Yang jadi tujuan utamanya tetap maknanya. Senandung hanyalah bagian sekunder yang menyebabkan bacaan itu jadi terasa lebih bermakna.
Umat menyambut datangnya bulan Maulid, yang penuh suka cita, dengan perayaan Maulid Nabi SAW di sana-sini. Dalam majelis Maulid yang mereka gelar, dibacakanlah kitab-kitab Maulid dengan suara-suara nan syahdu dan senandung yang acap menggetarkan hati.
Ada apa di balik senandung kitab-kitab Maulid itu, yang oleh sementara pihak justru dipandang salah, khususnya terkait dengan status keshahihan berita-berita yang dibawa dalam senandung-senandung Maulid tersebut?
Abuya K.H. Saifuddin Amsir, salah seorang ulama kebanggaan kota Jakarta saat ini, salah seorang rais syuriyah NU, sekaligus pengasuh rubrik Kitab Kuning di majalah kesayangan kita ini, berkenan untuk menyampaikan paparannya terkait hal tersebut. Berikut sebagian yang disampaikannya kepada para pembaca setia alKisah.
Makna sebagai Tujuan
Sesungguhnya masalah senandung hanyalah bagian yang diposisikan urgensinya pada daerah psikologis. Jadi kalau bacaan itu yang sudah disusun begitu baik, sangat puitis, dan kaidah-kaidah yang berlaku dalam puisi, yang disebut nazham, kan menjadi datar bila tidak disenandungkan? Jadi, yang jadi tujuan utamanya tetap maknanya. Senandung hanyalah bagian sekunder yang menyebabkan bacaan itu jadi terasa lebih bermakna, agar penyampaiannya diharapkan lebih mengena atau lebih terasa. Dalam banyak hal, senandung pada bacaan-bacaan tertentu, yang memiliki semacam dorongan yang lebih dari bacaan yang tidak bersenandung, bagi kaum sufi atau bahkan sebagian dari mereka yang tidak terlalu memiliki dasar dalam wawasan kesufian, nyatanya memang amat mempengaruhi orang, misalnya karena gaya-gaya bersenandung seperti yang ada di tengah-tengah masyarakat kita.
Ini bukan cerita yang tidak pernah terjadi. Kalau di kalangan tertentu, misalnya sebagaimana yang saya dapat dari Habib Abdullah bin Husein Al-Attas Asy-Syami, di masanya, yaitu di masa beliau masih muda, di kala masyayikh (para tuan guru) berkumpul, bahkan dengan cara yang biasa saja sebagaimana cara di kalangan Hadhrami (orang-orang Hadhramaut), ternyata cukup membuat beberapa orang yang hadir di sana sampai pingsan, karena bait-bait yang sedang dibacakan. Di kalangan mereka, dengan gaya yang datar saja sudah banyak yang sampai kehilangan kesadaran, tenggelam dalam makna-makna kalimat yang tengah disenandungkan.
Saya juga pernah melihat pemandangan serupa saat di Suriah, ketika dalam sebuah majelis dibacakan qashidah-qashidah. Setelah beberapa bait dibaca, ada orang yang sampai melompat ke tengah-tengah dan berputar. Apa yang dilakukan oleh orang itu bukan sesuatu yang sama dengan apa yang dilakukan pada tarian-tarian tertentu yang terkadang lebih mengarah pada aspek hiburan religius. Ini lebih tepat dikatakan semacam ekstase. Saat itu, sampai-sampai tangan orang tersebut ditarik oleh syaikh dalam majelis itu, untuk menyadarkan ketidaksadaran orang tersebut. Jadi, mereka tenggelam dalam makna-makna yang diungkap pada kalimat-kalimat yang disenandungkan.
Disemarakkan oleh Muhadditsin
Bila ada keraguan terhadap berita-berita yang ada pada sementara isi kitab Maulid, itu memang sesuatu yang tidak bisa dihindari. Tapi yang perlu diingat, berita-berita itu juga diceritakan oleh banyak ulama. Hemat saya, keraguan terhadap hal-hal itu mungkin awalnya terinspirasi oleh adanya kitab-kitab Maulid yang dianggap oleh sebagian ahli hadits lebih banyak memuat cerita yang dibuat-buat, atau kalau dalam ilmu hadits masuk dalam kategori al-maudhu’at (hadits-hadits palsu).
Namun demikian, bukan sedikit dari yang dituduh al-maudhu’at itu ternyata menjadi penunjang yang tidak sederhana untuk keperluan yang lebih penting dari sekadar gambaran berita-berita itu sendiri. Gambaran-gambaran itu pun belum tentu mustahil. Sebagian berita itu mungkin diceritakan dengan sanad yang dipertanyakan, tapi menyatakan gambaran-gambaran itu sebagai sesuatu yang pasti mustahil adalah sebuah kesalahan. Ingat, menyatakan itu sebagai suatu hal yang mustahil juga merupakan klaim, dan itu perlu pembuktian. Bahwa secara sanad itu disebut maudhu’, ya bisa saja.
Sebagai contoh pada kisah Asy-syaffa, ibunda sahabat Abdurrahman bin Auf, yang merasa gusar luar biasa terhadap anaknya itu karena sangat si anak (sebelum masuk Islam) terlihat memusuhi Rasulullah. Sang ibu marah-marah karena merasa si anak sebenarnya tidak tahu apa-apa terhadap pribadi Rasulullah SAW. ”Saya yang membidani kelahiran Muhammad. Sayalah yang menjadi bidannya. Saat itu, saya sampai tidak kuat melihat cahaya yang terlalu banyak yang memenuhi ruang dan melihat bintang-bintang yang datang mendekat.” Ini kan gambaran yang sangat spektakuler hingga dalam pandangannya ia melihat adanya bintang-bintang yang mendekat di sekitar lokasi kelahiran Rasulullah SAW.
Sekarang kita melihat, misalnya di Sunda Kelapa ada imam masjid yang berasal dari Madinah, Syaikh Ali Jabir, yang dalam lingkungan masyarakatnya di sana mungkin konotasinya dekat ke Wahabi. Ternyata ia pun ikut menuliskan gambaran ketika Rasulullah SAW terlahir dalam keadaan bersujud. Sejak dulu, banyak yang seperti ini, yaitu ketika seseorang pun tak kuasa menolak berita-berita yang disampaikan oleh begitu banyak ulama dari zaman ke zaman.
Tapi kemudian, memang harus diseimbangkan antara yang shahih dan yang berlebihan. Yang berlebihan itu pun mesti melihat bahwa semua ini dilakukan tidak berlatar tendensi sedikit pun untuk sebuah kedustaan.
Tak aneh bila Syaikh Nawawi Al-Bantani sampai memerlukan diri untuk menuliskan syarah kitab Maulid Al-Barzanji berjudul Madarij ash-Shu’ud ila Iktisa’ al-Burud. Orang tahu, di dalam Al-Barzanji terdapat gambaran-gambaran luar biasa yang mungkin dipertanyakan sekarang, tapi betapapun Al-Barzanji sendiri notabene seorang muhaddits.
Lihat pula Ad-Diba’i, yang juga dikenal sebagai ulama ahli hadits unggulan. Bahkan ia mempunyai kitab yang mengoreksi hadits-hadits dha’if, Tamyiz ath-Thayyib min al-Khabits fima Yaduru ’ala Alsinah an-Nas min al-Hadits.
Tampak dalam karyanya itu ia seorang yang spesialis dalam ilmu hadits. Dalam kajian hadits, ia mengkhatamkan kitab hadits Shahih Al-Bukhari sampai 200 kali. Ini sebuah catatan yang menunjukkan betapa ia seorang yang sangat spesialis di bidang ini.
Tapi, tak urung, di dalam kitabnya terdapat hadits-hadits yang menjadi pertanyaan dan terus disorot oleh sebagian pihak. Itu sebabnya tadi saya katakan, tokoh semacam Syaikh Ali Jabir, yang karena lahir dan besar di Arab Saudi, sebagai negeri kaum Wahabi, boleh jadi mestinya ia berada pada pihak yang menolak berita-berita yang dianggap berlebihan dalam kelahiran Rasulullah SAW, ternyata tidak demikian. Syaikh Ali Jabir ikut membawakan riwayat ketika Rasulullah SAW terlahir dalam keadaan bersujud.
Kasus Al-Albani
Yang perlu diperhatikan di sini, berita-berita semacam itu sesungguhnya tidak sepi begitu saja dari riwayat-riwayat yang melatarbelakanginya. Boleh saja sementara orang mengkritisinya, tapi selayaknya hanya sampai pada batas melemahkan. Kalau sampai pada batas meniadakan, itu perlu pembuktian lagi. Bukti tidak adanya itu apa?
Oleh sebab itu ahli-ahli hadits yang tidak terlalu ketat dalam periwayatannya terhadap berita-berita saat kelahiran Rasulullah SAW tetap meriwayatkannya saat mengisahkan kelahiran Rasulullah SAW. Karena itu, walaupun pada isu-isu tersebut mereka sebutkan lemah periwayatannya, itu tidak sampai pada tingkat kemustahilan.
Dengan berputarnya roda zaman, ada semacam kemajuan tingkat berpikir di tengah masyarakat. Sayangnya, kemajuan itu tidak mendudukkan arti kemajuan itu pada posisinya yang benar. Orang selalu dituntut secara aqidah formal, pada hal-hal yang sebenarnya hanya bisa diberlakukan dalam konteks hukum atau aqidah, bukan pada riwayat semacam ini. Karena yang semacam ini tidak didudukkan sebagai suatu hukum atau aqidah.
Ulama pun sepakat bahwa hal-hal ini tidak dijadikan sebagai hukum dan tidak masuk dalam wilayah aqidah, yang seseorang wajib mempercayainya, atau seseorang yang tidak mempercayainya telah kufur. Tidak demikian ulama memandangnya. Jadi memang tidak perlu dituntut sejauh itu, misalnya tentang sanadnya, keshahihannya, dan sebagainya.
Kalau dituntut seperti itu, jangan-jangan orang-orang itu sendiri yang justru kurang memiliki bekal memadai sebelum menyatakan tuntutannya itu. Perhatikan saja, sekarang ini banyak ”ahli hadits” yang secara serampangan berani mengoreksi hadits Al-Bukhari sebagai sesuatu yang menurutnya boleh jadi menanggung ketidakshahihan. Kata-kata ”boleh jadi” itu harus disebut, jangan diklaim ”ini adalah tidak shahih”. Sebab dalam hadits, jalur-jalur sanad sedemikian banyaknya, bagaikan samudera yang tak bertepi.
Makanya, orang semacam Al-Albani, yang gemar menjustifikasi hadits ini lemah, hadits itu palsu, dan sebagainya, ia pun kemudian menjadi orang yang sangat kelimpungan dengan dunia yang ingin ia geluti itu. Dalam kitab-kitabnya sendiri keterangan yang bersumber darinya bertabrakan di sana-sini. Satu saat ia menilai suatu hadits itu shahih, pada saat yang lain ia mengatakan itu dhaif, atau sebaliknya. Dan ini bukan di satu-dua tempat, bahkan mencapai jumlah ribuan, seperti yang direkam oleh seorang ulama Suriah, Sayyid Hasan bin Ali Assegaf, dalam kitabnya, Tanaqudhat Al-Albani, yang secara khusus memaparkan bukti-bukti tertulis dari kitab-kitab Al-Albani sendiri yang menunjukkan inkonsistensi Al-Albani dalam menilai hadits. Ini yang menyebabkan sering kali para ahli hadits menantang Al-Albani untuk berdebat secara terbuka dalam ilmu hadits, sesuatu yang semua orang tahu bahwa Al-Albani tidak pernah mau melayaninya.
Tidak aneh kalau, misalnya, buku-buku karya murid-murid Syaikh Abdullah Al-Harari tidak pernah mau menyebut Al-Albani sebagai ”al-muhaddits”. Mereka menyebutnya ”as-sa’ati” (tukang reparasi jam tangan), karena memang itulah profesi Al-Albani yang sesungguhnya. Mungkin ini juga semacam luapan ekspresi para penggiat dalam dunia ilmu hadits terhadap sikap over Al-Albani saat mengkritisi hadits, dengan kesiapan perangkat keilmuan yang amat jauh dari standar pada lazimnya yang ada di kalangan ulama ahli hadits.
Kekuasaan Allah Semata
Terlalu banyak orang yang menjadi pongah ketika baru saja mendengar istilah shahih, hasan, dhaif, maudhu’. Dia sendiri sebenarnya baru pernah mendengar istilah itu. Kemudian orang-orang semacam ini tampak lebih muncul di permukaan, dan mudah mempertanyakan, ”Itu shahih nggak, itu dha’if nggak?” Mereka menjadi komunitas yang bahkan menjadi lebih galak (baca: gencar menyerang) dari era sebelumnya. Padahal, setelah itu mereka pun kehabisan bekal untuk mendalami hal-hal pelik dalam ilmu hadits. Di Masjid Sunda Kelapa, pada kepemimpinan Bapak Saiful Hamid, saya melihat orang-orang yang rata-rata sebelumnya galak dengan perhelatan Maulid di sana-sini tiba-tiba berbalik menjadi ikut serta dan merasakan kenikmatan membaca kitab Maulid sesudah beliau yang memimpin itu dan membeli kitab Maulid yang sudah diterjemahkan. Jadi, setelah mendapat wawasan tentang makna-makna yang tertulis dalam buku itu, mereka menjadi kehilangan rasa untuk mempersoalkan ihwal haditsnya, karena hati mereka akhirnya mengiyakan makna yang ingin dituju dari kitab-kitab Maulid itu.
Kalau dikatakan Nabi lahir dalam keadaan bersujud, kenapa ini jadi pertanyaan besar, padahal banyak bayi yang lahir dalam keadaan sungsang. Kalau ada yang mengisahkan bahwa Rasulullah SAW tidak terlahir lewat rahim, karena itu merupakan makhraj al-baul (tempat keluarnya air seni), sekarang pun itu bukan persoalan, sebab berapa banyak bayi saat ini yang tak terlahir dari rahim karena operasi caesar. Kalau ada yang menolak berita ini, apakah ada yang bisa membuktikan bahwa beliau dilahirkan memang benar-benar keluarnya dari rahim?
