammad (saw)! Bagaimana Allah (swt) mengagungkan dia? Sayyidina Musa (as) adalah Kalamullah, "Dia yang berbicara dengan Tuhan-Nya," dan Musa as meminta, "Yaa Rabbii! Dapatkah saya melihat Mu. Nabi Musa as meminta kepada Allah untuk dapat melihatNya! Bagaimana kalian dapat menanyakan hal ini? Pencipta adalah diluar ciptaanNya, diluar batas dunia dan Surga, dan Dia tidak memiliki tempat dan waktu, melampaui semua hal itu! Wahai Musa, kau tidak akan dapat melihat Aku, tetapi Aku akan memberi kau kesempatan. Lihatlah gunung itu dan jika gunung itu tetap berada di tempatnya, maka kau akan dapat melihat Aku. "

Sebuah gunung sangat besar dan masif. Seperti disebutkan dalam tafsir tersebut, "Ketika Allah mengutus tajalli-Nya Nama Indah Nya dan Atribut/Sifat dan kebesaranNya melalui Sayyidina Mustafa (saw) di gunung itu, maka gunung itu hancur lebur. Sayyidina Musa (as) pingsan dan jatuh, karena ia terkejut. "



فلما تجلى ربه للجبل جعله دكا وخر موسى صعقا

falammaa tajallaa rabbuhu liljabali ja'alahu dakkan wakharra muusaa sha'iqan

Tatkala Tuhannya menampakkan diriNya kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh lantak bagai debu dan Musa pun jatuh pingsan. (QS. Al-A'raaf, 7:143)

Allah (swt) mengirimkan tajalli di gunung melalui FirmanNya (kata-kata SuciNya) dan karena itulah Sayyidina Musa (as) terus menerus mencari hikmat, maka Allah mengutus dia untuk bertemu dengan Khidr (as). Ketika tajalli muncul, gunung tersebutpun hancur luluh lantak.

Allah (swt) mengatakan dalam ayat lain:

لو أنزلنا هذا القرآن على جبل لرأيته خاشعا متصدعا من خشية الله

law anzalnaa haadzaa alqur-aana 'alaa jabalin lara-aytahu khaasyi'an mutashaddi'an min khasyyati allaahi

Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quraan ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk hancur lebur disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. (Al-Hasyr, 59:21)

"Jika Kami mengungkapkan hal ini, Al-Qur'an kepada gunung itu, maka ia akan dihancurkan dan dimusnahkan menjadi debu karena rasa takut kepada Allah." Tetapi Allah mengirimkan Al-Qur'an kedalam hati Sayyidina Muhammad (saw), dan beliau tidak hancur!

Wahai umat-Nabi al-Mustafa! Kalian adalah cahaya dari Nabi al-Mustafa Nabi Pilihan Muhammad (saw). Allah (swt) telah menurunkan Al Qur'an pada Nabi (saw), dan telah diberikan oleh Nabi saw kepada kalian. Apakah kalian menerimanya atau tidak, kalian adalah pembawa Al-Qur'an dan wajib untuk memberikan penghormatan kepada Al Qur'an dan juga kepada keturunan Nabi (saw)!

Muhammad al-Busayri (ra), adalah penulis al-Burda abu-Sharifa dan dia mengetahui Realitas Nabi (saw), beliau mengatakan, "Semua mengambil dari Nabi (saw) dan semua memiliki kekhususan dari dia, bukan hanya hambaNya, tapi bahkan seluruh planet-planet dan bintang-bintang! Sesungguhnya, semua Ciptaan diciptakan dari cahaya Sayyidina Mustafa (saw)! "

Kami akan akhiri dengan kalimat ini sebagai pengingat bagi kita semua

قل لا أسألكم عليه أجرا إلا المودة في القربى

Qul laa as-alukum 'alayhi ajran illaa almawaddata fii alqurbaa

Katakanlah (Wahai Muhammad): "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dan cinta kepada keluargaku". (Asy-Syura, 42:23)

Semua habaa'ib ini adalah keturunan Nabi (saw). Mereka tersebar di setiap wilayah dan disetiap sudut dunia, dan kewajiban kita semua adalah untuk menghormati mereka. Semoga Allah (swt) mendukung mereka karena mereka adalah berkah dan kebaikan bagi seluruh umat manusia.

Asy-hadu alaa ilaaha illAllah wa-asy hadu anna Muhammadan-Rasuulullah! Laa ilaaha illa llah-, laa ilaaha illa llah-, laa ilaaha illa-lLâh! (Dzikir)

Ya Allah! Buatlah bagian pertama malam ini sebagai perbaikan, dan tengahnya sebagai sukacita dan akhirannya' sebagai keselamatan. Ya Allah! Buatlah pertamanya sebagai Rahmat dan tengahnya sebagai Karunia, dan akhiran dengan keberkahan dan pengampunan! Yaa Sayyidii! Yaa RasuluLlah! Lihatlah kepada kami semua dan hubungkan kami denganmu!

Wa min Allahi at-Tawfeeq, bi hurmati' l-Habeeb, bi hurmati 'l-Fatihah.

Versi Bahasa Ingris

أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
Ati`oollaha wa ati`oo 'r-Rasoola wa ooli 'l-amri minkum.

Obey Allah, obey the Prophet, and obey those in authority among you. (4:59)

Alhamdulillah, Who has allowed us to gather this night in the love of Sayyidina Muhammad (s) with the Lovers of al-Mustafa, Nur al-Mustafa, may Allah (swt) gather them in Paradise with Sayyidina Muhammad (s), as he is our example and he was the one for whom the angels were ordered by Allah to make prostration to Sayyidina Adam (a) to respect him! We thank Allah (swt) and seek His guidance, and seek refuge in Him from the evil of our selves and our deeds.

This is a gathering of guidance and in it is a big gift from Sayyidina Muhammad (s), because as we remember him the Prophet (s) remembers us. We remember Allah (swt) and He recalls us, and this is a blessing for the haba’ib and especially for Habib Hasan. May Allah (swt) guide us. All of Islam is built on obedience and love to the Prophet (s). Obedience to the Prophet (s) will bring us to love him, so pray on him all the time! We hope these blessings reach not only Muslims, but non-Muslims as well.

Allah (swt) said:

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًالِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ

Inna fatahnaa laka fathan mubeena li-yaghfira laka Allahu maa taqaddama min dhanbika wa maa ta'akhkhar.

Verily (O Muhammad), We have laid open before you a manifest victory, that Allah may forgive you your faults of the past and those to follow. (al-Fath, 48:1,2)

Allah (swt) is saying, “We have granted you a great opening to forgive you what you did of former and latter sins.” But the question is, did the Prophet (s) commit any sins for which he needs to be forgiven? No! In fact, Prophet (s) is ma`soom, innocent of sins! He was raised to the Station of Two Bow’s-length or nearer, Qaaba qawsayni aw adnaa, he entered Paradise and Hell and beheld their inhabitants, so how could that refer to him, there is no way! Therefore, meaning of this verse is, “You were raised up and Allah (swt) forgave you for the sins of your Ummah, the servants of Allah; whatever past and future sins are forgiven for the shafa`ah, intercession of Sayyidina Muhammad (s)! Sayyidina Adam (a) and everyone else is under My Flag on Judgment Day!”

You are the Children of Sayyidina Adam (a), asking for his shafa`ah. Prophet (s) will make sajda in the Presence of His Lord and will recite du`a that Allah will open to his heart and Allah (swt) will then say to him, “Raise your head and ask (anything), for you will be granted!” Prophet (s) will ask for the Ummah to be saved and Allah will grant it, as He (swt) says in the Holy Qur'an:

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

alam nashrah laka sadrak.

Have We not expanded for you your breast? (ash-Sharh, 94:1)

And that expansion has no limit; it may be that Allah (swt) has expanded his chest as far as Qaaba qawsayni aw adnaa! “We then removed from you your heavy burdens,” which means the heavy burden of this ummat that Sayyidina Muhammad (s) is carrying. And referring to the other verse, “We forgave your ummat whatever it sent forth of sins and what it will send forth.” And we make du’a:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana aatinaa fi 'd-dunya hasanatan wa fi ’l-akhirati hasanatan wa qina `adhaab an-naar.

O our Lord! Give us goodness in this life and goodness in the Next Life, and protect us from the punishment of the Fire. (Surat al-Baqara, 2:201)

What is a hasanah? It is something good, a blessing. If Allah (swt) wants to do good to His servant, He makes him to know His Prophet (s). So it means, “O Allah! Grant us to see Sayyidina Muhammad (s) in this dunya and to see him and be in his company in the Next Life!”

Verily the Prophet (s) is not far from us; n fact, he is present and listening! He is presented with our deeds in his grave. He said, “I am fresh alive in my grave and no one sends salaam on me except that Allah returns my soul to me in my grave and I return their salaam.”

And so all around the world people are sending their salaams on the Prophet (s) and, therefore, every moment Allah is sending back the soul of the Prophet (s) to him in his grave and he is returning the salaams of those reciting praise and greetings on him. Imam as-Suyuti (q) said, “Based on this, we know that Allah (swt) has returned his soul to him permanently in his grave.”

It means, praise the Prophet (s)! We say, “O Allah! We send praisings on your Prophet (s)! O Mercy to All the Worlds! We are calling on you from Indonesia! O Prophet! May Allah (swt) pray on you from pre-Eternity to post-Eternity!”

Allah (swt) said in the Holy Qur'an:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

inna-Llaha wa malaa'ikatahu yusalloona `ala 'n-nabi, yaa ayyuhal-ladheena aamanoo salloo `alayhi was sallimoo tasleema.

Verily, Allah and His angels send praise on the Prophet. O Believers! Pray upon him and greet him. (al-'Ahzaab, 33:56)

This means Allah (swt) is praying on the Prophet (s) and ordered all His angels-- those He created, those He is creating, and those He will create--to praise Prophet Muhammad (s)! Allah is al-Khalaq, “The Creator,” which means He continuously creates new things and new angels, and each new angel is ordered to pray on the Prophet (s), an order they fulfill every moment! They each have their own unique tasbeeh that differs from any other, so there is no repetition.

You must know the greatness of your Prophet (s)! How did Allah (swt) magnify him? Sayyidina Musa (a) was Kaleemullah, “Who Spoke with His Lord,” and he requested, “Yaa Rabbee! Let me see You!” Allah asked, “How can you ask this? The Creator is outside this world and Heavens, and has no place and no time beyond all that! O Musa, you will not see Me, but I will give you a chance. Look at the mountain and if it stays in its place, then you can see Me.”

A mountain is huge and massive. As mentioned in the tafseer, “When Allah sent His tajalli of His Beautiful Names and Attributes and the greatness of Sayyidina Mustafa (s) on that mountain, it came crashing down, shattered. Sayyidina Musa (a) fainted and fell down, as he was shocked.”



فَلَمَّا تَجَلَّى رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ موسَى صَعِقًا

Falammaa tajallaa Rabbuhu li 'l-jabali ja`alahu dakkan wa kharra Musa saa'iqaan.