Ternyata, untuk dunia medis zaman sekarang, hal itu pun bukan lagi sesuatu yang aneh. Sekarang apanya yang aneh, bahkan sudah cukup lama dunia medis pun dapat memecahkan batu-batu di dalam ginjal hanya dengan cahaya sinar tertentu yang disorot dari luar tubuh seseorang. Cahaya sinar itu memiliki ukuran-ukuran tertentu dan disorot dari jarak tertentu, yang semuanya itu diatur oleh tangan manusia. Bagaimana bisa divonis mustahil bila keistimewaan yang ada dalam berita-berita kelahiran Rasulullah SAW itu tak terlepas dari campur tangan para malaikat Allah SWT?
Kegaduhan pemikiran yang beredar di kalangan ulama sekarang harus diperhatikan bahwa ini tidak tepat untuk dianggap sebagai tema-tema kebohongan dalam penggunaan dalil-dalil syari’at, tetapi bahkan bisa berbalik justru menjadi kamuflase atau pemalsuan yang berdampak bahwa suatu ketika Islam bisa menjadi kehilangan identitasnya, karena meminggirkan begitu saja pemikiran para ulama sejak dulu hingga sekarang.
Alhamdulillah, di Jakarta, mungkin karena semakin banyak tekanan yang datang dari berbagai arah atau gencarnya propaganda lewat berbagai media yang memandang dengan penuh ketidaksukaan terhadap perhelatan-perhelatan Maulid, anak-anak muda Jakarta yang sadar atas hal ini mencoba semakin ingin menyemarakkan Maulid. Bahkan peralatan sampingannya (hadhrah, marawis, dan lain-lain) menjadi lebih lengkap dari yang dulu-dulu. IY
Sumber : Majalah Al Kisah
Tampilkan postingan dengan label Mawlid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mawlid. Tampilkan semua postingan
Senin, 09 September 2013
Rabu, 23 Januari 2013
Jadwal Maulid Akbar Tahun 1434H/2013M
Assalamualaikum,
berikut adalah jadwal maulid dari beberapa majelis taklim. mohon koreksi sekiranya ada yang berbeda.
wassalam.
1. Maulid Bersama Majelis Rosulloh Saw Di Silang Monas
Kamis , 24 Januari 2013
Mulai jam : 07 Pagi s.d Selesai
Tempat : Monas Jakarta Pusat
===============================================
2. MAULID AGUNG DI MASJID AL ABIDIN
KAMIS MALAM JUM’AT, 24 JANUARI 2013
PUKUL 19.00 WIB
DI MASJID AL ABIDIN PONDOK BAMBU JAKARTA TIMUR
====================================================
3. MAULID NABI SAW & HAUL ALHABIB ABAS BIN ABUBAKAR ALAYDRUS
HARI / TGL : KAMIS / 24 JAN 2013 JAM 12.00-SELESAI
TEMPAT : KRAMAT RAWA BOKOR ,KALIDERES BANDARA
====================================================
4. MAULID NABI SAW DI ALHABIB ALI BIN SAHIL
HARI / TGL ; KAMIS / 24 JAN 2013 JAM 08.00 – SELESAI
TEMPAT : JL K.S TUBUN BELAKANG HOTEL IBIS SLIPI
======================================================
5. MAULID AGUNG NABI MUHAMMAD SAW
Jum’at, 25 Januari 2013 - Jam : 20.00 WIB
Masjid Jami’ Haqqul Yaqiin
Jl. Gotong Royong, Larangan Indah, Larangan-Ciledug, Tangerang
====================================================
6. Maulid Nabi Muhammad Saw di Masjid Agung Kota Batam Sabtu, 26 Januari 2013
Bada Isya jam 19.00
Penceramah : Habib Muhammad Luthfi bin Yahya habib-luthfi-yahya1
======================================================
7.Maulid Nabi Muhammad saw Di WAN SYEICHON
Sabtu Malam Minggu, 2 Pebruari 2013 pukul 19.00 WIB
dikediaman Al Habib Syechon bin Musthofa Albahr Gg. Nangka Bintara Bekasi.
======================================================
8. MAULID DI Maqam Kramat Habib Ahmad bin Alwi Al Haddad ( Habib Kuncung )
Minggu, 3 Februari 2013
pukul 15.00 WIB
di Maqam Kramat Habib Ahmad bin Alwi Al Haddad Kalibata Jakarta Selatan hbi kuncung
===================================================
9. MAULID NABI MUHAMMAD SAW DI EMPANG KERAMAT BOGOR
Selasa, 5 Februari 2013
pukul 18.00 WIB
di Masjid Kramat Empang Bogor.
Haul Al Imam Abdullah bin Muhsin Alatthas Kramat Empang bogor Rabu 6 februari 2013 jam 08.00 pagi
masjid empang bogor
==================================================
10.Ziarah bersama ke Maqam Al Habib Ali Al Habsyi Kwitang
Rabu, 6 Februari 2013
pukul 18.00 satWIB
habib ali alhabsy kwitang dan habib ali bungur
==================================================
11.Maulid Nabi Muhammad saw habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi Kwitang
Kamis , o7 pebruari 2013
Bada asyar ( Tempat islamic Center Kwitang)
=============================================
12. Maulid Nabi Muhammad saw di Pondok Pesantren Al Haromain Asy Syarifain Pondok Rangoon Cipayung Jakarta Timur
Kamis, 7 Februari 2013
pukul 08.00 WIB
di Pondok Pesantren Al Haromain Asy Syarifain Pondok Rangoon Cipayung Jakarta Timur HABIB HAMID AL KAFF
====================================================
13. Maulid Nabi Muhammad saw di Majlis Talim Al Afaf Habib Ali bin abdurahman assegaf Jumat, 8 Pebruari 2013
waktu : Sholat Subuh berjamaah
Tempat: Majlis talim al afaf Tebet Barat
HABIB ALI ASSEGAF, HABIB RIZIQ DAN HABIB MUHSIN ALATHOS
================================================
14. Maulid Nabi Muhammad saw Alhawi Condet
Sabtu, 9 Pebruari 2013
Jam : 09 pagi – 12 00
Tempat : Condet dekat PGC cililtan alhawi1
===================================================
15. Ziarah bersama dan Maulid Nabi Muhammad saw di Masjid Keramat luar batang Al habib Husein bin Abu bakar Al Idrus
Minggu, 10 Februari 2013
pukul 08.00 WIB
Tempat : Masjid luar batang Penjaringan jakarta utara
================================================
16. Ziarah bersama dan Maulid Nabi Muhammad saw di Masjid keramat Kampung Bandan
Minggu, 10 Pebruari 2013
Waktu : BadaDzhuhur
Tempat : Masjid Keramat kampung Bandan Ancol
facebook-import-Ekspedisi-Marunda-IV-Jakarta-Heritage-Trails-13
===============================================
17. Maulid Nabi Muhammad saw Di Habib Husein bin Ali Al athos
Senin, 11 Pebruari 2013
Bada Maghrib ( Tempat gang buluh Condet )
PARA HABAIB DAN HABIB ALI BUNGUR JAKARTA
==============================================
18.Maulid Nabi Muhammad saw di Majlis Talim Habib salim bin zindan
Senin, 11 Pebruari 2012
Waktu : Ba’da Ashar (150.30 – 17.30 WIB)
Tempat : Majlis Ta’lim dan Waqaf
habib Salim bin Ahmad bin Jindan
Jl. Otista Raya No. 117 Jakarta-Timur
=================================================
19. MAULID AGUNG KEDIAMAN AL HABIB AHMAD BIN SHOLEH AL ATTHOS, BEKASI.
Senin, 11 februari 2013
ba’da maghrib.
Jl. RA. Kartini Gg.mawar 6. (depan rumah sakit bhakti kartini) Margahayu bekasi timur.
===================================================
20. Maulid Nabi Muhammad saw di Majlis Habib Salim bin Thoha Al Haddad Ps. Minggu Jakarta Selatan.
Rabu, 13 Februari 2013 pukul 08.00 WIB
Majlis Habib Salim bin Thoha Al Haddad Ps. Minggu Jakarta Selatan
=========================================
21. Maulid Nabi Muhammad saw di Majlis Syamsis Syumus
Sabtu, 16 Februari 2013
pukul 15.00 WIB
HABIB MUSTAFA BIN ABDULLOH ALAYDRUS
==========================================
22. Maulid Nabi Muhammad saw dan Haul di Habib Umar bin hud Al athos
Minggu, 17 Februari 2013
pukul 10.00 WIB Haul Habib Umar bin Hud Alatthas Cipayung Bogor
HABIB UMAR BIN HUD AL ATHOS CIPAYUNG BOGOR
================================================
23. Maulid Agung Di Pon-Pes Alfachriyah ciledug
Ahad 24 Februari 2013
jam 08.00 s,d 12.00
Larangan Ciledug Tangerang
===================================================
Sumber: http://sachrony.wordpress.com
berikut adalah jadwal maulid dari beberapa majelis taklim. mohon koreksi sekiranya ada yang berbeda.
wassalam.
1. Maulid Bersama Majelis Rosulloh Saw Di Silang Monas
Kamis , 24 Januari 2013
Mulai jam : 07 Pagi s.d Selesai
Tempat : Monas Jakarta Pusat
===============================================
2. MAULID AGUNG DI MASJID AL ABIDIN
KAMIS MALAM JUM’AT, 24 JANUARI 2013
PUKUL 19.00 WIB
DI MASJID AL ABIDIN PONDOK BAMBU JAKARTA TIMUR
====================================================
3. MAULID NABI SAW & HAUL ALHABIB ABAS BIN ABUBAKAR ALAYDRUS
HARI / TGL : KAMIS / 24 JAN 2013 JAM 12.00-SELESAI
TEMPAT : KRAMAT RAWA BOKOR ,KALIDERES BANDARA
====================================================
4. MAULID NABI SAW DI ALHABIB ALI BIN SAHIL
HARI / TGL ; KAMIS / 24 JAN 2013 JAM 08.00 – SELESAI
TEMPAT : JL K.S TUBUN BELAKANG HOTEL IBIS SLIPI
======================================================
5. MAULID AGUNG NABI MUHAMMAD SAW
Jum’at, 25 Januari 2013 - Jam : 20.00 WIB
Masjid Jami’ Haqqul Yaqiin
Jl. Gotong Royong, Larangan Indah, Larangan-Ciledug, Tangerang
====================================================
6. Maulid Nabi Muhammad Saw di Masjid Agung Kota Batam Sabtu, 26 Januari 2013
Bada Isya jam 19.00
Penceramah : Habib Muhammad Luthfi bin Yahya habib-luthfi-yahya1
======================================================
7.Maulid Nabi Muhammad saw Di WAN SYEICHON
Sabtu Malam Minggu, 2 Pebruari 2013 pukul 19.00 WIB
dikediaman Al Habib Syechon bin Musthofa Albahr Gg. Nangka Bintara Bekasi.
======================================================
8. MAULID DI Maqam Kramat Habib Ahmad bin Alwi Al Haddad ( Habib Kuncung )
Minggu, 3 Februari 2013
pukul 15.00 WIB
di Maqam Kramat Habib Ahmad bin Alwi Al Haddad Kalibata Jakarta Selatan hbi kuncung
===================================================
9. MAULID NABI MUHAMMAD SAW DI EMPANG KERAMAT BOGOR
Selasa, 5 Februari 2013
pukul 18.00 WIB
di Masjid Kramat Empang Bogor.
Haul Al Imam Abdullah bin Muhsin Alatthas Kramat Empang bogor Rabu 6 februari 2013 jam 08.00 pagi
masjid empang bogor
==================================================
10.Ziarah bersama ke Maqam Al Habib Ali Al Habsyi Kwitang
Rabu, 6 Februari 2013
pukul 18.00 satWIB
habib ali alhabsy kwitang dan habib ali bungur
==================================================
11.Maulid Nabi Muhammad saw habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi Kwitang
Kamis , o7 pebruari 2013
Bada asyar ( Tempat islamic Center Kwitang)
=============================================
12. Maulid Nabi Muhammad saw di Pondok Pesantren Al Haromain Asy Syarifain Pondok Rangoon Cipayung Jakarta Timur
Kamis, 7 Februari 2013
pukul 08.00 WIB
di Pondok Pesantren Al Haromain Asy Syarifain Pondok Rangoon Cipayung Jakarta Timur HABIB HAMID AL KAFF
====================================================
13. Maulid Nabi Muhammad saw di Majlis Talim Al Afaf Habib Ali bin abdurahman assegaf Jumat, 8 Pebruari 2013
waktu : Sholat Subuh berjamaah
Tempat: Majlis talim al afaf Tebet Barat
HABIB ALI ASSEGAF, HABIB RIZIQ DAN HABIB MUHSIN ALATHOS
================================================
14. Maulid Nabi Muhammad saw Alhawi Condet
Sabtu, 9 Pebruari 2013
Jam : 09 pagi – 12 00
Tempat : Condet dekat PGC cililtan alhawi1
===================================================
15. Ziarah bersama dan Maulid Nabi Muhammad saw di Masjid Keramat luar batang Al habib Husein bin Abu bakar Al Idrus
Minggu, 10 Februari 2013
pukul 08.00 WIB
Tempat : Masjid luar batang Penjaringan jakarta utara
================================================
16. Ziarah bersama dan Maulid Nabi Muhammad saw di Masjid keramat Kampung Bandan
Minggu, 10 Pebruari 2013
Waktu : BadaDzhuhur
Tempat : Masjid Keramat kampung Bandan Ancol
facebook-import-Ekspedisi-Marunda-IV-Jakarta-Heritage-Trails-13
===============================================
17. Maulid Nabi Muhammad saw Di Habib Husein bin Ali Al athos
Senin, 11 Pebruari 2013
Bada Maghrib ( Tempat gang buluh Condet )
PARA HABAIB DAN HABIB ALI BUNGUR JAKARTA
==============================================
18.Maulid Nabi Muhammad saw di Majlis Talim Habib salim bin zindan
Senin, 11 Pebruari 2012
Waktu : Ba’da Ashar (150.30 – 17.30 WIB)
Tempat : Majlis Ta’lim dan Waqaf
habib Salim bin Ahmad bin Jindan
Jl. Otista Raya No. 117 Jakarta-Timur
=================================================
19. MAULID AGUNG KEDIAMAN AL HABIB AHMAD BIN SHOLEH AL ATTHOS, BEKASI.
Senin, 11 februari 2013
ba’da maghrib.
Jl. RA. Kartini Gg.mawar 6. (depan rumah sakit bhakti kartini) Margahayu bekasi timur.
===================================================
20. Maulid Nabi Muhammad saw di Majlis Habib Salim bin Thoha Al Haddad Ps. Minggu Jakarta Selatan.
Rabu, 13 Februari 2013 pukul 08.00 WIB
Majlis Habib Salim bin Thoha Al Haddad Ps. Minggu Jakarta Selatan
=========================================
21. Maulid Nabi Muhammad saw di Majlis Syamsis Syumus
Sabtu, 16 Februari 2013
pukul 15.00 WIB
HABIB MUSTAFA BIN ABDULLOH ALAYDRUS
==========================================
22. Maulid Nabi Muhammad saw dan Haul di Habib Umar bin hud Al athos
Minggu, 17 Februari 2013
pukul 10.00 WIB Haul Habib Umar bin Hud Alatthas Cipayung Bogor
HABIB UMAR BIN HUD AL ATHOS CIPAYUNG BOGOR
================================================
23. Maulid Agung Di Pon-Pes Alfachriyah ciledug
Ahad 24 Februari 2013
jam 08.00 s,d 12.00
Larangan Ciledug Tangerang
===================================================
Sumber: http://sachrony.wordpress.com
Jumat, 03 Februari 2012
Jadwal Mawlid Agung 2012 di Jakarta
Assalamualaikum
Berikut adalah Jadwal MAwlid Agung di Jakarta pada Bulan Rabiul Awal 1433 H. Silahkan mendatangi bersama2 membaca sholawat dan mawlid untuk Nabi kita Muhammad SAW.
1. Maulid akbar bersama Majelis Rosululloh
Minggu, 05 Februari 2012 jam 07.00
tempat : Monas jakarta
==============================================
2. MAULID AGUNG DI HABIB ABAS BIN ABUBAKAR ALAYDRUS
HARI/TGL : AHAD / 5 FEB 2012
WAKTU : 12.30 / BADA ZHUHUR – SELESAI
TEMPAT : RAWABOKOR ,KLDERES ,CENGKARENG
==================================================
3. Maulid Akbar Masjid AlAbidin
Jl.Masjid Al-Abidin Pd.Bambu jakarta Timur
Kamis 09 Februari 2012
Kamis Malam Jum’at Ba’da Sholat Isya’ Berjamaah
===================================================
4. Maulid Nabi Muhammad saw di Habib Syeikhon bin Musthofa albahar ( Wan syechan )
Sabtu malam minggu, 11 Pebruari 2012
Ba’da isya
bertempat :jln bintara jaya gg nangka (sebrang pom bensin bintara jaya ) bekasi
barat
==================================================
5. Maulid & Haul Syech Abdul Qodir Al-Jaelani
Hari Minggu, 12 Maret 2012, (Ba’da Ashar) s/d 12 Malam. Bertempat di Majelis
Ta’lim Annidzom Jl. Raya Mauk Kp. Sulang, Sepatan Tangerang
Dengan Penceramah : 1. Habib Muhamad Al-Idrus, 2. Habib Muhdor, 3. KH. Muslih
Maulid Nabi Muhammad saw Di Maqom Habib Ahmad bin Alwi Alhadad ( Habib Kuncung )
Minggu, 12 Pebruari 2012
Waktu Bada asyhar ( Dekat Mall kalibata Jak Sel )
=================================================
6. Maulid Nabi Muhammad saw Di Habib Husein bin Ali Al athos
Senin, 13 Pebruari 2012
Bada asyar ( Tempat gang buluh Condet )
==================================================
7. Maulid Akbar bersama Al-Habib Munzir Al-Musawa-Majelis Rasulullah saw, pada 14
Februari 2012, Selasa malam Rabu, ba’da Isya, di Masjid Jami’ Al-Ikhlas, Perum
Puri Harapan, Kel. Setia Asih, Kec. Tarumajaya, Bekasi (masuk dri gerbang Harapan
Indah, Aqua)
Kontak Person : Bpk Nuzur 021-93874253
=================================================
8. Ziarah bersama di Maqom habib Ali bin AbdurrahmanAlhabsyi Kwitang
Rabu, 15 Pebruari 2012
Bada asyhar ( Kwitang Senen )
==================================================
9. Maulid Nabi Muhammad saw habib Ali bin AbdurrahmanAlhabsyi Kwitang
Kamis , 16 Pebruari 2012
Bada asyar ( Tempat islamic Center Kwitang)
=============================================
10.Maulid Nabi Muhammad saw di Majlis Talim Al Afaf Habib Ali bin abdurahman assegaf
Jumat, 17 Pebruari 2012
waktu : Sholat Subuh berjamaah
Tempat: Majlis talim al afaf Tebet Barat
= ================================================
11.Maulid Nabi Muhammad saw Alhawi Condet
Sabtu, 18 Pebruari 2012
Jam : 09 pagi – 12 00
Tempat : Condet dekat PGC
===================================================
12. Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Habib Ahmad bin Abdullah Al Atthas di Cipayung
Hari/ tgl : Sabtu, 18 Februari 2012
Waktu Bada Maghrib
Tempat : Majlis Ta’lim Baitul Quro
Jl. Cendrawasih Gg. Musholla Cipayung Ciputat
Penceramah : KH. Abdul Hay Naim
Yang Mengundang
Keluarga Besar Habib Ahmad bin Abdullah Al Atthas
===================================================
13.Ziarah bersama dan Maulid Nabi Muhammad saw di Masjid Keramat luar batang Al
habib Husein bin Abu bakar Al Idrus
Minggu, 19 Pebruari 2012
Jam : 09 pagi – 12 00
Tempat : Masjid luar batang Penjaringan jakarta utara
================================================
14.Ziarah bersama dan Maulid Nabi Muhammad saw di Masjid keramat Kampung Bandan
Minggu, 19 Pebruari 2012
Waktu : BadaDzhuhur
Tempat : Masjid Keramat kampung Bandan Ancol
===============================================
15.Maulid Nabi Muhammad saw di Majlis Talim Habib salim bin zindan
Senin, 2o Pebruari 2012
Waktu : Ba’da Ashar (150.30 – 17.30 WIB)
Tempat : Majlis Ta’lim dan Waqaf
Alhabib Salim bin Ahmad bin Jindan
Jl. Otista Raya No. 117 Jakarta-Timur
Telepon : 08119913000i
Pimpinan & Nadhir
Alhabib Salim bin Sholahuddin bin Salim bin Jindan
=================================================
16.Maulid Nabi Muhammad saw Di Keramat Empang bogor
Selasa, 21 Pebruari 2012
Bada Asyar ( Tempat Empang Bogor )
===================================
17.Maulid Nabi Muhammad saw di Pon-pes Alkifahi Habib Umar bin Abdurahman Assegaf
Minggu, 04 Maret 2012
Waktu : 09.00 sd 12.00
Tempat :Pon-pes Alkifahi Assaqofi Jl.sawo kecik bukit duri Tebet
==========================================
18.Maulid Nabi Muhammad saw diPon Pes Al Fachriyah Ciledug
Minggu 04 Maret 2012
Waktu : 09.00- 12.00
Tempat : Pon pes Al Fachriyah Larangan ciledug Tangerang
================================================
19.Hadirilah Maulid Akbar
Majelis Rotib & Maulid “Kasyaaful Qulub” Pimpinan Al Habib Naoufal Bin
Muhammad Assegaf.
Insya Allah akan di hadiri oleh Al Habib Muhammad Rizieq Syihab (Ketua Umum FPI)
beserta para Habaib dan Ulama lainnya.
Hari/Tanggal : Sabtu, 4 Maret 2012
Waktu : pukul 20:00 wib (ba’da isya) s/d selesai
Tempat : Jl. Raya Sukaresmi – Cibarusah
Lippo Cikarang – Bekasi (depan Masjid Sirojul Huda)
=================================================
20.Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H di musholla ADZ-ZUHRIYAH pada Tanggal,
24 Maret 2012 Jam 19.00 WIb
akan hadir : Al Habib JIndan Bin Noval salim JIndan
AL Habib Ahmad Bin Noval Salim jindan
KH. Sumarno Syafi’i
KH. Ahmad Syafi’i Mustawa
jl. Raya Meruya Selatan Samping Univ. Mercu Buana Jakarta Barat
=====================================================
21.Maulid Nabi Muhammad saw Majlis Ta’Lim AlBusyro
Minggu,25 Maret 2012
Waktu : 09.00 – 12.00
Tempat : Bojong gede citayam bogor
================================================
22.Maulid Nabi Muhammad saw di Majlis Talim Annurul kassyaaf
jum’at, 6 April 2012
waktu : Ba’da Isya
Tempat lapangan Rindam jaya, condet
================================================
** Mohon koreksi jika ada salah jadwal
http://sachrony.wordpress.com/
Berikut adalah Jadwal MAwlid Agung di Jakarta pada Bulan Rabiul Awal 1433 H. Silahkan mendatangi bersama2 membaca sholawat dan mawlid untuk Nabi kita Muhammad SAW.
1. Maulid akbar bersama Majelis Rosululloh
Minggu, 05 Februari 2012 jam 07.00
tempat : Monas jakarta
==============================================
2. MAULID AGUNG DI HABIB ABAS BIN ABUBAKAR ALAYDRUS
HARI/TGL : AHAD / 5 FEB 2012
WAKTU : 12.30 / BADA ZHUHUR – SELESAI
TEMPAT : RAWABOKOR ,KLDERES ,CENGKARENG
==================================================
3. Maulid Akbar Masjid AlAbidin
Jl.Masjid Al-Abidin Pd.Bambu jakarta Timur
Kamis 09 Februari 2012
Kamis Malam Jum’at Ba’da Sholat Isya’ Berjamaah
===================================================
4. Maulid Nabi Muhammad saw di Habib Syeikhon bin Musthofa albahar ( Wan syechan )
Sabtu malam minggu, 11 Pebruari 2012
Ba’da isya
bertempat :jln bintara jaya gg nangka (sebrang pom bensin bintara jaya ) bekasi
barat
==================================================
5. Maulid & Haul Syech Abdul Qodir Al-Jaelani
Hari Minggu, 12 Maret 2012, (Ba’da Ashar) s/d 12 Malam. Bertempat di Majelis
Ta’lim Annidzom Jl. Raya Mauk Kp. Sulang, Sepatan Tangerang
Dengan Penceramah : 1. Habib Muhamad Al-Idrus, 2. Habib Muhdor, 3. KH. Muslih
Maulid Nabi Muhammad saw Di Maqom Habib Ahmad bin Alwi Alhadad ( Habib Kuncung )
Minggu, 12 Pebruari 2012
Waktu Bada asyhar ( Dekat Mall kalibata Jak Sel )
=================================================
6. Maulid Nabi Muhammad saw Di Habib Husein bin Ali Al athos
Senin, 13 Pebruari 2012
Bada asyar ( Tempat gang buluh Condet )
==================================================
7. Maulid Akbar bersama Al-Habib Munzir Al-Musawa-Majelis Rasulullah saw, pada 14
Februari 2012, Selasa malam Rabu, ba’da Isya, di Masjid Jami’ Al-Ikhlas, Perum
Puri Harapan, Kel. Setia Asih, Kec. Tarumajaya, Bekasi (masuk dri gerbang Harapan
Indah, Aqua)
Kontak Person : Bpk Nuzur 021-93874253
=================================================
8. Ziarah bersama di Maqom habib Ali bin AbdurrahmanAlhabsyi Kwitang
Rabu, 15 Pebruari 2012
Bada asyhar ( Kwitang Senen )
==================================================
9. Maulid Nabi Muhammad saw habib Ali bin AbdurrahmanAlhabsyi Kwitang
Kamis , 16 Pebruari 2012
Bada asyar ( Tempat islamic Center Kwitang)
=============================================
10.Maulid Nabi Muhammad saw di Majlis Talim Al Afaf Habib Ali bin abdurahman assegaf
Jumat, 17 Pebruari 2012
waktu : Sholat Subuh berjamaah
Tempat: Majlis talim al afaf Tebet Barat
= ================================================
11.Maulid Nabi Muhammad saw Alhawi Condet
Sabtu, 18 Pebruari 2012
Jam : 09 pagi – 12 00
Tempat : Condet dekat PGC
===================================================
12. Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Habib Ahmad bin Abdullah Al Atthas di Cipayung
Hari/ tgl : Sabtu, 18 Februari 2012
Waktu Bada Maghrib
Tempat : Majlis Ta’lim Baitul Quro
Jl. Cendrawasih Gg. Musholla Cipayung Ciputat
Penceramah : KH. Abdul Hay Naim
Yang Mengundang
Keluarga Besar Habib Ahmad bin Abdullah Al Atthas
===================================================
13.Ziarah bersama dan Maulid Nabi Muhammad saw di Masjid Keramat luar batang Al
habib Husein bin Abu bakar Al Idrus
Minggu, 19 Pebruari 2012
Jam : 09 pagi – 12 00
Tempat : Masjid luar batang Penjaringan jakarta utara
================================================
14.Ziarah bersama dan Maulid Nabi Muhammad saw di Masjid keramat Kampung Bandan
Minggu, 19 Pebruari 2012
Waktu : BadaDzhuhur
Tempat : Masjid Keramat kampung Bandan Ancol
===============================================
15.Maulid Nabi Muhammad saw di Majlis Talim Habib salim bin zindan
Senin, 2o Pebruari 2012
Waktu : Ba’da Ashar (150.30 – 17.30 WIB)
Tempat : Majlis Ta’lim dan Waqaf
Alhabib Salim bin Ahmad bin Jindan
Jl. Otista Raya No. 117 Jakarta-Timur
Telepon : 08119913000i
Pimpinan & Nadhir
Alhabib Salim bin Sholahuddin bin Salim bin Jindan
=================================================
16.Maulid Nabi Muhammad saw Di Keramat Empang bogor
Selasa, 21 Pebruari 2012
Bada Asyar ( Tempat Empang Bogor )
===================================
17.Maulid Nabi Muhammad saw di Pon-pes Alkifahi Habib Umar bin Abdurahman Assegaf
Minggu, 04 Maret 2012
Waktu : 09.00 sd 12.00
Tempat :Pon-pes Alkifahi Assaqofi Jl.sawo kecik bukit duri Tebet
==========================================
18.Maulid Nabi Muhammad saw diPon Pes Al Fachriyah Ciledug
Minggu 04 Maret 2012
Waktu : 09.00- 12.00
Tempat : Pon pes Al Fachriyah Larangan ciledug Tangerang
================================================
19.Hadirilah Maulid Akbar
Majelis Rotib & Maulid “Kasyaaful Qulub” Pimpinan Al Habib Naoufal Bin
Muhammad Assegaf.
Insya Allah akan di hadiri oleh Al Habib Muhammad Rizieq Syihab (Ketua Umum FPI)
beserta para Habaib dan Ulama lainnya.