But when His Lord revealed His Glory to the mountain, he made it crumble to dust and Musa fell down. (Surat al-A'raf, 7:143)

Allah (swt) sent that tajalli on the mountain through His Ancient Words and that is because Sayyidina Musa (a) continuously sought wisdom, so Allah sent him to meet with Khidr (a). When the tajalli appeared, the mountain came crashing down.

Allah (swt) said in another verse:

لَوْ أَنزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ

law anzalnaa haadhaa al-Qur’ana `alaa jabalin la-ra'aytahu khaashi`aan mutasaddi`an min khashyatillah.

If We had caused this Qur'an to descend upon a mountain (O Muhammad), verily you would have seen it humbled, rent asunder by the fear of Allah. (Al-Hashr, 59:21)

“If We were to reveal this Holy Qur'an to a mountain, it would be crushed and destroyed, turning to dust out of fear of Allah.” But Allah sent the Holy Qur'an on the heart of Sayyidina Muhammad (s), who did not fall apart!

Yaa ummat an-Nabee al-Mustafa! You are the lights of al-Mustafa and an-Nabee (s). Allah (swt) has sent down the Qur'an on the Prophet (s), who has given it to you. Whether you accept it or not, you are the carriers of the Holy Qur'an and obliged to give respect to Holy Qur'an and to the descendants of the Prophet (s)!

Muhammad al-Busayri (r), author of al-Burda ash-Shareefa and a Knower of the realities of the Prophet (s), said, “All are taking from the Prophet (s) and all have a specialty from him, not just the servants, but even the planets and stars! Verily, all of Creation is created from the Light of Sayyidina Mustafa (s)!”

We will end with this reminder:

قُل لَّا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَى

qul laa as’alukum `alayhi ajran illa al-mawaddata fi ’l-qurbah.

Say (O Muhammad), "I do not ask you for a reward except the love of my Family." (ash-Shura, 42:23)

All these habaa’ib are the descendants of the Prophet (s). They are in every part and every corner of the world, and our obligation is to respect them. May Allah (swt) support them as they are a blessing and good for our ummah!

Ash-hadu laa ilaaha illa-Llah wa ash-hadu anna Muhammadan rasoolullah! Laa ilaaha illa-Llah, laa ilaaha illa-Llah, laa ilaaha illa-Llah!

O Allah! Make the first of this night a restoration, and make its’ middle joy, and make its’ ending salvation. O Allah! Make the first of it mercy, the middle of it bounty, and its last part blessings and forgiveness! Yaa Sayyidee! Yaa Rasoolullah! Look to us and reach us!

Wa min Allahi 't-tawfeeq, bi hurmati 'l-habeeb, bi hurmati 'l-Fatihah.

Sabtu, 03 Desember 2011

Fox TV Interview with Syeikh Nazim about Chili Miner

Maulana’s Meeting with Chilean Miners 19th December 2010
Wawancara Kedua, oleh FOX TV tentang Penambang Chile yang Selamat dan Datang Menemuinya di Siprus PADA HARI Kamis, 23 Des 2010

spiritualoase.wordpress.com



Pada September 2010 lalu, perhatian masyarakat dunia tertuju pada 33 penambang di Chili yang terkubur di kedalaman lebih dari 700 meter di bawah permukaan bumi. Namun akhirnya satu demi satu penambang berhasil diselamatkan dengan menggunakan kapsul ‘Phoenix’.

Kejadian itu berawal sejak tanggal 5 Agustus 2010 dan akhirnya dapat diselamatkan pada tanggal 14 Oktober 2010. Baru kali ini publik melihat 33 orang mampu bertahan hidup dalam kegelapan di bawah tanah selama lebih dari dua bulan, setelah jalur keluar-masuk tempat mereka bekerja tertimbun bebatuan. Determinasi dan daya juang para pekerja untuk tetap bertahan hidup menunggu pertolongan, diliput langsung oleh lebih dari dua ribu jurnalis dari mancanegara, langsung dari area pertambangan San Jose, di padang gurun Atacama. Pemimpin penambang Luis Urzua menjadi penambang terakhir yang diangkat dengan selamat. Proses evakuasi memakan waktu hingga 22 jam 37 menit
.

Bahkan Aktor kondang Brad Pitt sangat terkesan dengan kisah 33 penambang Chili yang berhasil selamat setelah terkubur hidup-hidup selama 69 hari di dalam perut bumi. Pitt pun berniat untuk mengangkat kisah mereka menjadi sebuah film nyata di tahun depan.

Namun tahukah publik dunia…dibalik kejadian itu ada keterlibatan Invisible hand yang sangat berperan di dalamnya. Allah berkehendak lain, Dia mengirimkan Aulia-aulia pilihannya untuk membuka mata dunia tentang sebuah spiritualitas sejati. Kisah nyata inilah yang dialami oleh 33 penambang itu. Di kedalaman perut bumi, ditengah keputus asaan mereka tentang upaya penyelamatan manusia modern, tiba-tiba saja muncul ditengah-tengah mereka seorang Aulia Allah zaman ini. Seorang Sultan Aulia, mursyid sejati thoriqoh Naqshabandi Haqqani dari sanad mata rantai emas ke 40, Maulana Syaikh Muhammad Nazim Adil Haqqani yang datang menghibur hati mereka. Syaikh Nazim memberikan siraman ruhani dan akhirnya di kedalaman perut bumi itu mereka ber syahadat dan serta merta ber bay’at di tangan beliau. Selanjutnya ke 33 orang penambang itu diberikan sebuah kalung tawuz, azimmah yang digantungkan di leher mereka masing-masing. Sampai akhirnya mereka terselamatkan oleh tim relawan, tawuz/azimmah itu tetap melekat di leher mereka.

Kenyataannya selanjutnya, stasiun tivi dunia yang dikuasai oleh sebagian besar Yahudi dan Nasrani yang ikut meliput peristiwa bersejarah itu menutup-nutupi peran spiritual ini. Sampai pada akhirnya dunia dibuat takjub ketika para penambang itu mengakui bahwa hanya kekuatan Ilahillah mereka terselamatkan dari bencana ini. Para penambang itu tidak mengunjungi Dalai Lama, Paus Paulus atau orang suci lainnya, tapi mereka mengunjungi seorang tua renta di pulau terpencil yang jauh dari keramaian kota besar. Mereka bersimpuh di kaki syaikh Nazim. ke 33 penambang itu mengutus 2 orang temannya untuk berkunjung, menemui sultanul Aulia Syaikh Muhammad Nazim Adil Haqqani di pulau kecil Ciprus (Turki) untuk mengucapkan terimakasih atas peran spiritual beliau ketika berada di dalam perut bumi itu. Mereka disambut hangat oleh syaikh nazim di kediamannya lefke Ciprus dalam beberapa hari dan akhirnya terjadillah dialog antara beliau dengan para penambang dan 2 stasiun TV swasta FOX TV…
..


Syaikh Nazim mengatakan kepada publik demikian “A’udzubillahi minasy syaithanir rajiim Bismillah-hir Rahman-nir Rahiim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya menyaksikan siaran penyelamatan Penambang Chile malam terakhir di Discovery Channel. Dalam film Dokumenter itu mereka berusaha keras untuk menyingkirkan setiap peran Spiritual atau pesan Ilahi di balik insiden ini. Mereka menekankan tentang teknologi dan kecerdikan para insinyur karena mereka berhasil memecahkan masalah-masalah di lapangan dan kesulitan menerjang untuk menyelamatkan para penambang. Tak ada satu kata pun yang disebutkan tentang keajaiban apa yang ditemui oleh para penambang, apa yang mereka alami atau mereka lihat, bahkan adegan setiap penambang yang muncul dari kapsul dengan mengenakan ta’wiiz yang diberikan oleh Mawlana Syekh Nazim (q), dengan licik telah diedit oleh mereka, sehingga tidak satu frame gambar pun dari setiap penambang yang memakai sebuah ta’wiiz ditampilkan selama film Dokumenter yang panjang itu ditayangkan.

Mawlana menegaskan tentang hal ini dalam wawancara berikut ini, menjelaskan bahwa teknologi itu bukanlah alasan yang utama untuk kelangsungan hidup para penambang. Semua itu adalah Kehendak Sang Pencipta, dan setiap orang yang skeptis, mata mereka buta oleh kekuatan spiritual dan mereka harus mengakui bahwa banyak hal yang terjadi sepanjang seluruh kejadian ini yang, berada di luar pemahaman manusia.

Mawlana Syekh Nazim (q) memulai wawancara ini dengan melampiaskan kekecewaan bagaimana kru CNN sehari sebelumnya datang mewawancarai beliau dan memperlakukannya dengan kasar. Beliau mengatakan bahwa, jika stasiun TV ingin mewawancarai Kepala Dokter di Rumah Sakit tentang hal-hal medis, maka mereka paling tidak harus mengirimkan pewawancara yang memiliki beberapa pengetahuan Kedokteran, sehingga ia bisa mengajukan pertanyaan yang relevan dan akan mengetahui jargon medis. Dalam setiap bidang keahlian, yang mewawancarai harus akrab dengan subjek dan terminologi orang yang diwawancarai.

Ambil contoh untuk operasi misalnya, atau tentang olahraga karate, fisika, nuklir, dan memasak ala Jepang – maka seorang pewawancara yang tidak memiliki pengetahuan sebelumnya dari bidang-bidang tertentu akan membuat bodoh dirinya sendiri, dan membiarkan pemirsa berubah menjadi kesal, ini persis apa yang dilakukan pewawancara dari CNN itu. Ia tidak mengetahui apa-apa tentang Spiritualitas dan agama, dan meminta informasi apapun bagi pemirsa untuk belajar.

Mawlana berkata, bahkan jika seseorang tidak tahu apa-apa tentang topik tersebut, setidaknya, orang itu harus bersikap sopan dan hormat, bahkan dalam aspek ini, reporter CNN gagal total untuk melakukannya. Malulah ia pada dirinya.

Pewawancara FOX TV:

Mengapa para penambang Chile datang ke sini untuk bertemu dengan Anda?

Mawlana Syekh Nazim (q):

Memang tidak mudah menjelaskan hal-hal rohani karena salah satu kebutuhan untuk memiliki iman atau untuk memahami hal-hal tersebut. Mungkin beberapa dari mereka telah melihat saya berada di dalam tambang itu, sementara yang lain mungkin bermimpi bertemu dengan saya. Bahkan jika saya harus memberitahu Anda, bahwa saya memang telah berada di tambang sejak hari pertama kecelakaan itu terjadi, apakah Anda percaya? Apakah pendengar percaya pada saya? Ini adalah Kehendak Allah, jadi bagaimana bisa orang yang mengatakan, “Itu tidak mungkin!” Orang-orang abad ke-21, mereka kebanyakan tidak beriman, mereka menolak Spiritualitas, namun mereka tidak bisa menjelaskan bagaimana saya datang dan melakukan kontak dengan para penambang di bawah permukaan bumi. Dari sudut pandang filsafat material, tidak dapat dijelaskan atau dipahami.