Hari/Tanggal : Sabtu, 4 Maret 2012
Waktu : pukul 20:00 wib (ba’da isya) s/d selesai
Tempat : Jl. Raya Sukaresmi – Cibarusah
Lippo Cikarang – Bekasi (depan Masjid Sirojul Huda)
=================================================
20.Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H di musholla ADZ-ZUHRIYAH pada Tanggal,
24 Maret 2012 Jam 19.00 WIb
akan hadir : Al Habib JIndan Bin Noval salim JIndan
AL Habib Ahmad Bin Noval Salim jindan
KH. Sumarno Syafi’i
KH. Ahmad Syafi’i Mustawa
jl. Raya Meruya Selatan Samping Univ. Mercu Buana Jakarta Barat
=====================================================
21.Maulid Nabi Muhammad saw Majlis Ta’Lim AlBusyro
Minggu,25 Maret 2012
Waktu : 09.00 – 12.00
Tempat : Bojong gede citayam bogor
================================================
22.Maulid Nabi Muhammad saw di Majlis Talim Annurul kassyaaf
jum’at, 6 April 2012
waktu : Ba’da Isya
Tempat lapangan Rindam jaya, condet
================================================
** Mohon koreksi jika ada salah jadwal
http://sachrony.wordpress.com/
Senin, 30 Januari 2012
Kitab-kitab Mawlid Nabi SAW Sepanjang Zaman
sawanih.blogspot.comOleh: Mohd. Khafidz Soroni
Meneliti kembali sejarah, ditemukan banyak ulama yang membahas topik mawlid Nabi SAW. Topik mawlid sebenarnya adalah sebagian daripada ilmu sirah Nabi SAW. Namun, lama-kelamaan ia menjadi satu disiplin penulisan yang mempunyai konsep yang sedikit berbeda dengan kitab-kitab sirah. Di mana kebanyakan kitab-kitab mawlid ini ditulis dengan gubahan gaya bahasa yang tinggi, puitis dan berima.
Mawlid Nabi SAW merupakan suatu topik yang dapat dianggap evergreen di sepanjang zaman. Ini karena ia datang pada setiap tahun yaitu pada bulan Rabiul Awwal. Soal setuju atau tidak setuju menyambutnya menjadi isu yang masyhur di kalangan ahli ilmu. Bagaimanapun, mawlid menceritakan keindahan peribadi dan riwayat hidup Nabi SAW bagi orang yang cinta tidak akan mendatangkan rasa jemu dan bosan. Apatah lagi seseorang itu akan bersama dengan orang yang dikasihi dan dicintai di akhirat kelak.
Berdasarkan kajian, didapati amat banyak kitab-kitab yang telah dikarang oleh para alim ulama berkaitan mawlid Nabi SAW. Berikut adalah sebahagian di antara kitab-kitab berkenaan yang disusun menurut kronologi:
Abad Ketiga Hijrah
Menurut al-‘Allamah Sayyid Ahmad al-Ghumari di dalam kitabnya Ju’nah al-‘Attar (hlm. 12-13):
1- “Orang pertama yang aku tahu telah menyusun mengenai mawlid ialah Muhammad bin ‘Umar al-Waqidi, pengarang kitab al-Maghazi dan kitab al-Futuh, meninggal dunia tahun 206 H, dan ada yang menyebut tahun 209 H. Beliau mempunyai dua buah kitab tentangnya, iaitu kitab al-Mawlid al-Nabawi dan kitab Intiqal al-Nur al-Nabawi, sebagaimana yang dinukilkan oleh al-Suhaili di dalam al-Rawdh sebahagian daripadanya.
2- Demikian juga telah menyusun mengenai mawlid dari kalangan ulama terdahulu; al-Hafiz Abu ‘Abdillah Muhammad bin ‘A’id, pengarang al-Sirah yang masyhur, meninggal dunia tahun 233 H.
3- Dan al-Hafiz Abu Bakr ibn Abi ‘Asim, pengarang banyak kitab, meninggal dunia tahun 287 H” – tamat nukilan.
Kitab al-Hafiz Abu Bakr ibn Abi ‘Asim ini pernah diriwayatkan oleh Imam al-Ghazali. Kata muridnya al-Hafiz ‘Abd al-Ghafir al-Farisi (w. 529H) mengenai gurunya itu: “Beliau telah mendengar berbagai-bagai hadis secara formal bersama-sama para fuqaha’. Antara yang saya temukan bukti sama‘nya ialah apa yang beliau dengar daripada kitab Mawlid al-Nabi SAW karangan Abu Bakr Ahmad bin ‘Amr ibn Abi ‘Asim al-Syaybani, riwayat al-Imam Syeikh Abu Bakr Muhammad bin al-Harith al-Asbahani, dari Abu Muhammad ‘Abdullah bin Muhammad bin Ja‘far ibn Hayyan, dari pengarangnya. Imam al-Ghazali telah mendengarnya dari Syeikh Abu ‘Abd Allah Muhammad ibn Ahmad al-Khawari - Khawar Tabaran - rahimahullah, bersama-sama dua orang anaknya, Syeikh ‘Abd al-Jabbar dan Syeikh ‘Abd al-Hamid serta sekumpulan para fuqaha’… Kitab tersebut di dalam dua juzuk yang didengar oleh beliau”. (Tabaqat al-Syafi‘iyyah al-Kubra, 6/212-214)
Abad Keempat dan Kelima Hijrah
Karya-karya mawlid di dalam abad keempat dan abad kelima setakat ini belum ditemukan oleh al-faqir penulis. Jika ada, mohon diberitahu. Namun, penulisan mengenai mawlid ini terus dilakukan di kalangan ramai ulama pada abad-abad kemudiannya.
Abad Keenam Hijrah
4- al-Durr al-Munazzam fi Mawlid al-Nabi al-A‘zam oleh al-‘Allamah Abu al-‘Abbas Ahmad bin Mu‘id bin ‘Isa al-Uqlisyi al-Andalusi (w. 550H).
5- al-‘Arus oleh al-Hafiz Abu al-Faraj ‘Abd al-Rahman bin ‘Ali al-Hanbali, yang terkenal dengan panggilan Ibnu al-Jawzi (w. 597H). Kitab ini telah disyarah oleh Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘Umar bin ‘Arabi al-Jawi (w. 1315H) dengan judul: (بغية العوام في شرح مولد سيد الأنام عليه الصلاة والسلام المنسوبة لابن الجوزي) atau (البلوغ الفوزي لبيان ألفاظ مولد ابن الجوزي).
Abad Ketujuh Hijrah
6- al-Tanwir min Mawlid al-Siraj al-Munir oleh al-Hafiz Abu al-Khattab ibn Dihyah al-Kalbi (w. 633 H). Beliau telah menghadiahkan kitab ini kepada al-Malik al-Muzaffar, raja Arbil yang selalu menyambut malam mawlid Nabi SAW dan siangnya dengan sambutan meriah yang tidak pernah didengar seumpamanya. Baginda telah membalas beliau dengan ganjaran hadiah yang banyak.
7- (المولد النبوي) oleh al-Syeikh al-Akbar Muhyi al-Din Muhammad bin ‘Ali ibn al-‘Arabi al-Hatimi (w. 638H).
8- ‘Urfu al-Ta‘rif bi al-Mawlid al-Syarif oleh Imam al-Hafiz Abu al-Khair Syams al-Din Muhammad bin ‘Abd Allah al-Jazari al-Syafi‘i (w. 660H).
9- (الدر النظيم في مولد النبي الكريم) oleh Syeikh Abu Ja‘far ‘Umar bin Ayyub bin ‘Umar ibn Arsalan al-Turkamani al-Dimasyqi al-Hanafi, yang dikenali dengan nama Ibn Taghru Bik (w. 670H).
10- (ظل الغمامة في مولد سيد تهامة) oleh Syeikh Ahmad bin ‘Ali bin Sa‘id al-Gharnati al-Maliki (w. 673H).
11- (الدر المنظم في مولد النبي المعظم) oleh al-‘Allamah Abu al-‘Abbas Ahmad bin Muhammad bin al-Husain al-‘Azfi. Ia disempurnakan oleh anaknya, Abu al-Qasim Muhammad (w. 677H).
Abad Kelapan Hijrah
12- (المورد العذب المعين/ الورد العذب المبين في مولد سيد الخلق أجمعين) oleh Syeikh Abu ‘Abd Allah Muhammad bin Ahmad bin Muhammad al-‘Attar al-Jaza’iri (w. 707H).
13- (المنتقى في مولد المصطفى) oleh Syeikh Sa‘d al-Din Muhammad bin Mas‘ud al-Kazaruni (w. 758H). Ia di dalam bahasa Parsi, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh anaknya, Syeikh ‘Afif al-Din.
14- (الدرة السنية في مولد خير البرية) oleh al-Hafiz Salah al-Din Khalil ibn Kaykaldi al-‘Ala’i al-Dimasyqi (w. 761H).
15- Mawlid al-Nabi SAW oleh Imam al-Hafiz ‘Imad al-Din Isma‘il bin ‘Umar ibn Kathir (w. 774H). Ia telah ditahqiq oleh Dr. Solah al-Din al-Munjid. Ia juga telah disyarahkan oleh al-Sayyid Muhammad bin Salim bin Hafiz, mufti Tarim, dan diberi komentar oleh al-Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki, yang telah diterbitkan di Syria tahun 1387 H.
16- Mawlid al-Nabi SAW oleh Syeikh Sulayman bin ‘Awadh Basya al-Barusawi al-Hanafi (w. sekitar 780H), imam dalam wilayah Sultan Bayazid al-‘Uthmani.
17- Mawlid al-Nabi SAW oleh Syeikh Muhammad ibn ‘Abbad al-Randi al-Maliki (w. 792H), pengarang Syarah al-Hikam.
Abad Kesembilan Hijrah
18- al-Mawrid al-Hani fi al-Mawlid al-Sani oleh al-Hafiz ‘Abd al-Rahim bin Husain bin ‘Abd al-Rahman, yang terkenal dengan nama al-Hafiz al-Iraqi (w. 808 H).
19- (النفحة العنبرية في مولد خير البرية صلى الله عليه وسلم) oleh al-‘Allamah Majd al-Din Muhammad bin Ya‘qub al-Fairuz abadi (w. 817H).
20- (جامع الآثار في مولد المختار) oleh al-Hafiz Muhammad ibn Nasir al-Din al-Dimasyqi (w. 842H). Ia di dalam 3 juzuk. Beliau juga telah menulis dua buah kitab mawlid lain, iaitu: (المورد الصادي في مولد الهادي) dan (اللفظ الرائق في مولد خير الخلائق).
21- (تحفة الأخبار في مولد المختار) oleh al-Hafiz Ahmad ibn Hajar al-‘Asqalani (w. 852H), dicetak di Dimasyq tahun 1283H.
22- Mawlid al-Nabi SAW oleh Syeikh ‘Afif al-Din Muhammad bin Muhammad bin ‘Abd Allah al-Husayni al-Tibrizi (w. 855H).
23- (الدر المنظم في مولد النبي المعظم) oleh Syeikh Syams al-Din Muhammad bin ‘Uthman bin Ayyub al-Lu’lu’i al-Dimasyqi al-Hanbali (w. 867H). Ia di dalam 2 jilid, dan kemudian telah diringkaskan dengan judul (اللفظ الجميل بمولد النبي الجليل).
24- (درج الدرر في ميلاد سيد البشر) oleh Syeikh Asil al-Din ‘Abdullah bin ‘Abd al-Rahman bin ‘Abd al-Latif al-Husayni al-Syirazi (w. 884H).
25- (المنهل العذب القرير في مولد الهادي البشير النذير صلى الله عليه وسلم) oleh al-‘Allamah Abu al-Hasan ‘Ali bin Sulaiman bin Ahmad al-Mardawi al-Maqdisi (w. 885H), syeikh Hanabilah di Dimasyq.
26- Mawlid al-Nabi SAW oleh al-Sayyid ‘Umar bin ‘Abd al-Rahman bin Muhammad Ba‘alawi al-Hadhrami (w. 889H).
Abad Kesepuluh Hijrah
27- al-Fakhr al-‘Alawi fi al-Mawlid al-Nabawi oleh al-Hafiz Syams al-Din Muhammad bin ‘Abd al-Rahman yang terkenal dengan nama al-Hafiz al-Sakhawi (w. 902H).
28- (درر البحار في مولد المختار) oleh Syeikh Syihab al-Din Ahmad bin ‘Abd al-Rahman bin ‘Abd al-Karim al-Nabulusi, yang masyhur dengan nama Ibn Makkiyyah (w. 907H).
29- Al-Mawarid al-Haniyyah fi Mawlid Khair al-Bariyyah oleh al-‘Allamah al-Sayyid ‘Ali Zain al-‘Abidin al-Samhudi al-Hasani (w. 911H).
30- (المرود الأهنى في المولد الأسنى) oleh Syeikhah ‘A’isyah bint Yusuf al-Ba‘uniyyah (w. 922H). Barangkali ini satu-satunya kitab mawlid karya seorang syeikhah!
31- (الكواكب الدرية في مولد خير البرية) oleh Syeikh Taqiy al-Din Abu Bakr bin Muhammad bin Abi Bakr al-Hubaisyi al-Halabi al-Syafi`i (w. 930H).
32- Mawlid al-Nabi SAW oleh Mulla ‘Arab al-Wa‘iz (w. 938H).
33- Mawlid al-Nabi SAW atau Mawlid al-Daiba‘i oleh al-Muhaddith Syeikh ‘Abd al-Rahman bin ‘Ali bin Muhammad bin 'Umar al-Daiba‘i al-Syafi`i (w. 944H), murid al-Hafiz al-Sakhawi. Mawlid al-Daiba‘i ini antara kitab mawlid yang banyak dibaca orang sehingga kini. Ia telah ditahqiq dan ditakhrij hadisnya oleh al-‘Allamah Dr. al-Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki.
34- Mawlid al-Nabi SAW nazam Turki oleh Syeikh ‘Abd al-Karim al-Adranahwi al-Khalwati (w. 965H).
35- Itmam al-Ni‘mah ‘ala al-‘Alam bi Mawlid Sayyid Walad Adam dan al-Ni‘mah al-Kubra ‘ala al-‘Alam fi Mawlid Sayyid Walad Adam oleh Imam al-‘Allamah Ahmad ibn Hajar al-Haytami al-Makki al-Syafi‘i (w. 974H). Ia telah disyarah oleh beberapa ulama, antaranya oleh:
- Syeikh Muhammad bin ‘Ubadah bin Barri al-‘Adawi al-Maliki (w. 1193H) (حاشية على مولد النبي لابن حجر).
- Syeikh Ibrahim bin Muhammad al-Bajuri al-Syafi‘i (w. 1277H), Syeikhul Azhar dengan kitabnya (تحفة البشر على مولد ابن حجر).
- Syeikh Hijjazi bin ‘Abd al-Muttalib al-‘Adawi al-Maliki (w. sesudah 1211H) (حاشية على مولد الهيثمي).
- Syeikh Muhammad bin Muhammad al-Mansuri al-Syafi‘i al-Khayyat (اقتناص الشوارد من موارد الموارد في شرح مولد ابن حجر الهيتمي), selesai tahun 1166H.
Ibn Hajar al-Haytami juga telah mengarang kitab (تحرير الكلام في القيام عن ذكر مولد سيد الأنام) tentang masalah bangun berdiri ketika bermawlid.
36- Mawlid al-Nabi SAW oleh al-‘Allamah Muhammad bin Ahmad al-Khatib al-Syirbini al-Syafi‘i (w. 977H).
37- Mawlid al-Nabi SAW oleh al-‘Allamah Syeikh Najm al-Din Muhammad bin Ahmad bin ‘Ali al-Ghiti al-Syafi‘i (w. 981H). Ia telah disyarahkan oleh Syeikh ‘Ali bin ‘Abd al-Qadir al-Nabtini al-Hanafi (w. 1061H) (شرح على مولد النجم الغيطي).
Abad Kesebelas Hijrah
38- Mawlid al-Nabi SAW oleh Syeikh Syams al-Din Ahmad bin Muhammad bin ‘Arif al-Siwasi al-Hanafi (w. 1006H).
39- al-Mawrid al-Rawi fi al-Mawlid al-Nabawi oleh al-‘Allamah Nur al-Din ‘Ali bin Sultan al-Qari al-Harawi al-Hanafi (w. 1014H). Kitab ini telah ditahqiq oleh al-‘Allamah Dr. al-Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki.
40- (المنتخب المصفي في أخبار مولد المصطفى) oleh al-‘Allamah al-Sayyid ‘Abd al-Qadir bin Syeikh bin ‘Abd Allah bin Syeikh al-‘Aidarusi (w. 1038H).
41- (مورد الصفا في مولد المصطفى صلى الله عليه وسلم) oleh al-‘Allamah Muhammad ‘Ali bin Muhammad Ibn ‘Allan al-Bakri al-Siddiqi al-Makki al-Syafi‘i (w. 1057H).
Abad Kedua Belas Hijrah
42- (الجمع الزاهر المنير في ذكر مولد البشير النذير) oleh Syeikh Muhammad bin Nasuh al-Askadari al-Khalwati, yang masyhur dengan nama Nasuhi al-Rumi (w. 1130H).
43- Mawlid al-Nabi SAW oleh al-‘Allamah Muhammad bin Ahmad bin Sa‘id, yang masyhur dengan nama Ibn ‘Aqilah al-Makki (w. 1150H).
44- Mawlid al-Nabi SAW nazam Turki oleh Syeikh Sulaiman bin ‘Abd al-Rahman bin Solih al-Rumi (w. 1151H).
45- (المورد الروي في المولد النبوي) oleh Syeikh Qutb al-Din Mustafa bin Kamal al-Din bin ‘Ali al-Siddiqi al-Bakri al-Dimasyqi al-Hanafi (w. 1162H). Beliau turut menyusun kitab (منح المبين القوي في ورد ليلة مولد النبوي).
46- (الكلام السني المصفى في مولد المصطفى) oleh Syeikh al-Qurra’ ‘Abdullah Hilmi bin Muhammad bin Yusuf al-Hanafi al-Muqri al-Rumi, yang masyhur dengan nama Yusuf Zadah (w. 1167H).
47- (رسالة في المولد النبوي) oleh Syeikh Hasan bin ‘Ali bin Ahmad al-Mudabighi al-Syafi‘i (w. 1170H). Kitab ini telah diberi hasyiah oleh:
- Syeikh ‘Umar bin Ramadhan bin Abi Bakr al-Thulathi (w. sesudah 1164H).
- Syeikh ‘Abd al-Rahman bin Muhammad al-Nahrawi al-Muqri (w. 1210H).
48- Mawlid al-Nabi SAW oleh Syeikh Ahmad bin ‘Uthman al-Diyar bakri al-Amidi al-Hanafi (w. 1174H).
49- Mawlid al-Nabi SAW oleh Syeikh ‘Abdullah bin Muhammad Nida’i al-Kasyghari al-Naqsyabandi al-Zahidi (w. 1174H).
50- Mawlid al-Barzanji atau (عقد الجوهر في مولد النبي الأزهر) oleh al-Sayyid Ja‘far bin Hasan al-Barzanji (w. 1177H), mufti Syafi‘iyyah di Madinah. Kitab ini adalah antara kitab mawlid yang termasyhur. Saudara pengarangnya, al-Sayyid ‘Ali bin Hasan al-Barzanji (w. 11xxH) telah menggubahnya menjadi nazam. Ia juga telah diberi hasyiah oleh beberapa ulama, antaranya:
- Al-‘Allamah Syeikh Muhammad bin Ahmad ‘Illisy (atau ‘Ulaisy) al-Syazili al-Maliki (w. 1299H) dengan judul (القول المنجي حاشية على مولد البرزنجي).
- al-Sayyid Ja‘far bin Isma‘il al-Barzanji (w. 1317H), mufti Syafi‘iyyah di Madinah dengan judul (الكوكب الأنور على عقد الجوهر في مولد النبي الأزهر).
- Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘Umar bin ‘Arabi al-Bantani al-Jawi (w. 1315H) dengan judul (مدارج الصعود إلى اكتساء البرود) atau (أساور العسجد على جوهر عقد للبرزنجى) dan juga (ترغيب المشتاقين لبيان منظومة السيد البرزنجي في مولد سيد الأولين والآخرين).
- Syeikh ‘Abd al-Hamid bin Muhammad ‘Ali Kudus yang diberi judul: Mawlid al-Nabi SAW ‘ala Nasij al-Barzanji.
- Syeikh Mustafa bin Muhammad al-‘Afifi al-Syafi‘i yang diberi judul (فتح اللطيف شرح نظم المولد الشريف), dicetak di Mesir tahun 1293H.
Kitab al-Barzanji ini juga telah diterjemahkan ke bahasa Melayu dan berbagai bahasa lain.
51- Mawlid al-Nabi SAW oleh al-Sayyid Muhammad bin Husain al-Jufri al-Madani al-‘Alawi al-Hanafi (w. 1186H).
52- (المولد الشريف) oleh Syeikh Muhammad bin Muhammad al-Maghribi al-Tafilati al-Khalwati (w. 1191H), mufti Hanafiyyah di al-Quds.
53- Mawlid al-Nabi SAW oleh Syeikh ‘Abd al-Rahman bin ‘Abd al-Mun‘im al-Khayyat (w. 1200H), mufti wilayah Sa‘id, Mesir.
54- (الدر الثمين في مولد سيد الاولين والآخرين) oleh Syeikh Muhammad bin Hasan bin Muhammad al-Samannudi al-Syafi‘i, yang masyhur dengan nama al-Munayyir (w. 1199H).
55- (الدر المنظم شرح الكنز المطلسم في مولد النبي المعظم) oleh Syeikh Abu Syakir ‘Abdullah Syalabi, selesai tahun 1177H.
Abad Ketiga Belas Hijrah
56- (المولد النبوي) oleh Imam Abu al-Barakat Ahmad bin Muhammad al-‘Adawi al-Dardir al-Maliki (w. 1201H). Kitab beliau ini telah diberi hasyiah oleh:
- al-‘Allamah Muhammad al-Amir al-Saghir bin Muhammad al-Amir al-Kabir al-Maliki (w. sesudah 1253H) (حاشية على مولد الدردير).
- al-‘Allamah Syeikh Ibrahim bin Muhammad bin Ahmad al-Bajuri al-Syafi‘i (w. 1277H).
- Syeikh Yusuf bin ‘Abd al-Rahman al-Maghribi (w. 1279H), bapa Muhaddith al-Syam Syeikh Badr al-Din al-Hasani dengan judul (فتح القدير على ألفاظ مولد الشهاب الدردير).
57- (تذكرة أهل الخير في المولد النبوي) oleh al-Sayyid Muhammad Syakir bin ‘Ali al-‘Umari al-Fayyumi, yang masyhur dengan nama al-‘Aqqad al-Maliki (w. 1202H).
58- Mawlid al-Nabi SAW nazam Turki oleh Syeikh Najib al-Din ‘Abd al-Qadir bin ‘Izz al-Din Ahmad al-Qadiri al-Hanafi yang masyhur dengan nama Asyraf Zadah al-Barsawi (w. 1202H).
59- Mawlid al-Nabi SAW oleh Syeikh ‘Ali bin ‘Abd al-Barr al-Husaini al-Wana’i al-Syafi‘i (w. 1212H), murid al-Hafiz Murtadha al-Zabidi.
60- (منظومة في مولد النبي صلى الله عليه وسلم) oleh Syeikh Mustafa Salami bin Isma‘il Syarhi al-Azmiri (w. 1228H).
61- (الجواهر السنية في مولد خير البرية صلى الله عليه وسلم) oleh al-‘Allamah Syeikh Muhammad bin ‘Ali al-Syanawani al-Syafi‘i (w. 1233H).
62- (مطالع الأنوار في مولد النبي المختار صلى الله عليه وسلم) oleh Syeikh ‘Abdullah bin ‘Ali Suwaydan al-Damliji al-Syazili al-Syafi‘i (w. 1234H).
63- (تأنيس أرباب الصفا في مولد المصطفى) oleh al-Sayyid ‘Ali bin Ibrahim bin Muhammad bin Isma‘il al-Amir al-San‘ani al-Zaydi (w. sekitar 1236H).
64- (تنوير العقول في أحاديث مولد الرسول) oleh Syeikh Muhammad Ma‘ruf bin Mustafa bin Ahmad al-Husaini al-Barzanji al-Qadiri al-Syafi‘i (w. 1254H).
65- (مولد نبوي نظم) oleh Syeikh Muhammad Abu al-Wafa bin Muhammad bin ‘Umar al-Rifa‘i al-Halabi (w. 1264H).
66- (السر الرباني في مولد النبي) oleh Syeikh Muhammad ‘Uthman bin Muhammad al-Mirghani al-Makki al-Husaini al-Hanafi (w. 1268H).
67- (قصة المولد النبوي) oleh Syeikh Muhammad bin ‘Abd Allah Talu al-Dimasyqi al-Hanafi (w. 1282H).
68- Al-Mawrid al-Latif fi al-Mawlid al-Syarif oleh Syeikh ‘Abd al-Salam bin ‘Abd al-Rahman al-Syatti al-Hanbali (w. 1295H). Ia berbentuk gubahan qasidah ringkas.
69- (مطالع الجمال في مولد إنسان الكمال) oleh Syeikh Muhammad bin al-Mukhtar al-Syanqiti al-Tijani (w. 1299H).
70- (سمط جوهر في المولد النبوي) oleh Syeikh Ahmad ‘Ali Hamid al-Din al-Surati al-Hindi (w. 1300H). Beliau mengarang kitab ini dalam sekitar 100 muka surat tanpa menggunakan huruf alif!
71- Mawlid al-Nabi SAW oleh Syeikh Ahmad bin Qasim al-Maliki al-Hariri. Kitab ini telah disyarah oleh:
- Syeikh Abu al-Fawz Ahmad bin Muhammad Ramadhan al-Marzuqi al-Husayni al-Maliki (masih hidup tahun 1281H) dengan judul: (بلوغ المرام لبيان ألفاظ مولد سيد الأنام), cetakan Mesir tahun 1286H.
- Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘Umar bin ‘Arabi al-Bantani al-Jawi (w. 1315H) dengan judul: (فتح الصمد العالم على مولد الشيخ أحمد بن قاسم), cetakan Mesir tahun 1292H.
72- Mawlid Nabi SAW oleh al-‘Allamah Syeikh Daud bin Abdullah al-Fatani (w. 1263 @ 1297H), diselesaikan pada tahun 1230H. Beliau turut menyusun sebuah lagi kitab mawlid yang hanya diberi tajuk al-Muswaddah, diselesaikan pada tahun 1234H. (Wawasan Pemikiran Islam 4 - Hj. Wan Mohd. Saghir, h. 132)
73- Kanz al-’Ula [fi Mawlid al-Mustafa?] oleh Syed Muhammad bin Syed Zainal Abidin al-‘Aidarus yang terkenal dengan nama Tokku Tuan Besar Terengganu (w. 1295H).
Abad Keempat Belas Hijrah
74- Mawlid al-Nabi SAW oleh al-‘Allamah al-Muhaddith al-Sufi Abu al-Mahasin Muhammad bin Khalil al-Qawuqji al-Tarabulusi (w. 1305H).
75- (سرور الأبرار في مولد النبي المختار صلى الله عليه وسلم) oleh Syeikh ‘Abd al-Fattah bin ‘Abd al-Qadir al-Khatib al-Dimasyqi al-Syafi‘i (w. 1305H).
76- (العلم الأحمدي في المولد المحمدي) oleh Syeikh Syihab al-Din Ahmad bin Ahmad Isma‘il al-Hilwani al-Khaliji al-Syafi‘i (w. 1308H).
77- (منظومة في مولد النبي صلى الله عليه وسلم) oleh Syeikh Ibrahim bin ‘Ali al-Ahdab al-Tarabulusi al-Hanafi (w. 1308H).
78- Mawlid al-Nabi SAW oleh Syeikh Muhammad Hibatullah bin ‘Abd al-Qadir al-Khatib al-Dimasyqi al-Syafi‘i (w. 1311H).
79- (الإبريز الداني في مولد سيدنا محمد السيد العدناني صلى الله عليه وسلم) oleh Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘Umar bin ‘Arabi al-Bantani al-Jawi (w. 1315H). Beliau juga telah mengarang kitab:
- (بغية العوام في شرح مولد سيد الأنام عليه الصلاة والسلام المنسوبة لابن الجوزي),
- (مدارج الصعود إلى اكتساء البرود) atau (أساور العسجد على جوهر عقد للبرزنجى) dan juga
- (ترغيب المشتاقين لبيان منظومة السيد البرزنجي في مولد سيد الأولين والآخرين).
80- (تحفة العاشقين وهدية المعشوقين في شرح تحفة المؤمنين في مولد النبي الأمين - صلى الله عليه وسلم) oleh Syeikh Muhammad Rasim bin ‘Ali Ridha al-Mullatiyah-wi al-Hanafi al-Mawlawi (w. 1316H).