Dunia memiliki mata yang terlatih untuk melihat bencana ini. Di mana-mana, orang melihat dan menunggu. Di sebuah lubang yang sempit sekitar 25 meter persegi, di sebuah lubang terpencil di perut bumi yang tidak layak untuk menunjang kehidupan manusia, mereka bertahan selama 70 hari. Bagaimana bisa?

Mereka tidak punya udara segar, dan tidak ada saluran untuk udara, namun mereka merasakan ada hembusan udara yang mencapai mereka, setiap kali mereka merasa bahwa mereka tercekik pernapasannya selalu ada hembusan udara segar. Bagaimana dan apa yang terjadi? Mereka seharusnya mati kelaparan dan kehausan? Mereka telah terkontaminasi air industri, air dan udara yang tidak layak bahkan untuk mencuci kulit mereka, untuk minum. Dan mereka minum selama 17 hari tanpa ada yang jatuh sakit. Mereka memiliki sedikit makanan, hanya dua sendok tuna setiap 24 jam, namun semua orang merasa disegarkan dan merasa kenyang dengan jumlah makanan yang sedikit. Bagaimana itu bisa terjadi, jika tidak ada Bantuan Ilahiah turun kepada mereka?

Para penambang itu menceritakan sebuah cerita, bahwa ada tiga pendaki gunung yang mendaki gunung, dan kemudian terperangkap di puncak gunung.Mereka kelaparan dan kehausan, mereka memakan mayat seorang pendaki untuk bertahan hidup. Ini adalah pendaki di medan terbuka, terjebak untuk waktu yang singkat, namun mereka melakukan tindakan seperti untuk bertahan hidup. Jadi bagaimana 33 orang kelaparan – pada satu titik dan hanya makan dua sendok makan ikan tuna setiap 72 jam? Mengapa mereka tidak merenungkan untuk saling membunuh untuk bertahan hidup, sementara mereka berada di sebuah ruang yang menyesakkan napas mereka dan tertutup selama 70 hari? Apa yang membuat mereka bahagia, merasa puas, kenyang dan damai? Apakah Teknologi? Saya pikir tidak.

Tanpa Bantuan sesuatu kekuatan yang tak terlihat yang telah Dia kirim, maka para penambang akan lama menyerang satu sama lain dan mereka akan makan satu sama lain dalam rasa lapar yang tak tertahankan oleh mereka, sampai bahkan tulang-tulang yang mati, tidak akan dapat kalian temukan!

Dalam panas ruang sempit yang mengerikan dan juga bau busuk, orang-orang itu dapat tidur nyenyak, dan kemudian mengatakan bahwa mereka bangun setiap hari, anehnya mereka penuh energi dan tetap bersemangat, segar dan termotivasi. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Apakah Teknologi?

Para penambang telah mengalami begitu banyak kejadian aneh dan insiden yang tidak dapat mereka jelaskan. Namun, dunia ini penuh dengan orang-orang yang akan menutup mata, dan menyisihkan semua keajaiban sebagai kebetulan.

Orang-orang tidak memiliki iman dalam Spiritualitas, mereka tidak memiliki iman dengan Tuhan. Ini adalah Dia, Sang Maha Pencipta orang-orang ini, yang ingin mereka terus hidup, dan itu dengan kehendak dan IzinNya, bahwa mereka berhasil keluar dengan selamat. Inilah sebuah keajaiban, ini adalah pesan dari Tuhan, untuk semua Manusia, untuk membuat mereka percaya atau jika mareka tidak percaya Tuhan maka mereka termasuk orang-orang kafir. Siapapun yang menolak Spiritualitas, maka level mereka berada di bawah tingkat hewan.

Hari ini, Alhamdulillah, para penambang ini percaya Spiritualitas, mereka percaya pada Allah SWT. Mereka yang datang kepada saya, mereka datang karena mereka telah melihat saya berada di dalam tambang itu. Mereka melihat. Mereka ingin bertemu dengan Guru Spiritual yang telah menemani mereka melalui segala penderitaan mereka selama terjebak di dalam tambang, mereka ingin melihat Spiritual Power yang telah mereka lihat.

Tak satu pun dari penambang itu yang pergi ke Tibet (untuk memenuhi DalaiLama). Tidak ada juga yang pergi ke Paus. Tidak ada pergi ke pendeta Kristen atau Rabbi Yahudi. Atau ke pusat Spiritual lainnya untuk masalah ini. Mereka datang ke sini, ke pulau Siprus yang terpencil dan dilupakan banyak orang, di mana seorang pria tua yang lemah, dan tidak dikenal, tinggal. Hanya karena Keinginan-Nya, bahwa apa yang terjadi di tambang itu terjadi. Dan Dialah yang ingin mereka hidup, Dialah yang membiarkan mereka hidup! Orang bebas untuk menerima hal ini atau menolaknya. Allah telah mengirim mereka para penambang ini untuk ke sini kepada seseorang yang diberi kewenangan, yang diberi kekuatan Ilahi untuk pergi ke mana pun di muka bumi ini, menurut kehendak-Nya.

Orang tersebut diberi Kekuatan material dan Kekuatan Spiritual, ia bisa menyelesaikan misi apapun. Mereka adalah sahabat Allah, orang-orang Suci, dan jika seseorang adalah orang suci, para Wali, seseorang yang memiliki koneksi dengan dunia Spiritual. Seperti seseorang diberkati dengan material dan kekuatan spiritual, maka dalam sekejap mata, ia bisa mencapai Chile, Australia, atau Kutub Selatan. Dengan Izin-Nya, seseorang hamba yang lemah dapat pergi ke mana saja, ia bahkan dapat berjalan di atas air seperti Sayyidina Isa (Yesus Kristus as).

Dewasa ini orang yang menolak-Nya, menolak Tuhannya sendiri yang menciptakan dia, orang seperti itu tidak pernah bisa mengerti apa-apa tentang hal-hal seperti itu! Orang-orang seperti berada di tingkat binatang, dan mereka selalu berpikir bahwa mereka adalah sesuatu. Orang-orang hari ini menolak gagasan bahwa mereka lemah. Jika memang Anda kuat, mengapa Anda harus mati, mengapa Anda tidak hidup selamanya?

Dengar! Mereka, semua penambang itu akan meninggal pada hari pertama, jika tidak ada dukungan surgawi bagi mereka. Ada keajaiban terjadi di sana. Para penambang itu dikirimkan Ta’wiiz oleh saya dan mereka diperintahkan untuk membaca La ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah (kalimat syahadat) sehingga mereka bisa diselamatkan. Mereka mengambil salib mereka dan kemudian menggantungkan sebuah ta’wiiz Naqsybandi di leher mereka sebagai gantinya. Setiap penambang ke luar dari tambang, mengenakan Ta’wiiz itu!

Jadi pesan untuk manusia yang sinis hari ini, dan mereka yang skeptis – jika Anda tidak dapat menjelaskan suatu kejadian aneh, jangan hanya melihat kesamping. Berpikirlah tentang hal ini, itu yang dapat membuka mata Anda kepada sesuatu yang sangat istimewa. Hal ini sudah cukup dibuktikan bahwa dua dari para penambang ini datang dari negeri yang jauh, datang ke sini. Mereka telah memeluk Islam, dan mereka telah diberi nama Muslim saat ini.

Pewawancara FOX:

Kami mendengar ada kejadian serupa di Cina. Ada orang Turki dari Turkmenistan, yang selalu disiksa oleh pemerintah Cina. Setiap kali mereka disetrum maka tiba-tiba listrik padam di tempat itu, dan orang ini akan melihat Anda (Syekh Nazim). Kami mendengar ia datang ke sini untuk bertemu Anda juga setelah ia berhasil melarikan diri dari penjara Cina itu.

Mawlana:

Ya, dia datang ke sini dan dia masih di sini (di Zawiyah bawah). Anda mungkin dapat juga mewawancarainya jika itu yang Anda inginkan.

Pewawancara:

Jadi banyak yang datang menemui Anda, Syekh Nazim Effendi?

Mawlana:

Mereka yang bisa datang, akan datang. Dan bagi mereka yang tidak bisa datang (karena kemiskinan, kesehatan, atau dalam penganiayaan) maka saya yangakan menjangkau mereka di manapun mereka berada.

Pewawancara:

Ketika para penambang datang untuk mengunjungi Anda, apa yang mereka lakukan, apa yang terjadi?

Mawlana:

Mereka mencium tangan saya, mereka duduk di depan saya, dan mereka menangis. Dan saya berkata, “Ya Ghaaliban maghluub ghaira! Wahai Dia yang tidak bisa dikalahkan! Engkau telah mengirimkan dua penambang di sini, untuk mengajarkan seluruh dunia, tentang Spiritualitas dan keimanan serta takdir-MU,

“Wahai orang yang tak memilki iman, kalian harus datang untuk percaya.” Seluruh kejadian ini dirancang untuk menghancurkan orang-orang kafir dan ateis. Ketergantungan mereka pada dunia materialistik, dunia teknologi, untuk semua hal yang terjadi yang tidak dapat mereka jelaskan, kecuali dengan Spiritualitas.

Semua orang yang berdiri di atas ketidakpercayaan, tidak memiliki dasar dalam kehidupan, mereka adalah manusia yang bodoh. Ketika manusia dihadapkan dengan peristiwa ajaib seperti ini. Peristiwa di Chile ini untuk menunjukkan danmenghancurkan benteng pertahanan mereka yang kafir yang tidak memilki kepercayaan dan keimanan. Para penambang menjadi saksi hidup terhadap peristiwa bersejarah ini.

Aku tahu apa yang terjadi di tambang itu. Dalam keadaan biasa, tidak akan adayang selamat, bahkan untuk satu hari. Tetapi Kekuatan Spiritual mencapai mereka, dan membuat mereka hidup dalam tambang itu. Allah telah mengajarkan seluruh dunia, sebuah pelajaran dalam iman, dalam keyakinan dalam hal yang gaib.

Pada akhir hikayat ini, para penambang di sini di Siprus. Mereka datang ke sini dan tidak datang kepada tokoh-tokoh lain yang terkenal seperti Paus, paraRabbi, para imam, atau Dalai Lama. Mereka berada di sini, di pulau kecil inijauh-jauh, untuk bertemu seorang lelaki tua yang lemah yang mereka tidak pernah mengenal sebelum kecelakaan itu terjadi. Mengapa? Pikirkan tentang hal ini. Bi hurmati Fatihah.