81- (قدسية الأخبار في مولد أحمد المختار) oleh Syeikh Muhammad Fawzi bin ‘Abd Allah al-Rumi (w. 1318H), mufti Adrana. Beliau turut menyusun (إثبات المحسنات في تلاوة مولد سيد السادات).
82- (حصول الفرج وحلول الفرح في مولد من أنزل عليه ألم نشرح) oleh Syeikh Mahmud bin ‘Abd al-Muhsin al-Husaini al-Qadiri al-Asy‘ari al-Syafi‘i al-Dimasyqi, yang masyhur dengan nama Ibn al-Mawqi‘ (w. 1321H).
83- Simt al-Durar fi Akhbar Mawlid Khair al-Basyar min Akhlaq wa Awsaf wa Siyar atau Maulid al-Habsyi oleh al-‘Allamah al-Habib ‘Ali bin Muhammad bin Husain al-Habsyi (w. 1333H).
84- (لسان الرتبة الأحدية) oleh Syeikh Mahmud bin Muhyi al-Din Abu al-Syamat al-Dimasyqi al-Hanafi (w. 1341H). Ia sebuah kitab mawlid menurut lisan ahli sufi.
85- al-Yumnu wa al-Is‘ad bi Mawlid Khair al-‘Ibad oleh al-‘Allamah al-Muhaddith Syeikh Muhammad bin Ja‘far bin Idris al-Kattani al-Hasani (w. 1345H), cetakan Maghribi tahun 1345H.
86- Jawahir al-Nazm al-Badi‘ fi Mawlid al-Syafi‘ oleh al-‘Allamah Syeikh Yusuf bin Isma‘il al-Nabhani (w. 1350H).
87- (المولد النبوي الشريف) oleh Syeikh Muhammad Sa‘id bin ‘Abd al-Rahman al-Bani al-Dimasyqi (w. 1351H).
88- (شفاء الأسقام بمولد خير الأنام صلى الله عليه وسلم) oleh al-‘Allamah Syeikh Muhammad bin Muhammad al-Hajjuji al-Idrisi al-Hasani al-Tijani (w. 1370H). Ia diringkaskan dengan judul (بلوغ القصد والمرام في قراءة مولد الأنام). Beliau turut menyusun kitab (قصة المولد النبوي الشريف).
89- Mawlid al-Nabi SAW oleh Syeikh Muhammad al-‘Azb bin Muhammad al-Dimyati.
90- Mawlid Syaraf al-Anam – belum ditemukan pengarang asalnya.
91- (المولد النبوي الشريف) oleh Syeikh Muhammad Naja, mufti Beirut.
92- (الجمع الزاهر المنير في ذكر مولد البشير النذير) oleh Syeikh Zain al-‘Abidin Muhammad al-‘Abbasi al-Khalifati.
93- (الأنوار ومفتاح السرور والأفكار في مولد النبي المختار) oleh Abu al-Hasan Ahmad bin ‘Abd Allah al-Bakri.
94- (عنوان إحراز المزية في مولد النبي خير البرية صلى الله عليه وسلم) oleh Abu Hasyim Muhammad Syarif al-Nuri.
95- (فتح الله في مولد خير خلق الله) oleh Syeikh Fathullah al-Bunani al-Syazili al-Maghribi.
96- (مولد المصطفى العدناني) oleh Syeikh ‘Atiyyah bin Ibrahim al-Syaybani, dicetak tahun 1311H.
97- (المولد النبوي) oleh Syeikh Hasyim al-Qadiri al-Hasani al-Fasi.
98- (خلاصة الكلام في مولد المصطفى عليه الصلاة والسلام) oleh Syeikh Ridhwan al-‘Adl Baybars, dicetak di Mesir tahun 1313H.
99- (المنظر البهي في مطلع مولد النبي) oleh Syeikh Muhammad al-Hajrisi.
100- (المولد الجليل حسن الشكل الجميل) oleh Syeikh ‘Abdullah bin Muhammad al-Munawi al-Ahmadi al-Syazili, dicetak di Mesir tahun 1300H.
101- (المولد النبوي الشريف) oleh Syeikh ‘Abd al-Qadir al-Himsi.
102- (الفيض الأحمدي في المولد المحمدي) oleh Syeikh Ibrahim Anyas (w. 1975).
103- (شفاء الآلام بمولد سيد الأنام) oleh al-‘Allamah Syeikh Idris al-‘Iraqi.
104- (شفاء السقيم بمولد النبي الكريم) oleh Syeikh al-Hasan bin ‘Umar Mazur.
105- (تنسم النفس الرحماني في مولد عين الكمال) oleh Syeikh Sa‘id bin ‘Abd al-Wahid Binnis al-Maghribi.
106- al-Sirr al-Rabbani fi Mawlid al-Nabiy al-‘Adnani oleh Syeikh Muhammad al-Bunani al-Tijani.
107- al-Nawafih al-‘Itriyyah fi Zikr Mawlid Khayr al-Bariyyah oleh Syeikh Salah al-Din Hasan Muhammad al-Tijani.
Abad Kelima Belas Hijrah
108- al-Rawa’ih al-Zakiyyah fi Mawlid Khayr al-Bariyyah oleh al-‘Allamah Syeikh ‘Abdullah al-Harari al-Habsyi (w. 1429H).
109- Mawlid al-Hadi SAW oleh Dr. Nuh ‘Ali Salman al-Qudhah, mufti Jordan.
110- al-Dhiya’ al-Lami‘ bi Zikr Mawlid al-Nabi al-Syafi‘ oleh al-‘Allamah al-Habib ‘Umar bin Hafiz al-Ba‘alawi. Ia antara kitab mawlid yang mula luas tersebar, serta pengarangnya masih hidup.
Imam Muhammad ‘Abd al-Hayy al-Kittani di dalam kitabnya al-Ta’alif al-Mawlidiyyah telah menyenaraikan hampir 130 buah kitab mawlid yang disusun menurut abjad. Manakala Dr. Salah al-Din al-Munjid telah menyenaraikan sekitar 181 buah kitab mawlid di dalam kitabnya (معجم ما أُلف عن النبي محمد صلى الله عليه وسلم). Namun, kedua-duanya belum dapat saya telaah ketika menulis entri ini. Dijangkakan masih ada banyak lagi kita mawlid yang tidak disenaraikan. Sepertimana yang dapat kita lihat, sebahagian besar alim ulama yang disebutkan adalah tokoh-tokoh ulama tersohor di zaman mereka. Tidak dinafikan juga bahawa ada setengah kitab mawlid tersebut yang dipertikaikan nisbahnya kepada pengarangnya. Sekurang-kurangnya jumlah karya-karya mawlid yang besar ini menunjukkan kepada kita bukti keharusan memperingati mawlid Nabi SAW di kalangan ramai para alim ulama.
Juga tidak dinafikan bahawa sesetengah kitab-kitab mawlid ini mengandungi perkara-perkara yang dianggap batil atau palsu oleh sebahagian ahli ilmu. Namun sangka baik kita kepada pengarang-pengarangnya, mereka tidak akan memuatkan di dalam kitab-kitab tersebut perkara-perkara yang mereka yakin akan kepalsuan dan kebatilannya. Maka, setidak-tidaknya mereka hanya mengandaikan perkara-perkara tersebut hanya daif sahaja yang harus diguna pakai dalam bab sirah dan hikayat, selain fadha’il, sepertimana yang masyhur di dalam ilmu mustalah al-hadith. Setengahnya pula adalah masalah yang menjadi khilaf di kalangan para ulama. Justeru, agak keterlaluan jika ada yang melabelkan kebanyakan kitab-kitab tersebut sebagai sesat, munkar dan bidaah secara keseluruhan dengan tujuan untuk menyesat dan membidaahkan para pengarangnya. Sedangkan kritikan tersebut dapat dibuat dengan cara yang lebih berhemah dan beradab. Semoga Allah SWT memberi kita petunjuk.
Penutup
Demikian secara ringkas, alim ulama yang mengarang kitab-kitab mawlid dari abad kedua hijrah hinggalah abad kelima belas hijrah, iaitu dalam tempoh sekitar 1,200 tahun. Ini tidak termasuk kitab-kitab mengenai isu dan hukum bermawlid, serta karya-karya madih nabawi seperti Burdah al-Busiri yang jumlahnya juga cukup banyak untuk dihitung. Penyusunan kitab-kitab mawlid mengandungi tujuan yang sewajarnya disematkan dalam hati-hati para pembacanya, iaitu mengiktiraf nikmat besar yang dibawa oleh Junjungan Besar Nabi Muhammad SAW kepada umatnya, di samping menanamkan kecintaan yang tidak berbelah bahagi kepada baginda SAW. Hasil daripadanya ialah mengikut dan mengamalkan sunnah-sunnah baginda SAW serta berpegang teguh dengannya di dalam menjalani kehidupan duniawi.
Wallahu a‘lam.
اللهمَّ صلّ وسلّم وبارك على سيّدنا محمّد وعلى آله
Selasa, 08 November 2011
Refleksi Maulid Nabi:Kami Mencintaimu, Ya Rasulullah...
Ujian yang sebenarnya dari cinta kepada Rasulullah SAW adalah sejauh mana kedekatan seseorang dengan ajaran-ajarannya, kepeduliannya terhadap ajaran-ajaran itu, serta perhatiannya akan sunnahnya.Cinta kepada Rasulullah SAW adalah ukuran keimanan. Barang siapa ingin menguji kadar keimanan, hendaklah ia merasakan seberapa besar kecintaannya kepada Nabi Besar Muhammad SAW, junjungan kita. Apakah ia mencintai dengan cinta sejati dan sempurna? Apakah ia mencintainya lebih daripada cinta kepada harta? Melebihi cinta kepada putranya, bahkan lebih dari cinta kepada dirinya sendiri?
Ketika mencintainya, seorang insan mukmin akan tenteram dan tenang, karena telah sempurna imannya. Ia akan selalu memuji Allah SWT, yang telah memuliakannya dengan nikmat Islam. Kita pun memuji Allah, yang telah memuliakan kita dengan karunia ini dan telah mengistimewakan kita dengan manusia terbaik yang pernah ada. Dia telah mengutus bagi kita makhluk yang termulia di sisi-Nya. Dialah pemimpin para rasul, seorang yang jujur, pemberi petunjuk, dan seorang yang terpercaya, penutup para nabi dan rasul semuanya.
Dialah yang terbaik ajarannya dan selalu benar ucapannya, hamba yang paling jujur yang menyatakan kebenaran dan mengungkapkannya secara terang-terangan. Dialah yang termulia di antara para penyeru kebenaran, seorang hamba pilihan yang benar dan yang dibenarkan. Dialah orang yang berakhlaq dermawan dan selalu menunaikan janji.
Allah SWT berfirman, “Sungguh telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami. Dia sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang beriman.” – QS At-Tawbah (9): 128.
Dialah Rasulullah SAW, rahmat yang menjadi anugerah. Dia telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, memberikan nasihat kepada umat. Dia berjihad di jalan Allah hingga ajal datang menjemput. Dia tidak pernah berbicara kecuali hal itu benar, dan dia tidak pernah melakukan kecuali kebaikan. Akhlaqnya indah disertai kharisma yang berwibawa dan perangai yang menyantuni. Dialah rahmat yang dihadiahkan kepada umat ini. “Dan tidaklah Kami mengutus engkau, Muhammad, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.” – QS Al-Anbiya’ (21): 108.
Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, atas nikmat yang agung ini. Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga perkara yang apabila ada pada seseorang niscaya dengannya ia akan merasakan manisnya iman. Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada selain keduanya, dan dia mencintai seseorang hanya karena Allah, serta dia benci kembali kepada kekufuran sesudah Allah menyelamatkannya dari kufurnya, sebagaimana ia benci apabila dihempaskan ke neraka.” (HR Al-Bukhari-Muslim).
Rasulullah SAW juga bersabda, “Rasa iman akan didapati oleh orang yang ridha, bahwa Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai nabi dan rasulnya.” (HR Muslim).
Musuh pun Mengakui
Tidak diragukan lagi, di antara kewajiban umat Islam adalah menjunjung tinggi sirah Nabi yang mulia. Anugerah yang paling agung yang Allah limpahkan untuk umat ini adalah bahwa Dia mengutus kepada kita penutup para nabi dan rasul yang memiliki kedudukan agung dan Allah menyaksikan baginya bahwa ia benar-benar berakhlaq yang luhur. “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berakhlaq yang luhur.” – QS Al-Qalam (68): 4.
Sejak periode awal, umat Islam terdahulu sangat menghormati sirah dan keutamaan perangai-perangai beliau, menjadikan kehidupan dan perilakunya sebagai pelita penerang jalan. Generasi demi generasi memberikan perhatian yang penuh untuk membukukan sirah ini, baik berupa ucapan, sikap, maupun perbuatan yang dapat dipastikan sumbernya dari beliau. Agar tercipta catatan otentik dan paling shahih tentang beliau, sirah seorang nabi utusan Allah SWT.
Kini sirah Rasulullah SAW telah sampai kepada kita melalui metode ilmiah yang benar dan paling kuat yang tidak menyisakan ruang sedikit pun bagi keraguan, mencatat semua peristiwa kejadian yang berhubungan dengan beliau. Yakni sirah Nabawiyah. Darinya dengan mudah kita mengetahui apa-apa yang ditambahkan belakangan ini, berupa peristiwa, mu’jizat, atau kejadian, yang dilakukan orang bodoh yang mempunyai kecenderungan menambah-nambahkan peristiwa yang mencengangkan tentang Rasulullah SAW agar kedudukan beliau tampak lebih mulia, risalahnya bertambah suci, dan sirahnya semakin agung.
Keistimewaan terpenting dari sirah Rasulullah SAW adalah bahwa ia begitu jelas, teliti, dan terpercaya dalam semua tahap dan fasenya yang berbeda. Beberapa orientalis yang obyektif mengomentari sirah Rasulullah SAW sebagai sirah seorang rasul atau pembesar yang teliti. Ringkasan pernyataan mereka, Muhammad SAW adalah satu-satunya orang yang dilahirkan di bawah sinar matahari. Ini adalah suatu kinayah untuk menunjukkan ketelitian, keshahihan, dan kecocokan apa yang tertulis dengan segala yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Di antara keistimewaan sirah beliau, sirah itu hadir hadir sebagai pembenar bagi risalahnya, memberikan dalil atas kebenaran risalahnya, dan menunjukkan bahwa Allah telah mengutusnya dengan kebenaran yang tidak bisa diubah, baik dengan cara menambahkan sesuatu ke dalamnya maupun mengurangi apa yang ada di dalamnya.