Fhoto ketika Syaikh Nazim menerima cenderamata dari 2 orang perwakilan penambang Chili yang terkubur. fhoto bendera negara Chili itu telah ditandatangani oleh ke 33 penambang sebagai ungkapan trimakasih atas peran spiritual beliau ketika musibah yang menimpa mereka terjadi dalam hidup mereka

Fhoto ketika 2 orang penambang itu mencium tangan suci syaikh nazim sebagai tanda takzim kepada kemuliaan yang diberikan Allah kepada syaikh Nazim Adil Haqqani

Syaikh Nazim dan kedua Khalifah utamanya. syaikh Muhammad Hisyam Kabbani dan syaikh Muhammad Adnan Al-Rabbani. kedua Qutb ini adalah 2 saudara kandung yang diangkat beliau menjadi khalifah utama. sejak umur kurang lebih 10 tahun sudah didalam tarbiyyah syaikh Nazim Al-Haqqani.

“Setiap saat kalian kehilangan kontrol akan diri kalian, atau kalian berada dalam situasi sulit, kalian bisa menghubungi hatiku dan hati GrandSyaikh Abdullah dengan segera. Walaupun kalian hanya membayangkan diriku dan dirinya, maka itu cukup untuk membuka hubungan denganku, aku dan Grand Syaikh Abdullah akan melihat dirimu dengan pandangan kasyafku. Koneksi ini akan menimbulkan sebuah kekuatan yang mengalir dengan cepat di antara kita, dan kalian akan terlindungi, ini seperti memasang steker pada tempatnya, agar teraliri arus listrik.” Kalian bisa memanggil, MADAD YA SAYYID MADADUL HAQQ ”Oh, Syekhku! Oh Grandsyekhku! mendekatlah padaku, aku sedang dalam kesulitan, aku membutuhkan pertolonganmu dengan ijin Allah!” Grandsyekh kalian adalah Sultanul Aulia Naqib Al-ummah Syaikh Maulana`Abdullah Fa’iz Daghestani QS. Ini adalah kalimat yang cukup untuk memanggil beliau dan meminta barakah dan pertolongan tuhan untuk mengalir ke hatimu


Senin, 21 November 2011

Sufi Road: Video Makam Masyaikh Naqybandi

Assalamualaikum Wr Wb
berikut adalah video ziarah yang dilakukan oleh jamaah naqsybandi ke makam2 para masyaikh naqsybandi yaitu:
1. Syeikh bahaudin nasybandi di bukhara
2. Shaykh Abdul Khaliq al-Ghujdawani
3. Sheikh Sayyid Amir Kulal of Sukhar Sharif, Bukhara
4. Shaikh Muhammad Baba as-Samasi
5. Shaykh Ali ar-Ramitani
6. Mahmoud al-Anjir al-Faghnawi
7. Shaykh Khwaja Sufi Arif Ar-Riwagari
8. Salman Farsi
9. Bayazid Bustami
10. Sayyid Alauddin Al-Attar
11. Noor Muhammad Badayuni
12. Abu Ali Farmadi
13. Abul Hasan Kharqani
14. Darwaish Muhammad and khwaja Muhammad al-Amkanaki
15. Baqi Balla
16. Hazrat Mirza Mazhar Jaan-e-Jaanan Shaheed, india
17 Khawaja Yaqoob Chrkhi
Semoga Allah terus memberikan keberkahan bagi mereka dan bagi umat yang menziarahinya
..

1. Syeikh bahaudin nasybandi di bukhara


2. Shaykh Abdul Khaliq al-Ghujdawani


3. Sheikh Sayyid Amir Kulal of Sukhar Sharif, Bukhara


4. Shaikh Muhammad Baba as-Samasi


5. Shaykh Ali ar-Ramitani


6. Mahmoud al-Anjir al-Faghnawi


7. Shaykh Khwaja Sufi Arif Ar-Riwagari


8. Salman Farsi


9. Bayazid Bustami


10. Sayyid Alauddin Al-Attar


11. Noor Muhammad Badayuni


12. Abu Ali Farmadi


13. Abul Hasan Kharqani


14. Darwaish Muhammad and khwaja Muhammad al-Amkanaki


15. Baqi Balla


16. Hazrat Mirza Mazhar Jaan-e-Jaanan Shaheed, india


17 Khawaja Yaqoob Chrkhi

Senin, 25 Juli 2011

Sufi Road : Pengelanaan Seorang Sufi



Kompas : Ilham Khoiri

Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (66) bisa dibilang adalah seorang sufi yang paling aktif berkelana saat ini. Tinggal di Amerika Serikat, tetapi dia terus berkeliling ke banyak negara di Benua Eropa, Afrika, Australia, dan Asia demi menyebarkan Islam yang moderat.
Kami ingin memperkuat pemahaman Islam yang moderat. Kami ingin mempermudah ajaran ini bagi masyarakat umum agar bisa diterapkan sesuai dengan pekerjaan masing-masing orang dalam kehidupan sehari-hari. Intinya, bagaimana membangun karakter sebagai Muslim yang baik sekaligus warga negara yang baik,” katanya.
Kami berbincang di salah satu rumah muridnya di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, pertengahan Juni lalu. Dengan sorban hijau melilit kepala dan jenggot panjang putih-bersih, lelaki itu menebar wibawa kepada sejumlah murid yang mengelilinginya. Cara bicaranya ramah, meneduhkan dan santai.
Syekh Hisyam punya otoritas untuk membahas Islam moderat. Dia adalah wakil dari mursyid Tarekat Naqsyabandi Haqqani, yang berkedudukan di Amerika. Ini tarekat yang menekankan pengembangan spiritualitas melalui pembentukan karakter positif manusia. Ajaran ini pula yang menjadi ceramahnya kepada para pemimpin negara, tokoh, dan masyarakat di seluruh dunia.
Dia mendirikan dan memimpin Islamic Supreme Council of America, organisasi keagamaan yang menyebarluaskan perdamaian. Beraliran Ahlusunah dan bermazhab Syafi’i sebagaimana banyak dianut Muslim di Indonesia, lelaki ini diterima secara luas di Nusantara. Terakhir, dia tampil sebagai salah satu narasumber dalam Al-Multaqo As-Shufy Al-Alamy atau Konferensi Sufi Internasional di Jakarta, pertengahan Juli lalu.

Sebenarnya, apakah Tarekat Naqsyabandi Haqqani itu?
Tarekat Naqsyabandi dipelajari dari para pemimpin tarekat masa lalu. Tarekat ini merujuk kepada Sayidina Ali, kepada Abu Bakar As-Shiddiq, lalu tersambung kepada Nabi Muhammad SAW. Tarekat ini sebenarnya berkembang di Indonesia, terutama di kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Intinya, mengajak kaum Muslim mempraktikkan ajaran Islam.
Awalnya, kita pelajari Al Quran dan hadis, lalu mendalami prinsip-prinsip, seperti syariah, mu’amalat, dan ibadat. Ada rukun Islam, yaitu syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji. Ada juga enam rukun Iman (yaitu percaya kepada Allah, para malaikat, para rasul, kitab-kitab suci, hari akhir, serta kada dan kadar).
Semua itu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan itu membentuk karakter, yang terus ditingkatkan sehingga mencapai maqam ihsan, yaitu semacam terminal istimewa. Acuannya adalah akhlak Nabi Muhammad.

Apa tujuan tarekat?
Tujuannya, bagaimana kita berusaha menjadi manusia sempurna, yaitu manusia yang berkarakter baik. Tidak boleh berbohong, tidak curang, tidak mencuri, jangan marah, jangan sombong. Semua karakter buruk harus dihindari. Dengan begitu, kita menjadi baik hati kepada orang lain.
Dalam keluarga, kita suami atau istri jangan bertengkar, melainkan saling menginginkan satu sama lain, mendidik anak, dan menumbuhkan mereka dengan baik. Itu pendidikan sosial bagi semua orang.
Kita mengembangkan diri untuk membentuk karakter terbaik manusia. Bagaimana menjadi manusia yang baik, warga negara yang baik, pemimpin yang baik, atau pelayan Tuhan yang baik.
Kepada orang lain, kita harus mencegah berbuat kekerasan, seperti membunuh, merusak, atau tidak acuh terhadap kesulitan orang lain. Islam mendorong kita membantu sesama manusia.
Tarekat itu jalan. Semacam titik berangkat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan
Islam moderat
Syekh Hisyam selalu menekankan pemahaman Islam yang moderat. Dalam arti, Islam tengah yang memegang ajaran Al Quran, hadis, dan para ulama terdahulu, tetapi tetap bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ajarannya cenderung praktis dan mudah ditangkap semua kalangan.
”Islam adalah bekerja; pergi bekerja dan pulang ke rumah kepada keluarga. Semua orang bertindak sesuai dengan pekerjaannya. Politisi, presiden, pengusaha, atau apa saja, jika dikerjakan dengan baik, akan bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat,” katanya.
Tekanan lain, ajaran cinta. Dengan mencintai Allah dan Nabi Muhammad, kita akan mengikuti ajarannya. Kepada sesama manusia, kita harus mencintai mereka sebagaimana kita mencintai diri sendiri. Manusia bisa berhubungan baik dengan siapa saja yang mencintainya.
Jika Islam menekankan cinta, lalu bagaimana dengan kelompok yang menggunakan kekerasan atas nama Islam?
Itu bukan ajaran Islam. Mereka tidak mengikuti ajaran Islam yang benar. Itu minoritas warga yang ingin mempertahankan kekuasaan dengan memaksakan pemahaman mereka. Mereka mengklaim diri memperjuangkan Islam, tetapi tidak berhasil, bahkan malah memberikan citra buruk kepada Islam.
Jangan rusak lagi citra Islam yang sudah dirusak kelompok teroris itu. Kita harus menyuguhkan citra Islam yang mencintai manusia dan perdamaian. Itulah misi yang kami bawa saat bepergian ke sana kemari.
Tetapi, mereka mengklaim jalannya sebagai kebenaran?
Ketika kita sudah mengatakan mereka sebagai teroris, sebenarnya mereka sudah menyimpang dari ajaran Islam. Mereka ingin tetap berdiri di panggung, bahkan merebut kekuasaan negara agar bisa memerangi semua orang. Minoritas garis keras itu bukan model kita.
Kita harus mengikuti mayoritas Muslim yang moderat. Mayoritas kita adalah Ahlusunah yang mencintai perdamaian. Ajaran yang benar adalah apa yang disampaikan Nabi Muhammad, yaitu cinta dan saling membantu kepada sesama manusia.
Indonesia
Syekh Hisyam termasuk tokoh sufi internasional yang rajin mengunjungi Indonesia. Pertama kali datang ke sini tahun 1997, dia kemudian terus berkunjung hampir setiap tahun sampai sekarang.
Tokoh-tokoh penting nasional pernah ditemuinya. Di antaranya pernah berjumpa dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, mantan Wakil Presiden Hamzah Haz, dan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid. Dia juga mengunjungi sejumlah menteri, ulama, tokoh sufi, pesantren, berdiskusi, memberi ceramah di perguruan tinggi, bahkan pernah tampil di televisi di Indonesia.
Apa yang selalu Anda kerjakan di Indonesia?
Saya mengunjungi teman-teman, bersilaturahim, bertemu masyarakat, dan memberikan ceramah. Kami ingin membangun hubungan yang baik dengan masyarakat Muslim di Indonesia.
Saya bertemu dengan sebagian besar pemimpin di negeri ini. Beberapa kami baiat. Harapannya, mereka mengikuti ajaran Islam yang benar. Mereka bisa memecah hambatan kekuatan ego demi meningkatkan spiritualitas dan mencapai spirit ketuhanan.