Sirah beliau adalah sirah yang jelas dan sempurna mengenai seorang manusia sempurna yang menyeru kepada Allah SWT dan berjihad kepada Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya, dengan cara yang wajar dan lumrah.
Beliau menyeru kaumnya bersatu, tetapi mereka memusuhinya dan memeranginya.
Ketika terpaksa berperang, beliau pun berperang, dan Allah menolongnya sehingga beliau dapat melanjutkan dakwahnya dan meraih kemenangan.
Kemudian Islam tersebar ke seluruh dunia dengan kalimah thayyibah, nasihat yang bagus dan debat dengan cara yang santun, sehingga beliau mengeluarkan manusia dari kegelapan dan kekotoran syirik menuju cahaya tauhid kepada Allah, Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa.
Sirah Nabi tetap harum dan suci, tak dapat dikotori oleh seorang pun, selamanya. Walaupun tidak sedikit yang mendiskreditkan akhlaq mulia dan perilakunya yang agung, meskipun musuh-musuh Islam selalu mencari kesempatan, mendengki, dan iri terhadap beliau.
Sirah Nabi begitu jelas dan nyata. Semuanya benar, seluruhnya jujur, jelas di hadapan para musuhnya sebelum di hadapan para sahabatnya. Mereka mengenal kejujurannya, kehormatannya, kemuliaannya, keunggulan akalnya, dan amanahnya, sehingga tidak ada alasan untuk mereka menuduh beliau sebagai pendusta, orang gila, pengkhianat, maupun tukang sihir.
Seandainya di dalam kehidupan beliau terdapat sesuatu yang tidak bagus, niscaya hal itu akan dimanfaatkan oleh pemuka kafir Quraisy. Tetapi sulit bagi mereka untuk menuduh beliau, karena mereka telah mengetahui bahwa beliau adalah seorang yang terpercaya.
Pada suatu hari mereka berkumpul di tempat pertemuan untuk bermusyawarah mengenai masalah Rasulullah, lalu majulah ke hadapan mereka An-Nadhr ibn Al-Harits, seorang yang cerdik, memiliki kedudukan, serta mempunyai pengetahuan tentang perkara-perkara yang pelik. Kemudian ia berbicara kepada kaum Quraisy, “Wahai kaum Quraisy, sungguh kalian telah dibuat lelah oleh perkara Muhammad dan kalian tak mampu mengatasi masalah ini.”
Kemudian ia melanjutkan pembicaraan, “Muhammad telah tumbuh di tengah-tengah kalian sehingga menjadi tokoh. Dahulu dia seorang yang paling kalian cintai dan kalian anggap paling jujur sehingga kalian menganggapnya sebagai seorang terpercaya. Tetapi setelah dia tua dan menyatakan dakwahnya, kalian mengatakan bahwa dia seorang tukang sihir, dukun, penyair gila. Demi Allah, aku telah mendengar perkataannya dan kalian pun telah mendengarnya. Tidak ada padanya sesuatu pun sebagaimana yang kalian sebutkan.”
Berakhlaq Al-QuranAgar kita merasakan cinta kepada Rasulullah SAW dan menjadikannya sebagai teladan, kita mesti mengenal kehidupan dan sirahnya, karena itu merupakan contoh faktual dan hakiki.
Akhlaq Rasulullah SAW adalah Al-Quran, beliaulah yang menerapkan Al-Quran sebagaimana yang datang dari Allah SWT dan yang dikehendaki-Nya. Siapa saja yang mencintai Al-Quran, ia mesti mncintai sirah Rasulullah SAW, karena Al-Quran merupakan akhlaq beliau, sebagaimana shalawat terhadap beliau merupakan rahmat yang agung, nikmat yang besar, dan keutamaan yang besar dari Allah, Yang Mahatinggi lagi Maha Berkuasa.
Karena itu penting bagi kita memperhatikan sirah rasul mulia ini yang dilahirkan pada satu suku Arab termulia, pada nasab terhormat di antara mereka, pada kabilah teragung dari kabilah-kabilah mereka dan yang paling tinggi kedudukan dan derjatnya. Al-Abbas meriwayatkan dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menciptakan makhluk-makhluk-Nya lalu menjadikan aku dari kelompok yang terbaik dan yang terbaik di antara dua kelompok. Kemudian dia memilih kabilah-kabilah lalu menjadikan aku dari kabilah yang terbaik. Lalu Dia memilih rumpun-rumpun lalu menjadikan aku dari rumpun yang terbaik. Maka aku adalah yang terbaik di antara mereka, baik diri maupun asal-usul.” (HR At-Turmudzi).
Rasulullah SAW datang sebagai penutup bagi semua risalah samawi, jadi beliau adalah penutup para nabi dan rasul. Beliau telah diangkat menjadi nabi ketika Adam masih berupa tanah. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku hamba Allah yang merupakan penutup para nabi ketika Adam masih berupa tanah.” (HR Ahmad Al-Hakim dan Ibn Hibban).
Demikian pula hadits Abu Hurairah RA, ia mengatakan, para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kapan kenabian ditetapkan bagimu?”
Beliau menjawab, “Ketika Adam masih berada di antara jasad dan ruh.” (HR At-Turmudzi dan Al-Hakim).
Ahlulkitab mengetahui hal tersebut dan mengetahui bahwa beliau adalah utusan Allah SWT yang akan diutus oleh-Nya, tetapi mereka mengingkari kebenaran, padahal mereka mengenal dan meyakininya. Allah SWT mengatakan ihwal mereka dalam masalah ini, “Sedangkan sebelumnya mereka memohon kedatangan Nabi untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu mereka mengingkarinya.” – QS Al-Baqarah (2): 89.
Allah SWT juga berfirman, “Orang-orang yang telah Kami beri kitab Taurat dan Injil mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sungguh sebagian mereka pasti menyembunyikan kebenaran padahal mereka mengetahuinya.” – QS Al-Baqarah (2): 146.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar disebutkan, ketika ia ditanya ihwal informasi mengenai Rasulullah SAW yang terdapat dalam Taurat, ia mengatakan, “Ya, demi Allah, beliau diterangkan di dalam Taurat dengan sebagian keterangan yang terdapat dalam Al-Quran, wahai Nabi, sesungguhnya kami mengutusmu sebagai saksi, pemberi kabar gembira, dan pemberi peringatan serta pelindung bagi kaum yang ummi. Engkau adalah hamba-Ku dan Rasul-Ku. Aku menamaimu Al-Mutawakkil (yang bertawakal), yang tidak kasar, tidak kejam, tidak berteriak-teriak di pasar, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan memaafkan dan mengampuni. Dan Allah tidak mewafatkannya sampai Dia meluruskan dengannya agama yang bengkok, yaitu dengan mereka mengucapkan ‘Tiada Tuhan selain Allah’. Dengan kalimat itu ia membukakan mata yang buta, telinga yang tuli, dan hati yang tertutup.”
Insan yang Sempurna
Sirah Rasulullah SAW adalah sirah yang paling lengkap, menyeluruh, bahkan paling sempurna. Dengan anugerah Allah ia hadir dalam bentuk yang paling shahih dan otentik, dalam sanad maupun dalam riwayat yang tak terdapat pada sirah mana pun.
Umat Islam telah memberikan perhatian luar biasa terhadap sirah Nabi SAW dengan mencatat, meneliti, dan mendokumentasikannya. Mereka juga memberikan perhatian penuh untuk menyebarluaskannya. Mereka menghormatinya dengan membaca, merenungkan, mengkaji, dan memahaminya agar menjadi pelita yang menerangi jalan di hadapan mereka. Hal yang sama mereka lakukan terhadap sirah ahlul bayt-nya yang suci, para khalifahnya yang mendapatkan petunjuk, para shahabahnya yang mulia dan para tabi’in yang mengikuti jejak mereka dengan kebajikan hingga hari Kiamat.
Mereka telah melakukan itu dan terus melakukannya karena ia merupakan sirah yang sempurna. Sejak pernikahan ayahnya dengan ibunya, bahkan sebelum itu, sejak Rasulullah lahir sampai wafat. Demikianlah sirah Rasulullah SAW hadir dengan sangat jelas dalam semua tahapnya dan sangat otentik.
Kehidupan seseorang tidak dapat menjadi teladan yang patut diikuti kecuali jika ia diketahui oleh manusia dalam setiap tahapnya. Kehidupan Rasulullah SAW sejak lahirnya sampai saat wafatnya diketahui oleh orang-orang yang semasa dengan beliau. Sirah telah memeliharanya untuk orang-orang sesudah mereka. Semasa hidupnya beliau tidak pernah terhalang dari pandangan kaumnya.
Semua keadaan beliau dan fase kehidupannya semuanya jelas diketahui secara terperinci. Sirah mencatat kesibukannya berniaga dan pesta pernikahannya. Orang-orang pun tahu perangainya dan loyalitasnya dalam bermasarakat sebelum kenabiannya. Mereka berhubungan dengannya kemudian mengangkatnya sebagai seorang yang terpercaya (al-amin) dan memintanya sebagai penengah dalam sengketa peletakan Hajar Aswad di tempatnya di Ka’bah.
Mereka juga tahu keadaannya ketika Allah membuatnya senang berkhalwat di Gua Hira. Lalu mereka pun tahu keadaannya ketika turun wahyu kepadanya dari Tuhan sekalian alam dan ketika agama Islam muncul pertama kalinya di mana beliau menyeru manusia ke dalamnya dan menyampaikan apa yang diturunkan kepadanya.
Sirah meliput bagaimana kaumnya melawan dan menentangnya. Apakah luput dari sirah kerja keras dan penderitaan beliau dalam menyebarkan Islam? Juga apakah sirah tidak mencatat bagaimana sambutan penduduk Thaif ketika beliau melarang mereka menyembah berhala dan meminta mereka untuk menyembah Allah semata?
Apakah sirah lupa ketika beliau memberi tahu kepada penduduk Makkah, yang waktu itu kebanyakan kafir, tentang perjalanan Isra dan Mi’raj beliau? Lalu apakah sirah tidak mengetahui ihwal hijrahnya dan bersama siapa beliau hijrah? Juga perang apa yang beliau ikuti serta faktor-faktor apa yang menyebabkan perang itu? Juga bagaimana sikapnya terhadap perdamaian apabila berdamai? Juga terhadap perjanjian-perjanjian jika beliau membuat perjanjian?
Mereka yang mengkaji sirah Nabawiah mengetahui betapa besar perjuangan beliau di jalan kebenaran dan upaya yang beliau sampaikan tentang dakwah Islam lalu Allah menyempurnakan agamanya bagi manusia sampai beliau menunaikan haji wada’ dan Allah mewafatkannya.
Apakah ada di antara hal-hal tersebut yang tak diketahui oleh sirah? Apakah hal-hal yang berhubungan dengan Rasul yang agung ini dan risalahnya ada yang dihalangi oleh tirai penutup? Sungguh setiap perincian kehidupan beliau telah tercatat, termasuk kehidupan sehari-harinya, seperti berdirinya, duduk dan bangunnya dari tidur, serta keadaannya saat tersenyum. Lalu bagaimana ibadahnya di malam hari dan siang hari? Bagaimana beliau makan, minum, dan berpakaian. Warna dan wewangian yang beliau sukai. Bagaimana sikap dan perlakuan beliau terhadap keluarganya. Juga perincian-perincian dalam bersuci dan mandinya sampai pada jasadnya yang suci. Semua terlukis dengan sempurna sehingga seolah-olah Anda melihatnya.
Para Pecinta Rasulullah
Orang-orang yang mencintai Rasulullah SAW pasti beruntung dan pasti mendapatkan kemenangan, mereka berada dalam kelompok orang beriman dan masuk surga dan Allah akan memberi nikmat kepada mereka. Orang-orang yang mencintai Rasulullah SAW pasti membenarkannya, membantunya, menemaninya, mencintainya, mempercayainya, dan berkata benar bersamanya. Orang-orang yang mencintai Rasulullah SAW mempersembahkan diri mereka untuk membela diri beliau. Mereka mencintai lebih dari mencintai harta, anak-anak, bahkan diri mereka sendiri. Mereka mengharapkan anugerah dan keridhaan Allah serta mengharapkan keselamatan Nabi, yang mulia.
Rasulullah SAW telah memberi kabar gembira bahwa mereka akan bersamanya kelak di surga. Dan setiap yang telah dan terus mencintai beliau sampai hari Kiamat akan bersamanya. “Setiap insan akan selalu bersama orang yang dicintainya.” (HR At-Turmudzi dan Abu Dawud).
“Barang siapa menaati Rasul (Muhammad), sesungguhnya ia telah menaati Allah.” – QS An-Nisa (4): 80.
“Katakanlah (Muhammad), jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampunimu atas dosa-dosamu.” – QS Ali Imran (3): 3. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa mencintai sunnahku, berarti ia benar-benar mencintaiku.” (HR Abu Ya’la dan Al-Baihaqi). Itu adalah kecintaan yang melebihi segala kecintaan dan mengangkatnya ke puncak keimanan.
Allah SWT juga menetapkan metode yang benar bagi seorang muslim sejati, yaitu bahwa barang siapa benar-benar mengikuti Nabi yang mulia dan bahwa keinginannya mengikuti apa yang dibawa Nabi SAW, sesungguhnya ia telah menaati Allah. Rasulullah bersabda, “Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian hingga keinginannya mengikuti apa yang aku bawa.” (HR Abu Ya’la).
Para sahabat, orang-orang yang sangat mencintai Rasulullah SAW, adalah orang-orang yang beruntung. Mereka menjadikan sirah beliau sebagai rambu-rambu dan pelita yang menerangi jalan di depan mereka. Menyadari betapa pentingnya meneladani beliau, mereka pun mengikutinya dalam segala masalah, besar ataupun kecil. Mereka menimba ilmu, menikmati, dan berlindung di bawah keteladanan beliau.
Orang-orang mencintai Muhammad bin Abdullah karena ia memiliki sifat santun, sabar, lapang dada, dan pemaaf di saat mampu untuk membalas, dan karena Allah telah menempatkan pada jiwa orang-orang mukmin perasaan cinta terhadap beliau dan menjadikan insan pilihan Allah serta memiliki akhlaq yang agung.