Bagaimana Anda melihat kondisi Islam di Indonesia?
Islam di sini punya dua sisi. Satu sisi, Islam sangat bagus karena mempromosikan cinta kepada Tuhan, Nabi Muhammad, dan sesama manusia. Itu dilakukan para ulama dan organisasi Islam, termasuk pesantren.
Di sisi lain, sangat Barat. Kaum Muslim suka pergi ke night club, disko, dan lain-lain. Namun , sebagian besar masih mengikuti jalan Islam.

Apakah praktik Islam di sini berbeda dengan di Timur Tengah?
Ini negara yang paling baik dalam mencintai Islam, Nabi Muhammad, negara, dan masyarakat. Saya tak pernah lihat seperti ini di negara lain, termasuk di Timur Tengah. Di masjid-masjid ada zikir dan mengajarkan cinta. Indonesia adalah negara terbaik dalam pengajaran Islam. Mungkin karena banyak ulama, ahlul bait, tokoh sufi, dan keturunan Nabi yang berdiam di Indonesia, serta ada berkah dari Tuhan.
Semua itu membuat negara ini kuat dan bertahan dalam persatuan ketika banyak negara lain ambruk. Barakah Allah yang mengalir lewat para tokoh sufi membuat negara ini tetap bersatu. Mungkin persatuan ini bukan hasil kerja para politisi, melainkan lebih karena perlindungan Allah.

Bagaimana Anda melihat demokrasi di Indonesia?
Semua orang bicara demokrasi seolah demokrasi itu sesuatu yang datang dari surga. Padahal, demokrasi itu punya sisi baik sekaligus sisi buruk. Apa itu yang baik, ya jika berhasil memilih pemimpin yang baik dan berhasil membawa kesejahteraan bagi masyarakat.
Islam sebenarnya telah mempraktikkan demokrasi ratusan tahun sebelum demokrasi dikenal di Barat. Ketika Nabi Muhammad meninggal dunia, kaum Muslim bermusyawarah untuk memilih pengganti Nabi atau khalifah. Ada semacam kompetisi antara Abubakar Ashiddiq yang didukung kaum Muhajirin (pendatang), Saidina Ali didukung kaum Ahlul Bait, dan calon lain didukung Anshor.
Mereka bermusyawarah, lalu terjadilah pemilihan suara. Abu Bakar terpilih menjadi khalifah. Begitu pula pemilihan Umar bin Khatab, Usman bin Affan, dan Saidina Ali. Mereka berempat dipilih karena kesepakatan bersama, bukan karena hubungan bapak-anak. Inilah musyawarah sebagai esensi demokrasi.
Sayangnya, setelah khalifah keempat, tradisi itu berubah. Muawiyah mengambil kekuasaan, lalu diturunkan kepada anak- anaknya. Kita tidak mengacu pada kerajaan semacam Muawiyah itu, tetapi pada semangat pemilihan khilafah yang demokratis.
Pendek kata, tradisi Islam sebenarnya sudah mempraktikkan esensi demokrasi pada empat khalifah pertama itu. Jadi, apa yang dibawa oleh budaya Barat sebagai demokrasi itu sebenarnya sudah berlangsung lama dalam sejarah Islam.
Demokrasi akan baik jika bisa mengantarkan orang yang tepat ke kursi kekuasaan yang tepat. Sisi buruk demokrasi muncul jika pemilihan mengantar para tokoh yang tidak beretika, tetapi punya banyak uang untuk duduk di kursi parlemen. Mereka tidak tahu apa-apa dan tidak menggunakan kekuasaan itu untuk kepentingan rakyat.
Jika punya uang, politisi bisa beli suara pemilih. Sebagian praktik demokrasi saat ini diwarnai politik uang. Siapa yang punya uang, ia akan menang. Uang beli suara. Ini bukan demokrasi, melainkan money-crazy.


Sufi dengan Jutaan Murid
Syekh Muhammad Hisyam Kabbani belajar Tarekat Naqsyabandi sejak berusia lima tahun. Pemimpin Naqsyabandi datang ke rumahnya dan mengajarkan tarekat. Dia terus melanjutkan pelajaran itu hingga dewasa. Salah satu gurunya adalah Syekh Muhammad Nazim Adil, pemimpin Tarekat Naqsyabandi Haqqani dunia.
Pendidikan formalnya dari Jurusan Kimia American University di Beirut, Kedokteran di Louvain di Belgia, serta Jurusan Syariah dari Damaskus. Namun, Syekh Hisyam lebih menekuni Tarekat Naqsyabandi Haqqani.
Tahun 1991, dia pindah ke Amerika Serikat dan kemudian mendirikan yayasan Tarekat Sufi Naqsyabandi Haqqani. Dia mendirikan puluhan pusat sufi di Kanada dan AS serta memberi kuliah di banyak universitas. Setelah itu, dia terus menjelajahi berbagai negara di dunia. Kepergian itu membuat dia memiliki jutaan murid. ”Tak hanya kepada masyarakat Muslim, saya juga bepergian ke negara sekuler. Banyak yang datang, berdiskusi, dan akhirnya sebagian ada yang masuk Islam,” katanya.
”Kami punya 23 pusat tarekat di sana (AS). Kami pergi ke seluruh penjuru Amerika, berbicara kepada pemerintahan Amerika, ke Gedung Putih, Pentagon, dan Washington. Kami menjelaskan tentang pemahaman Islam yang moderat. Tugas ini memang menjadi lebih berat, terutama setelah ledakan bom 9 September 2001,” ujarnya.
Beberapa waktu lalu ada pembakaran Al Quran di Florida, Amerika Serikat. Bagaimana respons Anda?
Ada orang yang nekat dan gila. Kenapa Anda harus mendatanginya dan berkelahi dengannya sehingga membuatnya lebih terkenal? Jangan buat pembakar itu menjadi terkenal dan penting. Kalau diperhatikan, dia mungkin akan berulah lagi. Dia ingin menjadikan peristiwa itu sebagai isu politik demi kepentingan sendiri. Biarkan saja. Nanti dia akan menemukan hukuman sendiri dari Allah. (IAM)

Senin, 18 Juli 2011

Sufi Road : AbulHassan ‘Ali Al-Kharqani Rahmatullah‘alaih.

Perjalananya
Beliau menerima Tarbiyah Suluk dari Ruhaniah Syeikh Abu Yazid Al-Bistami karana kelahiran Syeikh AbulHassan ‘Ali Al-Kharqani adalah hampir setengah abad sesudah meninggalnya Syeikh Abu Yazid Al-Bistami . Pada setiap tahun sekali telah menjadi kebiasaan bagi Syeikh Abu Yazid Al-Bistami untuk pergi menziarahi Kubur Para Auliya dan orangorang
yang mati Syahid di Daghistan. Ketika beliau tiba di Kharqan, beliau menarik nafas panjang seolah-olah menghirup bau bunga yang wangi.

Ketika Syeikh Abu Yazid Al-Bistami ditanya oleh murid-murid beliau apakah yang dihirupnya dan dari manakah datangnya bau wangi itu?
Beliau menjawab, “Bahwa akan datang di bandar ini kelahiran seorang hamba Allah yang mendapat keharuman dari Allah Ta’ala bernama ‘Ali dan nama Kuniyatnya adalah Abul Hassan yang peringkat Keruhaniannya akan lebih tinggi dariku tiga
kali ganda dan dia akan menghabiskan hayatnya dengan keluarganya dan bertani. Dia akan lahir seratus tahun sesudahku.”

Setelah beberapa tahun kemudian Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani pun lahir.Setelah sampai usianya dua puluh tahun, setiap hari dia pergi mengunjungi Maqam Syeikh Abu Yazid Al-Bistami setelah menunaikan Solat.

Di Maqam Kubur Syeikh Abu Yazid Al-Bistami beliau berdoa,
“Ya Allah, kurniakanlah kepaaku sebahagian daripada Keruhanian yang Engkau beri kepada Abu Yazid.” Setelah dua belas tahun beliau berbuat demikian,maka pada suatu hari semasa pulang dari Maqam itu, beliau merdengar satu suara dari Maqam itu berkata,
“Abul Hassan, semua Keruhanianku adalah hadiahmu kepaaku.”
Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani menjawab, “Tuan, saya lahir tiga puluh sembilan tahun Setelah tuan, bagaimana saya menghadiahkan Keruhanian saya
kepada tuan?”
Suara itu berkata lagi,“Aku telah terhalang dalam perjalanan Keruhanianku, maka aku berdoa kepada Allah meminta halangan itu dibuang. aku merdengar suara Ketuhanan berkata, “Berdoalah kepada Nur yang akan meliputi kamu apabila kamu melawat Kharqan kali ini.” Saat aku sampai di Kharqan, aku benar-benar bertemu dengan nur itu yang meliputi dari bumi sampai ke langit. aku berdoa kepadaNya seperti disuruh oleh Allah, maka dari semenjak itu terhapuslah halangan itu.”

Ketika Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani pulang setelah peristiwa itu, beliau terasa mendapat kurnia dalam dirinya. Beliau dapat menghabiskan bacaan Al-Quran dalam dua puluh empat jam, padahal beliau tidak bisa membaca sebelum peristiwa
itu. Beliau merupakan seorang Syeikh yang agung dan menerima kedudukan yang terpuji di kalangan sekelian Para Auliya pada zamannya.

Syeikh Abu Sa’id, seorang Ahli Sufi yang masyhur pada ketika itu pernah menziarahinya dan mereka telah banyak bermuzakarah antara satu sama lain tentang berbagai masalah.Pada suatu ketika sedang mereka berbicara karena
keadaan dzauq, Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani telah memeluk Syeikh SyeikhAbu Sa’id . Setelah kembali ke tempatnya,Syeikh Syeikh Abu Sa’id telah menghabiskan masa malam itu dengan bertafakkur, sambil duduk melutut dan juga dia menjerit dalam keadaan mabuknya.
Pada keesokan harinya, Syeikh Syeikh Abu Sa’id menemui Syeikh
Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani dan meminta supaya beliau mengambil balik percikan cahaya Keruhanian yang tersinar dalam dirinya itu akibat pelukan Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani karana katanya, beliau masih belum mencapai maqam seperti yang dicapai oleh Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani dan beliau tidak tahan dengan keadaan yang terlalu tinggi itu. Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani pun memeluk beliau sekali lagi dan kembalilah Syeikh Syeikh Abu Sa’id sepertimana biasa.
Ketika Syeikh Syeikh Abu Sa’id hendak pergi, beliau telah berkata kepada Syeikh
Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani ,aku memilih kamu untuk menjadi Khalifahku.”Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani lalu memberitahu Syeikh Abu Sa’id seperti berikut,
“aku akan jadikan kamu seorang yang tinggi karena Allah telah mengurniakan kamu kepaaku setelah aku berdoa kepadaNya memohon Dia memberi kepaaku seorang sahabat yang dapat aku berbincang tentang hal-hal Keruhanian dengannya. Syukurlah, Allah telah mengkabulkan permohonan itu.”

Syeikh ‘Ali Bin ‘Utsman Al-Hujwiri Rahmatullah ‘alaih meriwayatkan bahwa beliau mendengar dari Syeikh Hassan Mu’addib yang merupakan seorang juru khidmat bagi Syeikh Syeikh Abu Sa’id bahwa apabila Syeikh Syeikh Abu Sa’id datang menghadirkan diri disamping Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani, dia tidak akan mengucapkan sebarang perkataan tetapi hanya mendengar dan hanya akan
menjawab dengan apa yang telah diucapkan oleh Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani .
Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani telah bertanya kepada Syeikh Abu Sa’id , mengapakah beliau sentiasa mendiamkan diri? Syeikh Abu Sa’id Rahmatullah
‘alaih menjawab,“Seorang penerjemah adalah mencukupi untuk satu judul.”
Syeikh ‘Ali Bin ‘Utsman Al-Hujwiri Rahmatullah ‘alaih juga telah meriwayatkan bahawa beliau telah mendengar Syeikh Abul-Qasim Qusyairi berkata,
“Apabila aku tiba di Kharqan, kelancaranku mulai keluar dan aku tidak lagi memiliki daya dan upaya untuk menerangkan keadaan diriku di sebabkan amalan yang telah
diberikan oleh pembimbing Keruhanian, dan aku menyangka bahawa aku telah dilucutkan dariKewalianku.”

KERAMAT KEBESARANNYA DANKEBESARAN KERAMATNYA

PADA suatu hari, Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani menggali tanah di rumahnya.
Tiba-tiba uang perak keluar. Ditutupnya tempat itu. Digali pula di tempat lain dan di situ keluar pula emas. Ditutupnya lubang itu juga. Pada kali ketiganya keluar pula intan.Lubang itu juga ditutupnya. Digalinya di tempat yang keempat, maka keluar pula berlian. Itu pun ditutupnya.Kemudian Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani berdoa, “Ya Allah, walaupun aku dapat seluruh harta Dunia ini dan harta di Akhirat kelak, namun tidak akan aku tukarkan dengan wajahMu.”

Pada suatu hari, seorang Sufi duduk di samping Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-harqani
sambil menunjukkan keramatnya dengan mengeluarkan seekor ikan hidup dari seember air yang diletakkan di hadapan Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani . Syeikh AbulHassan ‘Ali Al-Kharqani meletakkan tangannya dalam api dapur yang menyala di hadapannya dan mengeluarkan ikan hidup dari dalam api itu. Kemudian,
orang itu meminta Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani melompat dengannya ke dalam api itu dan lihatlah siapa akan hidup setelah masuk kedalam api itu.
Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani menjawab,“Menunjukkan keramat itu tidaklah baik. Marilah kita tenggelamkan diri kita dalam lautan Wujud Fana dan timbul semula dengan memakai pakaian Wujud Baqa.” Orang Sufi itu pun diam.

Pada suatu saat, sebelum mulai berjalan menunaikan Haji, beberapa orang telah berjumpa dengan Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani dan bertanya kepadanya apa yang mereka akan mereka lakukan sekiranya ada perampuk menyerang mereka. Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani menjawab,
“Ingatlah aku pada waktu itu.”Dalam perjalanan itu, Kafilah yang mereka sertakan itu
diserang oleh perampok. Semua orang dalam Kafilah itu dirompak oleh perampok kecuali seorang yang ingat pada Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani
Pada saat orang itu ingat kepada Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani , nampak olehnya Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani berada dihadapannya. Orang itu dan barang-barangnya tidak kelihatan oleh perampok itu. Maka dia pun selamat. Setelahkembali, orang-orang bertanya kepada Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani kenapa mereka tidak diselamatkan pada hal mereka berdoa kepada Allah? Sedangkan orang itu hanya meminta pertolongan kepada beliau.
Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani berkata,
“Kamu semua hanya menyebut Allah di mulut saja, tetapi aku mengingatNya dengan seluruh jiwa ragaku. Olehitu, jika kamu semua mengingatiku, aku akan mengingati
Allah bagi pihak kamu semua dengan seluruh hati dan jiwa, dan permintaan kamu akan dikabulkan. Tetapi jika kamu semua hanya menyebut Allah di bibir saja tanpa terhunjam sepenuhnya dalam hati, maka permohonan kamu tidak akan mendatangkan hasil.”
Seorang Murid Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani meminta kebenaran beliau
hendak pergi ke Iraq untuk belajar Hadits, karena tidak ada guru yang pakar di tempat beliau itu.
Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani berkata,
“Aku akan ajarkan kepada kamu sebagaimana aku belajar langsung dari Rasulullah.”
Murid itu tidak percaya dengan perkataan beliau itu. Tetapi saat dia tidur, dia melihat Nabi Muhammad Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam dan berkata bhawa apa
yang dikatakan oleh Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani itu adalah benar. Maka mulailah Murid itu belajar Hadits pada Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani .
Dalam pengajarannya, Ketika Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani berkata bahawa Hadits itu telah salah.Murid itu bertanya kenapa Hadits yang demikian itu salah? Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani menjawab,“Nabi sentiasa bersama aku pada saat aku mengajar engkau. Apabila satu Hadits salah dinyatakan, mukanya
berubah tanda tidak setuju. Dari situlah aku tahu sama ada apakah satu Hadits itu betul atau tidak.”
Suatu ketika Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani hadir dan mengambil bahagian
dalam upacara Sama’ iaitu tarian muzik Keruhanian di rumah seorang hamba Allah. Dalam Sama’ itu beliau telah sampai kepada keadaan dzauq mabuk Allah dan memukul tanah dengan kakinya tiga kali. Dinding rumah itu bergoyang dan orang lain merasai seolah-olah dinding itu telah menari bersamanya serta juga tanah di situ. Setelahbeliau sadar semula, beliau ditanya kenapa beliau berbuat
demikian? Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani menjawab,
“Sama’ ialah bagi mereka yang dalam keadaan itu telah dibawa ke tingkat Ruhaniah yang tinggi di mana semua hijab tersingkap dan mereka dapat melihat Alam Malaikat.”
Satu hari, seorang telah datang kepada Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani
dan meminta kepada beliau hendak memakai pakaiannya agar dia dapat menjadi seperti Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani juga. Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani bertanya,“Bolehkah perempuan yang memakai baju lelaki menjadi lelaki atau orang lelaki memakai baju perempuanmenjadi perempuan?”
Orang itu berkata tidak boleh, lalu Syeikh abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani pun berkata,
“Jika itu tidak mungkin, bagaimana kamu memakai pakaianku boleh menjadi diriku?”
Seorang ‘Alim telah bertanya kepada Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani dan meminta beliau memberi ahan kepadanya. Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani
berkata,“Serulah manusia ke Jalan Allah dan janganlah panggil mereka kepada diri kamu sendiri. Jika seorang‘Alim itu dengki kepada seorang ‘Alim yang lain yang
menjalankan tugas sepertinya juga iaitu mengajak manusia ke Jalan Allah, maka itu berarti dia bukan mengajak manusiake Jalan Allah tetapi adalah kepada dirinya sendiri. Jikatidak, apakah sebabnya dia dengki?”

Pada suatu ketika, Syeikh Abu Sina Rahmatullah‘alaih datang melawat Syeikh Abul Hassan ‘AliAl-Kharqani . Bila sampai ke rumahSyeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani
, beliau memanggil tuan rumah itu.Datanglah isteri Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-
Kharqani . Isteri Syeikh AbulHassan ‘Ali Al-Kharqani mengatakan Syeikh Abu Sina itu sebagai seorangkafir dan meminta beliau jangan memanggil Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani karena dia telah pergi mencari kayu api ke dalam hutan.
Syeikh Abu Sina pergi mencari Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani dan dilihatnya seekor singa membawa kayu api Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani itu. Syeikh Abu Sina menundukkan kepadalanya tanda hormat kepada Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani .
Dalam perbincangan mereka Syeikh Abu Sina bertanya kenapa isteri Syeikh
Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani mengatakanya kafir? Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-
Kharqani menjawab bahawa jikalau beliau tidak sabar terhadap isterinya itu, tentulah beliau tidak dapat menguasai singa itu. Pada malam itu mereka pun bicara tentang hal-hal Keruhanian dan Kesufian.
Keesokan harinya tatkala Syeikh AbulHassan ‘Ali Al-Kharqani memperbaiki
dinding rumahnya, sekeping besi yang dipegangnya itu terjatuh. Sebelum beliau tunduk mengambil keeping besi yang terjatuh itu, besi itu melayang sendirinya pergi ketangan Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani
.
Dengan itu kepercayaan Syeikh Abu Sina tentang ketinggian Ruhaniah Syeikh
Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani bertambah teguh dan semua prasangkanya tentang ketinggian Ruhaniah Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani itu pun hilang dan lenyap.

AJARAN KEUNGGULANNYA DANKEUNGGULAN AJARANNYA

SYEIKH Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani telah berkata,
“Terdapat dua jalan, satu adalah salah dan satu adalah betul. Jalan yang salah ialah jalan manusia kepada Tuhan dan jalan yang betul ialah jalan Tuhan kepada manusia. Barangsiapa yang berkata bahwa dia telah mencapai Tuhan sebenarnya masih belum mencapainya, akan tetapi apabila seseorang berkata bahawa dia telah dijadikan untuk mencapai Allah, ketahuilah bahawa dia benar-benar telah mencapaiNya.”
Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani telah memberitahu kepada seorang
dari Murid kesayangannya, “Pada pandangan Dunia, Abu Yazid telah mati, tetapi
pada pandanganku dia masih hidup dan mengetahui semua gerak-geriku.”