Dikisahkan, suatu ketika Ghauras ibn Al-Harits sengaja menyerang Rasulullah SAW saat beliau tertidur sejenak di bawah pohon. Ketika beliau terbangun, Ghauras telah berdiri dengan memegang pedang yang telah ditempelkan di atas kepala beliau seraya bertanya, “Siapa yang dapat mencegahmu dari aku?”
Beliau menjawab dengan tenang dan penuh iman dan lisan yang jujur, “Allah.”
Seketika itu jatuhlah pedang dari genggaman Ghauras.
Lalu Rasulullah SAW megambil pedang itu dan berkata, “Siapa yang dapat mencegahmu dariku?”
Ghauras menjawab, “Jadilah engkau sebaik-baik orang yang membalas.”
Beliau memaafkan Ghauras dan meninggalkannya.
Lalu hati Ghauras menjadi dekat Islam setelah sebelumnya tidak senang. Bahkan ia kemudian menjadi aktivis dakwah. Ia pergi menjumpai kaumnya untuk membuat mereka cinta kepada Muhammad dan Islam. Ghauras berkata kepada mereka, “Aku datang kepada kalian dari tempat manusia terbaik.”
Sifat pemaaf adalah salah satu sifat yang menghimpunkan hati manusia untuk mencintai Rasulullah SAW dan melembutkan jiwa mereka serta membuatnya mencintai beliau sampai pada tingkat di mana mereka siap untuk mengorbankan jiwanya.
Hindun ibn Abu Halah, anak tiri Rasulullah SAW, berkata ketika menggambarkan beliau. “Sesungguhnya di antara sifat pertama Muhammad bin Abdullah adalah selalu menyimpan lisannya sehingga beliau tidak menggunakannya kecuali untuk kebaikan. Dan beliau tidak pernah menganjurkan hal yang tidak baik, beliau bertutur yang berfaedah. Hal itulah yang melembutkan hati, mendekatkan jiwa. Beliau menganjurkan untuk memberikan hak kepada orang yang memiliki. Beliau tidak pernah berdebat, tidak mencaci seseorang, tidak banyak berbicara, karena khawatir salah ucap, tidak mau mencela kehormatan, dan tidak suka memotong pembicaraan hingga orang yang berbicara selesai dengan keperluannya.”
Di antara akhlaq Rasulullah SAW yang memiliki pengaruh sangat besar dalam dakwah Islam, beliau selalu mempersatukan para sahabatnya dan membagi-bagikan cintanya di antara mereka. Beliau tidak pernah mencaci seseorang, bagaimana pun sebabnya. Sepanjang hayat, beliau mencegah dirinya dari mencaci. Jika berbicara, beliau hanya menyatakan yang benar
Abu Hurairah menggambarkan Rasulullah dengan mengatakan, “Beliau menghadap dengan seluruh tubuhnya dan berbalik dengan seluruh tubuhnya. Beliau tidak pernah berbuat keji, tidak pernah berkata kotor atau berteriak-teriak.”
Bagaimana Mencintai RasulullahSetiap muslim pasti tahu, mencintai Allah SWT dan mencintai Rasulullah SAW adalah pokok keimanan. Tetapi bagaimana mencintai Allah dan Rasul-Nya itu? Dari mana memulainya? Apa dimensi-dimensi dari cinta kepada Allah dan Rasul-Nya?
Al-Quran telah mengajarkan kepada kita dengan jelas bahwa mencintai Allah terkait dan terarah dengan mengikuti Rasulullah SAW. Allah SWT berfirman, “Katakanlah (hai Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu’.” – QS Ali Imran (3): 31.
Mencintai Rasulullah SAW terkait dengan berjalan di atas petunjuknya dan ber- ittiba’ (mengikuti) tanpa disertai kekurangan ataupun hal yang berlebihan dan tidak pula dicampuri bid’ah-bid’ah ataupun kesesatan-kesesatan. Yakni ittiba’ yang mengikuti jejaknya yang membuat iman sempurna dengannya, yang membuat jiwa senantiasa merasakan kecintaan, kerinduan, dan kedekatan dengan Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian hingga aku lebih dicintai olehnya daipada hartanya, anaknya, dirinya, dan semua manusia.” (HR Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa’i).
Ujian yang sebenarnya dari cinta kepada Rasulullah SAW adalah sejauh mana kedekatan seseorang dengan ajaran-ajarannya, kepeduliannya terhadap ajaran-ajaran itu, serta perhatiannya akan sunnahnya. Rasulullah SAW telah meninggalkan kepada kita ajaran yang terang benderang. Tidak berpaling darinya melainkan orang yang binasa. Karena itu menjadi kewajiban kita untuk memegang erat-erat ajaran agama ini, memiliki kepedulian terhadap Al-Quran dengan membacanya, merenungkannya, dan memahami masalah agama yang terdapat di dalamnya, mempertautkan diri dengan sirah Nabi yang mulia, dan menimba dari sumbernya yang segar.
Menjadi keharusan atas diri kita untuk memahami wajibnya mencintai Allah dan Rasul-Nya, bahwa hal itu dimulai dengan mengikuti beliau. Cinta kepada Allah dan Rasulullah mesti menjadi kesibukan utama dan puncak cita-cita seorang muslim.
Tidak diragukan lagi, seseorang tidak dapat merasakan manisnya iman kecuali bila ia mencintai Allah dan Rasulullah lebih dari segala-galanya. Ia mencintai sesuatu hanya di jalan Allah, dan apabila membenci sesuatu mesti karena Allah, dan yang diharapkan hanya keridhaan Allah.
Segala puji bagi Allah, yang telah menjadikan kita tergolong umat Islam, telah memuliakan kita dengan pemimpin para rasul, dan telah membuat kita cinta kepada penutup para nabi, keluarganya yang mulia dan suci, para sahabatnya yang baik, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebajikan sampai hari Kiamat. Kita memohon kepada Allah SWT agar Dia mengumpulkan kita bersama mereka semua.
Sumber: Al Kisah: Buku Kupertaruhkan Segalanya demi Engkau Ya Rasulullah, karya Dr. Mohammad Abdo Yamani
Jumat, 21 Oktober 2011
Sufi Road : Mengenang Kisah Turunnya Simtud Durar
Allahumma sholli alaa sayyidina muhammad wa aalihi washohbihi wassalimMawlid Simtud Duror merupakan kitab maulid yang cukup agung yang dibaca oleh umat muslim di seluruh dunia khususnya yang dibawa dari bani alawy yaitu para habaib yang berdakwah menyebar keseluruh dunia.
Banyak keistimewaan dan keberkahand alam Mawlid ini.
Berikut dikisahkan dari buku biografi Habib Ali Al Habsy tentang penulisan kitab mulia ini.
--------------------------------------------------------------------
Ketika usia Habib 'All menginjak 68 tahun, ia menulis kitab maulid yang diberinya nama Simtud Durar.
Pada hari Kamis 26 Shafar 1327 H, Habib 'All mendiktekan paragraf awal dari Maulid Simtud Durar setelah memulainya dengan bacaan basmalah:

sampai dengan ucapan beliau:

Ia kemudian memerintahkan agar tulisan itu dibacakan kepada beliau. Setelah pendahuluan yang berupa khutbah itu dibacakan, beliau berkata, "Insya Allah aku akan segera menyempurnakannya. Sudah sejak lama aku berkeinginan untuk menyusun kisah maulid. Sampai suatu hari anakku Muhammad datang menemuiku dengan membawa pena dan kertas, kemudian berkata kepadaku, 'mulailah sekarang.' Aku pun lalu memulai-nya."
Kemudian dalam majelis lain beliau mendiktekan maulidnya

Pada hari Selasa, awal Rabi'ul Awwal 1327 H, ia memerintahkan agar maulid yang telah beliau tulis dibaca. Beliau membukanya dengan Fatihah yang agung. Kemudian pada malam Rabu, 9 Rabi'ul Awwal, beliau mulai membaca maulidnya di rumah beliau setelah maulid itu disempurnakan. Beliau berkata, "Maulid ini sangat menyentuh hati, karena baru saja
selesai diciptakan."
Pada hari Kamis, 10 Rabi'ul Awwal beliau menyempurnakan-nya lagi. Pada malam Sabtu, 12 Rabi'ul Awwal 1327 H, ia membaca maulid tersebut di rumah muridnya, Sayyid 'Umar bin Hamid as-Saggaf. Sejak hari itu Habib 'Ali kemudian membaca maulidnya sendiri: Simtud Durar. Sebelumnya ia selalu membaca maulid al-Haftdz ad-Diba'i.
Maulid Simtud Durar yang agung ini kemudian mulai tersebar luas di Seiwun, juga di seluruh Hadhramaut dan tempat-tempat lain yang jauh. Maulid ini juga sampai ke Haramain yang mulia, Indonesia, Afrika, Dhafar dan Yaman. Disebutkan bahwa maulid Simtud Durar pertama kali dibaca di rumah Habib 'Ali, kemudian di rumah muridnya, Habib 'Umar bin Hamid. Para sahabat beliau kemudian meminta agar Habib 'All membaca maulid itu di rumah-rumah mereka. Ia berkata kepada mereka, "Selama bulan ini, setiap hari aku akan membaca Maulid Simtud Durar di rumah kalian secara bergantian.
Tanggal 27 Sya'ban 1327 H, Sayyid Hamid bin 'Alwi al-Bar akan pergi ke Madinah al-Munawwarah membawa satu naskah maulid Simtud Durar yang akan dibacanya di hadapan Nabi shallalldhu 'alaihi wa sallam. Nabi shallalldhu (alaihi wa sallam akan merasa sangat senang.
Habib 'All radhialdhu 'anhu berkata:
Dakwahku akan tersebar ke seluruh wujud. Maulidku ini akan tersebar ke tengah-tengah masyarakat, akan mengumpul-kan mereka kepada Allah dan akan membuat mereka dicintai Nabi shallalldhu 'alaihi wa sallam.
Jika seseorang menjadikan kitab maulidku ini sebagai salah satu wiridnya atau menghafalnya, maka rahasia (sir) al-Habib shallalldhu 'alaihi wa sallam akan tampak pada dirinya. Aku yang mengarangnya dan mendiktekannya, namun setiap kali kitab itu dibacakan kepadaku, dibukakan bagiku pintu untuk berhubung-an dengan Nabi shallalldhu 'alaihi wa sallam. Pujianku kepada Nabi shallalldhu 'alaihi wa sallam dapat diterima oleh masyarakat.
1ni karena besarnya cintaku kepada Nabi shalldlahu alaihiwa sallam. Bahkan dalam surat-suratku, ketika aku menyifatkan Nabi shallaltdhu 'alaihi wa sallam, Allah membukakan kepadaku susunan bahasa yang tidak ada sebelumnya. Ini adalah ilham yang diberikan Allah kepadaku. Dalam surat menyuratku ada beberapa sifat agung Nabi shallaahu 'alaihi wa sallam andaikan Nabhani membacanya, tentu ia akan memenuhi kitab-kitabnya dengan sifat-sifat agung itu.
Munculnya Maulid Simtud Durar di zaman ini akan menyempurnakan kekurangan orang-orang yang hidup di zaman akhir. Sebab, tidak sedikit pemberian Allah kepada orang-orang terdahulu yang tidak dapat diraih oleh orang-orang zaman akhir, tapi setelah maulid ini datang, ia akan menyempurnakan apa yang telah terlewatkan. Dan Nabi shallaltdhu 'alaihi wa sallam sangat menyukai maulid ini.
Maulid Hari Kamis Akhir Bulan Rabi'ul Awwal
Suatu hari Habib 'Abdul Qadir bin Muhammad bin 'Ali al-Habsyi, cucu penulis Simtud Durar berpidato:
"Wahai saudara-saudaraku. Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah atas nikmat yang agung dan karunia yang besar ini. Allah Jalla wa 'Ala bermurah kepada kita sehingga kita dapat mengadakan acara agung yang dahulu diselenggarakan sendiri oleh penulis kitab Maulid ini, pendiri acara yang agung ini sejak 90 tahun yang lalu. Acara itu dihadiri oleh masyarakat dari berbagai daerah. Ada yang datang dari Hijaz, Dhafar, Sawahil dan negara-negara lainnya. Ada yang memperkirakan, jumlah orang yang menghadiri maulid tersebut sekitar 30.000 orang.
Habib 'Ali membiayai keperluan mereka semua. Dan beliau juga mengurus jamuan dan kendaraan mereka. Sebab, saat itu tidak ada mobil atau pesawat. Semua orang datang dengan mengendarai onta dan kendaraan lain. Beberapa orang dan pegawai pemerintah mengkhawatirkan hal ini, "Wahai Habib 'Ali, manusia berdatangan dari segenap penjuru, bagaimana pembiayaannya" Habib 'Ali menjawab, "Kalian sambut saja mereka, bukalah rumah kalian untuk mereka, Allah nanti yang akan memberi mereka rezeki, bukan aku atau kalian. Bukalah rumah kalian untuk mereka, aku akan menyediakan segala sesuatunya kepada kalian. Jika ada yang kekurangan, pergilah ke tempat fulan dan fulan." Beliau menyebutkan beberapa nama sehingga mereka dapat mendatangi orang-orang itu untuk mengambil semua yang diperlukan.
Maulid yang agung ini dihadiri oleh para munshib, dai dan ulama yang berasal dari berbagai daerah. Mereka semua berkumpul sehingga turunlah madad, kebaikan, keberkahan dan nafahat yang agung. Para munshib datang dengan rombongan hadhrah mereka: ada yang dari Syihr, Ghail dan dari berbagai tempat lain. Kota Seiwun dipadati oleh manusia sebagaimana dikatakan oleh Habib 'Ali:
Seiwun memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh kota-kota lain.
Menjelang hari Kamis terakhir bulan Rabi'ul Awwal, para buruh meminta ijin dari majikan mereka untuk tidak masuk kerja. Pernah seorang buruh ditanya mengapa harus libur, ia menjawab: Wahai Habib, ketahuilah, waktuku setahun berlalu begitu saja; sia-sia. Sekarang yang kumiliki tinggal dua hari ini saja, yaitu hari-hari pembacaan maulid. Nanti, ketika manusia telah berkumpul di lembah itu, Habib 'Ali akan berdiri dan menyeru orang-orang ke jalan Allah, mengajak mereka bertobat dan mendoakan mereka, maka semua dosa dari orang-orang yang berkumpul di situ pasti diampuni.
'Ammi 'Umar bin Hasan al-Haddad berkata, "Perhatikanlah, bagaimana kaum awam dapat menemukan sir."
Sumber: Buku biografi Habib Ali Al Habsy
Langganan:
Postingan (Atom)