Antara kata-kata hikmah Syeikh Abul Hassan ‘Ali Al-Kharqani yang berisi
pengajarannya seperti berikut:
1. “Carilah Rahmat Tuhan karena ianya melampaui azab Neraka dan nikmat Syurga.”
2. “Masa lalu, masa sekarang dan masa akan datang itu adalah hijab. Bila hijab ini disingkap, engkau bisa lihat semua.”
3. “Menganggap diri sendiri itu seorang Sufi adalah satu anggapan yang besar. Sekurang-kurangnya dia bukanlah sufi.”
4. “Orang yang menunjukkan keramatnya adalah dilemparkan jauh dari Syeikh Allah.”
5. “Apabila seseorang itu betul-betul dengan ikhlas menuju Allah dan mati dalam diri mereka, maka Allah akan ditemui.”
6. “Seorang Muslim itu tidaklah terpuji karana dia berpuasa dan beribadah tetapi dia terpuji karena dalam catatan amalannya dia tidak ada berdosa semasa hidupnya. Apabila peringkat itu tercapai, dia akan takut kepada Allah dan berada dalam sopan santun dan merendahkan diri.”
7. “Barangsiapa dengan kehendak Allah dapat melihat Tuhan, dia tidak nampak yang lain. Orang yang sampai kepada Allah akan lenyaplah dirinya.”
8. “Pahlawan Tariqat itu mati walaupun dia hidup di Duniaini.”
9. “Wahai Salik, janganlah menganggap kamu telahmendapat Nur, sehingga belum kamu mengalami tujuhpuluh tahun apa yang dialami semasa aku beribadah di Khurasan sambil rukuk menghadap Mekkah dan semua harta bumi dan langit diletakkan dihadapan kamu, tetapi meskipun begitu kamu tetap tidak terpengaruh olenya dan terus merendahkan diri kepada Allah karena takut Allah tidak akan menerima ibadatmu.”
10. “Banyak orang bertawaf keliling Ka’abah, tetapi ada jugayang bertawaf keliling langit dan Syurga, namun begitu yang lebih agung dan terpuji ialah mereka yang bertawaf keliling Tauhid.”
11. “Benda-benda mula dicari dalam Dunia dan kemudian didapati, tetapi Allah dijumpai dahulu dan kemudian dicari.”
12. “Ada hamba-hamba Allah itu yang menjadi kekasihNya. Apabila mereka memanggil Nama Allah, semua burungburung
dan binatang-binatang tegak berdiam diri,Malaikat terketar, langit dan bumi akan bercahaya.Demikianlah agungnya menyebut Nama Allah itu oleh mereka hinggakan bumi bergoyang.”
13. “Tidak ada orang yang dapat menempuh jalan menuju Allah itu tanpa pertolonganNya. Dengan kesungguhan dan daya sendiri saja tidak akan berhasil.”
14. “Hiduplah dalam Dunia ini tanpa dosa.”
15. “Sentiasalah berada di samping Allah dan bukan disamping alam, karena seseorang itu sentiasa berdampingan dengan sahabatnya, dan tidak ada sahabat
yang lebih agung dari Allah.”
16. “Setengah daripada sahabat-sahabat Allah itu dapatmembaca apa yang tertulis dalam Taqdir meskipun mereka berada dalam Dunia ini.”
17. “Allah kurniakan rindu dendamNya kepada mereka yang dilimpahiNya Nur.”
18. “Wali Allah itu bukanlah makhluk atau pun insan Dunia ini.”
19. “Orang yang mencapai Allah dalam hidup yang sekarang ini dan tidak menangguhkan perjumpaan dengan Allah itu hingga setelah mati, maka dia itulah sebenarnyakekasih Allah.”
20. “Apabila Allah membawa seseorang itu ke JalanNya,maka dia akan sampai ke lembah Tauhid, tidak ada yang tahu keadaannya kecuali Allah.”
21. “Hati yang rindu kepada Allah itulah hati yang paling baik.”
22. “Apabila sakit, Allah itulah menjadi Tabib.”
23. “Barangsiapa hendakkan Syurga akan terhindar dari RahmatNya. Orang yang sentiasa berkhalwat dan menyingkirkan diri dari segala makhluk dan terus
mematikan dirinya, maka terbukalah hijab yang melindungi pandangannya dengan Tuhan.”
24. “Barangsiapa mencari keduniaan akan diperhambakan oleh Dunia. Tetapi barangsiapa menyingkirkan keduniaan, maka Dunia ini akan menjadi hambanya.”
25. “Jika dalam sesuatu masyarakat itu ada orang yang dikurniakan Allah dengan Nur dan kehampiran denganNya, maka Allah dengan RahmatNya akan mengampunkan dosa yang dilakukan oleh masyarakat itu.”
26. “Orang Darwish tidak menumpukan pandangannya kepada Dunia ini atau Akhirat.”
27. “Hanya orang yang bercita-cita tinggi itu mencapaiTuhan.”
28. “Nama Allah itu hendaklah disebut berulang-ulang setelah mematikan diri.”
29. “Hapuskan dosa dan sembahlah Allah, maka Allah akan ditemui.”
30. “Tiap-tiap orang hendak membawa sesuatu dari Dunia ini ke Akhirat, tetapi tidak ada apa-apa dalam Dunia ini yang bisa mencari jalan ke sana kecuali Fana tidak ada diri.”
31. “Takutlah Allah dan serulah Dia, dan kamu akan ditempatkan dalam keadaan Fana.”
32. “Di antara beribu-ribu orang yang menjalani jalan yang diterangkan oleh Al-Quran itu, ada seorang yang jalannya diikuti oleh Al-Quran itu sendiri, iaitu tiap-tiap
lakuannya bersesuaian dengan apa yang diterangkan oleh Al-Quran.”
33. “Orang Sufi tidak perlu cahaya matahari dan bulan karena Cahaya Allah yang ada padanya itu lebih terang dari segala cahaya.”
34. “Jalan itu akan dipendekkan oleh Allah bagi mereka yang dibimbingNya.”
35. “Makan dan minum Auliya Allah itu ialah mengenang Allah dan membicarakan tentang Allah.”
36. “Tuhan Allah itu menjadi benar-benar cahaya mata hamba-hambaNya.”
37. “Sebahagian kecil daripada Cinta Allah itu turun ke Dunia dan mencari tiap-tiap hati dalam Dunia, dan didapati tidak ada yang upaya memegangnya. Maka kembalilah ia kepada Allah.”
38. “Setelah tiap-tiap seratus tahun, satu jiwa yang sempurna akan lahir ke Dunia.”
39. “Orang yang bertemu dengan Allah itu akan mati dirinya.”
40. “Siapa yang hatinya kasih sayang kepada selain dari Allah,meskipun dia melakukan Ibadat dan bermujahadah sepanjang hidup, namun semua itu tidak akan diterimaAllah dan hatinya itu tetap tinggal mati.”
41. “Hijab yang paling besar antara insan dengan Tuhanialah Hawa Nafsu.”
42. “Kegiatan yang paling besar ialah mengenang Allah. Setelah itu ialah kesucian hidup, bersedekah danbersikap Zuhud.”
43. “Pada segi Keruhanian, duduk bersama di majlis AuliyaAllah itu adalah satu amalan yang terpuji.”
44. “Bersama di majlis Auliya Allah itu adalah satu kurniaanAllah yang besar.”
45. “Kamu melakukan Ibadat yang paling besar jika kamu dapat melarikan diri dari keduniaan.”
46. “Ka’abah yang paling besar itu ialah memandang wajah Allah.”
47. “Apabila sepuluh kali Si Salik itu merasai racun dengan
gembira dan rela, maka pada kali ke sebelas rasa gula akan diberi kepadanya. Di awal perjalanan Si Salik itu akan diuji dan ditapis.Setelah itu akan dikurniakan
kehampiran dengan Allah.”
48. “Kamu akan berjaya mencapai Allah setelah kamu diberiNya kekuatan untuk mencapaiNya dan itu pun dengan kehendakNya .”
49. “Orang yang mengorbankan kemuliaannya karena Allah,maka Allah akan memberinya pakaian KemuliaanNyasendiri.”
50. “Allah akan ditemui apabila Aku dimatikan.”
51. “Orang yang mengatakan dia mendapat Nur dan kemudian menyibarkan kepada orang ramai banyak adalahsebenarnya dia tidak ada Nur itu karena perbuatan
demikian itu adalah hijab juga.”
52. “Teruskan melakukan latihan Ruhaniah itu sehingga latihan Ruhaniah itu sendiri meninggalkan kamu.”
53. “Mematuhi kehendak Ruhaniah itu adalah lebih baik dari melakukan banyak latihan.”
54. Sekiranya setitik saja Rahmat Allah itu jatuh kepada kamu, nescaya kamu tidak akan mau apa-apa lagi dalam Dunia ini, bahkan tidak mau bercakap atau mendengar orang lain.”
55. “Ingat kepada Allah itu lebih tajam daripada tikaman seribu pedang sekali gus.”
56. “Apabila kamu melihat wajah Allah, kamu tidak akan melihat yang lain lagi sepanjang masa.”
57. “Seseorang itu hendaklah berlatih sepenuhnya selama empat puluh tahun dan kemudian bolehlah mengharapkan hasil yang memuaskan. Sepuluh tahun
melakukan latihan Keruhanian itu ialah untuk membetulkan kesalahan lidah, sepuluh tahun lagi untuk mengurangkan gemuk badan, sepuluh tahun untuk membetulkan kesalahan hati dan sepuluh tahun lagi untuk membetulkan segala kejahatan yang lain itu.”
58. “Sedikit ketawa dan banyak tangis, makan dan tidur
59. “Malanglah orang yang hidup dalam Dunia ini tanpa bercakap dengan Allah.”
60. “Jalan Ma’rifatullah itu ialah untuk orang-orang yang suci dan mabuk dalam Allah, karena bercakap dalam dzauq dengan Tuhan itu sangatlah berbahagia.”
61. “Ingat dan kenanglah Allah sentiasa.”
62. “Apabila seseorang itu menyebut Nama Allah, lidahnya terbakar dan tidak dapat menyebut nama itu lagi. Jika terlihat ia menyebutnya, maka sebenarnya memuji Dia.”
63. “Kemarahan api perpisahan dengan Tuhan itu sangatlah panas hingga jika ia terlepas dari hati orang yangmengandungnya, seluruh Dunia ini akan hangus. Tidak
lain kehendak hati orang-orang yang demikian itu ialah hendak mengenang Allah tetapi mereka dapati mereka tidak dapat berbuat demikian.”
64. “Jika hatimu terpaku pada Tuhan, seluruh Dunia tidak akan dapat memudharatkan kamu jika mereka semuanya menjadi musuhmu.”
65. “Melihat Allah beserta dengan dirimu ialah Fana dan melihat Allah saja tanpa dirimu ialah Baqa.”
66. “Bergaullah dengan orang yang hatinya terbakar dalam cinta kepada Allah dan tenggelam dengan rindu dendam kepadaNya.”
67. “Jangan buat kegiatan lain kecuali mengingat nama Allah dan jangan ingat apa-apa kecuali Dia.”
68. “Bersama dengan Allah seketika adalah lebih bernilai daripada beribadat sepanjang hayat karena keduniaan.”
69. “Tiap-tiap makhluk itu adalah hijab dan jarring kepada Salik yang ikhlas. Tidak diketahui bagaimana dan kapanseseorang itu bisa terjerat pada mereka itu.”
70. “Walaupun sekali dalam seumur hidup kamu membuatkan Allah murka, maka wajarlah kamu memohon ampun sepanjang hidup kepadaNya, karena
meskipun Dia ampunkan kamu, namun dalam hati masih terasa yang kamu telah menimbulkan kemurkaan Tuhandan tidak mematuhi Dia.”
71. “Orang yang paling baik dalam menghampirkan diri dan mengabdi kepada Ilahi ialah orang yang buta tidak melihat yang lain kecuali Allah, tuli tidak mendengar
yang lain kecuali Allah dan bisu tidak bercakap kecuali tentang Allah.”
72. “Allah telah mengurniakan sesuatu masalah kepada kita dan setelah mendampingkan kita dengan masalah itu, Dia pun menghilangkannya dari kita. Maka sewajarnyalah kita membuang semua masalah keduniaan dan berdampingan dengan Dia, agar Dia tidak jauhkandiriNya dengan kita.”
73. “Banyak orang yang berjalan-jalan di jalan tetapi mereka mati. Banyak juga yang telah berkubur tetapi mereka masih hidup.”
74. “Orang yang cinta kepada Allah itu ialah orang yang hatinya hancur lebur menjadi abu karena Allah.”
75. “Tinggalkan semua Ibadat dan dosa, dan tenggelamkan dirimu dalam lautan RahmatNya.”
76. “Manusia melihat Allah di Akhirat dengan mataKetuhanan.”
77. “Makin kuat kamu berkhidmat dengan gurumu, makin tinggi naik taraf ruhaniahnya.”
78. “Badan, lidah dan hati tidak ada paaku, hanya Allah saja dalam diriku.”
79. “Banyak orang yang beribadah dan beribadat dalam Dunia ini, tetapi sedikit benar yang membawa hasilnya bersama mereka ke Akhirat.”
80. “Ahli Dunia mendapat apa yang tercatit dalam nasib mereka, tetapi Auliya Allah mendapat apa yang tidak
tercatit dalam nasibnya.”
81. “Di jalan Tuhan, tidak ada yang lain kecuali Tuhan.”
82. “Menangislah dalam Dunia agar kamu ketawa di Akhirat kelak.”
83. “Apabila hamba itu Fana, dia akan diberi pakaian Baqa.”
84. “Dalam peringkat Ruhaniah yang paling tinggi, dahaga terhadap Allah itu sangat kuat dalam diri si hamba hinggakan jika air dari semua sungai diberi kepadanya
tidaklah dapat menghilangkan dahaganya itu bahkan bertambah dahaga lagi. Si hamba seperti ini memutuskan segala perhubungan dengan alam dan tidak pernah
megah dengan keramat yang mengalir keluar tanpa disedarinya daripada dirinya.”
85. “Gelar paling bagus untuk si hamba Allah ialah ‘Abdullah.”
86. “Untuk si Mukmin, tiap-tiap tempat itu adalah Masjid dan tiap-tiap hari itu adalah hari Jumaat.”
87. “Jangan biarkan pengemis pulang dengan tangan kosong dari rumahmu, berilah dia sesuatu walaupun kamu berhutang untuk itu.”
88. “Layanlah tetamu kamu dengan sebaik-baiknya.”
89. “Ada tiga hal keadaan yang terakhir dalam Keruhanian. Pertama kamu anggap diri kamu sebagaimana Tuhan menganggap kamu. Kedua, kamu menjadi kepunyaan Dia dan Dia menjadi kepunyaan kamu. Ketiga, kamu lenyap dan hapus dan Dia saja yang mengisikan kamu.”
90. “Sebelum kamu mati, kamu mestilah berusaha untuk mencapai tiga masalah. Pertama, dalam cintamu kepada Allah kamu menangis sebanyak-banyaknya hingga
airmata darah mengalir dari matamu. Kedua, karena takutkan Allah hinggakan air kencing kamu menjadi berupa darah. Ketiga, berjaga malam hingga kurus kering
badan kamu.”
91. Berdampinglah dengan Allah saja dan janganlah berkeinginan hendak bertemu dengan makhluk, walaupun makhluk itu Khidhr. Adakah kamu jemu berdamping dengan Allah maka kamu hendak berdamping pula dengan makhluk? Sepatutnya engkau hanya rindukan hendak berdampingan dengan Allah saja tiada yang lain.”
92. “Makhluk itu ditakluki oleh waktu atau masa dan Aku ini Tuhan bagi masa itu.”
93. “Apabila aku telah Fana, aku lihat diriku dibalut oleh Wujud Ketuhanan tetapi apabila aku pandang diriku,Fana itu pun terjatuh dari aku.”
94. “Apabila aku melampaui diri sendiri (ego), air tidak boleh melemaskan aku dan api tidak boleh membakar aku. Kemudian selama tiga bulan empat hari aku tidak
makan dan dapat menghadapi semua ujian.”
95. “Kebaikan itu adalah Sifat Allah saja, kita tidak boleh mengatakan kita baik.”
96. “Wahai Salik, jika kamu ingin menjadi pakar keramat,maka mulalah berpuasa tiap-tiap tiga hari sekali. Setelah itu empat belas hari terus-menerus. Setelah itu berpuasa selama empat puluh hari terus-menerus. Setelah itu berpuasa selama empat bulan. Akhirnya berpuasalah selama satu tahun penuh. Maka kamu akan capai satu peringkat di mana kamu akan lihat masalah Ghaib yang memegang sesuatu dengan mulutnya yang rupanya seperti ular. Jika kamu makan benda itu, kamu tidak akan berasa lapar selama-lamanya. Bila aku mula berpuasa, datanglah benda yang berupa ular itu. Aku enggan menerimanya karena itu akan menghalang aku dari mendapat Rahmat Tuhan. Aku berdoa kepada Allah supaya mengurniakan aku apa yang Dia kehendaki terus langsung dan bukan melalui perantara. Tuhan berfirman,
“Setelah ini kamu akan berasa kenyang dan tidak dahagatanpa makan dan minu m apa pun.” Maka aku pun tidak lagi berasa lapar dan dahaga. Aku pun diberi makan
secara Ghaib ini tetapi rasanya manis seperti madu danwangi seperti kasturi. Dunia tidak tahu dari mana aku dapat makan.”
97. “Selagi aku memandang kepada pertolongan yang lain dari Allah, maka selagi itulah aku tidak berjaya dalam Ibadatku. Tetapi bila aku putuskan perhubungan dengan makhluk dan berharap kepada Allah saja, maka aku dapati segala rintangan dalam perjalanan Keruhanianku itu hilang lenyap dengan kurnia Allah dan tanpa dayausaha dari diriku dan hasilnya sangatlah besar dan memuaskan.”
98. “Ketahuilah luas kasih sayang Tuhan itu. Jika dosa seluruh Dunia ini ibandingkan dengannya adalah tidak lebih dari sebutir pasir saja.”
99. “Aku minta jangan ada hendaknya Neraka dan Syurgaagar manusia cinta kepada Allah karena Allah saja.”
100. “Jalan-jalan menuju Allah itu tidak terkira dan tidak terhad. Bolehlah dikatakan banyaknya itu seperti banyaknya makhluk ini. Tiap-tiap orang berjalan di jalan
itu menurut daya upayanya. Aku telah menjalani hampir jalan-jalan itu dan aku dapati ada orang yang berjalan di jalan-jalan tersebut. Tidak ada jalan yang kosong dan tidak ditempuhi orang. Kemudian aku berdoa kepada Allah, “Tunjukilah kepaaku jalan yang tidak ada orang menempuhinya dan tidak ada di jalan itu kecuali Engkau dan aku saja.” Allah tunjukkan kepaaku jalan rindu dendamnya jiwa. Ini barerti barangsiapa hendak berjalan di jalan Cinta Allah ini hendaklah jangan takut susah payah yang akan menimpanya dalam perjalanan itu. Hendaklah patuh sepenuhnya menurut perintahNya dan ingat kurniaNya dan sentiasa bersyukur kepadaNya.”
101. Orang yang dipandang penakut oleh Dunia ini adalah berani pada pandangan Tuhan dan orang yang penakut pada pandangan Tuhan itu ialah orang yang
dipuji dan dipuja oleh Dunia sebagai pahlawan.”
102. “Apa yang aku ceritakan kepada kamu adalah perutusan dari Allah, ianya sangat suci dan Dunia tidak boleh mengatakan itu haknya.”
103. “Apa saja keutamaan Ruhaniah yang aku capai adalah hasil dari memencilkan diri dan menututp mulutku.”
104. “Suara Ketuhanan berkata, “Abul Hassan, patuhlah kepaaku karena Aku hidup tanpa mati. Jika kamu patuh kepaaku, maka Aku akan kurniakan kepadamu
hidup yang kekal. Janganlah hampir kepada masalah yang aku larang.”
105. “Dengan kurnia Allah, diberinya aku peringkat Ruhaniah yang lebih tinggi dari yang dikurniakanNya kepada Abu Yazid.
106. “Aku ini bukan menetap dan bukan pula dalam perjalanan. Peringkat ini lebih rendah dari peringkat yang aku nikmati sekarang iaitu aku telah menetap dalam
Tauhid dan berjalan dalam Allah. Oleh karena Allah telah menghapuskan diri egoku, maka Neraka dan Syurga tidak menjadi persoalan kepaaku. Keadaan aku
sekarang ialah jika semua penghuni Neraka dan Syurga masuk ke dalamnya nescaya mereka semua akan Fana hancur lebur.”
107. “Ya Allah, KurniaMu paaku tidak kekal dan kurniaku padaMu adalah kekal. Karena KurniaMu padaku ialah diri Aku dan kurniaku kepadaMu ialah Engkau. Aku mati tetapi Engkau hidup abadi.”
108. “Ya Allah, aku ingin mencapai peringkat di mana aku tidak ada lagi dan Engkau saja yang ada dalamku.”
109. “Dunia lari dari mereka yang menuntutnya. Engkau Maha Kasih dan suka menghampirkan diriMu kepada mereka yang menuju jalan kepadaMu.”
110. “Oh Tuhan, aku juga yang selalu menyakitkan Kamu, tetapi Kamu sentiasa memberi kurnia yang tidak putusputus kepalaku.”
111. “Ada orang mencari kebahagiaan dengan sikap Zuhud, ada yang dengan berjalan menuju Ka’abah dan ada pula yang mencari kebahagiaan dalam Ibadat.
Jadikanlah aku tidak termasuk dalam golongan mereka itu, tetapi jadikanlah bahagiaku itu dalam Engkau dan Engkau saja.”
112. “Oh Tuhan, bawalah aku kepada AuliyaMu yang tahu menyebut NamaMu sebagaimana ia patut disebut, agar aku dapat berkat dengan mengkhidmati mereka
itu.”
113. “Ya Allah, aku ini hanya hambaMu yang hina. Ibadatku dan Zikirku tidak bernilai padaMu. Terimalah aku yang lemah ini yang tidak ada pergantungan selain
Kamu dan Kamu saja pelindungku.”


Sumber : AR-RISALAH AL-‘ALIYAH
Faqir Maulawi Jalalluddin Ahmad Ar-Rowi An-Naqshbandi Al-Mujaddidi Al-Uwaisi
‘Ufiya Allahu ‘Anhu Wali Walidaihi