Tampilkan postingan dengan label Riyadhus Shalihin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Riyadhus Shalihin. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juli 2013

Riyadhus Shalihin : Berbagai Kebaikan dalam Puasa

1219. Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. itu adalah sedermawan-dermawannya para manusia dan lebih-lebih lagi kedermawaannya itu ialah dalam bulan Ramadhan ketika ditemui oleh Jibril. Jibril itu menemui beliau s.a.w. pada setiap malam bulan Ramadhan lalu membacakan al-Quran padanya. Maka niscayalah Rasulullah s.a.w. itu, ketika ditemui oleh Jibril,adalah lebih dermawan dalam memberikan kebaikan daripada angin yang dilepaskan tiupannya." (Muttafaq 'alaih)

1220. Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Rasulullah s.a.w. apabila telah masuk sepuluh hari - yang terakhir dari Ramadhan -maka beliau s.a.w. menghidupkan malamnya - dengan memperbanyakkan amalan ibadatnya, juga membangunkan isterinya - agar ikut memperbanyak amalannya - serta mengeraskan ikat pinggang-nya - yakni sebagai kata kinayah bahwa beliau s.a.w. menjauhi untuk berkumpul dengan isterinya." (Muttafaq 'alaih)

Keutamaan Bersahur Dan Mengakhirkannya Selama Tidak Takut Menyingsingnya Fajar
1226. Dari Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Bersahurlah engkau semua, karena sesungguhnya di dalam sahur itu ada keberkahannya." (Muttafaq 'alaih)

1227. Dari Zaid bin Tsabit r.a., katanya: "Kita bersahur bersama Rasulullah s.a.w. kemudian kita berdiri untuk melakukan shalat -yakni shalat Subuh." Kepadanya ditanyakan: "Berapa jarak waktu antara keduanya itu?" Yakni antara selesainya sahur dengan berdirinya untuk shalat Subuh. la menjawab: "Sekira cukup membaca limapuluh ayat." (Muttafaq 'alaih)

1228. Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.vv. itu mempunyar dua orang juru azan, yaitu Bilal dan Ibnu Ummi Maktum. Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya Bilal itu berazan di waktu masih malam - yakni sebelum menyingsingnya fajar sadik, maka makanlah dan minumlah engkau semua - untuk bersahur - sehingga Ibnu Ummi Maktum berazan - sebagai tanda masuknya waktu Subuh." Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma berkata: "Tidak ada jaraknya antara kedua orang juru azan itu, melainkan kalau yang ini turun -yakni Bilal - lalu yang ini - yakni Ibnu Ummi Maktum - naik." Maksudnya jarak waktu antara keduanya itu tidak terlalu lama. (Muttafaq 'alaih)

1229. Dari 'Amr bin al-'Ash r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Pemisahan - yakni perbedaan - antara puasa kita dengan puasanya kaum ahlulkitab -yakni kaum Yahudi dan Nasrani - itu ialah adanya makan sahur." (Riwayat Muslim)

Keutamaan Menyegerakan berbuka Dan Apa Yang Digunakan Untuk Berbuka Itu Serta Apa Yang Diucapkan Setelah Selesai Berbuka
1230. Dari Sahl bin Sa'ad r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tiada henti-hentinya orang-orang itu memperoleh kebaikan, selama mereka itu suka menyegerakan berbuka." (Muttafaq 'alaih)

1231. Dari Abu 'Athiyah, katanya: "Saya dan Masruq masuk ke tempat Aisyah radhiallahu 'anha, laiu Masruq berkata padanya: "Ada dua orang lelaki dari sahabat-sahabat Rasulullah s.a.w. tidak melalaikan kebaikan, yang seorang menyegerakan Maghrib dan berbuka, sedang yang lainnya mengakhirkan Maghrib dan berbuka." Aisyah lalu bertanya: "Siapakah yang menyegerakan Maghrib dan berbuka?" Masruq menjawab: "Yaitu Abdullah - yang dimaksudkan Abdullah bin Mas'ud." Aisyah radhiallahu 'anha lalu berkata: "Demikian itulah yang dilakukan oleh Rasulullah s.a.w." (Riwayat Muslim)

1232. Dari Abu Hurairah r.a., pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Allah 'Azzawajalla berfirman - dalam Hadis qudsi: "Yang paling saya cintai di antara hamba-hambaKu ialah yang lebih menyegerakan berbukanya." Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

1233. Dari Umar bin al-Khaththab r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Apabila malam telah menghadap - yakni datang - dari sebelah ini-yakni dari sebelah timur- dan siang telah berlalu dari sebelah ini - yakni sebelah barat, juga matahari telah terbenam, maka benar-benar sudah waktunyalah seseorang yang berpuasa itu berbuka," yakni jangan menunggu lama lagi. (Muttafaq 'alaih)

1234. Dari Abu Ibrahim yaitu Abdullah bin Abu Aufa radhiallahu 'anhuma, katanya: "Kita berjalan - yakni bepergian - bersama Rasulullah s.a.w. dan beliau s.a.w. berpuasa. Ketika matahari terbenam, lalu beliau bersabda kepada sebagian kaum - yang mengikuti perjalanan itu: "Hai Fulan, turunlah lalu masaklah roti itu dengan air untuk kita." Orang itu berkata: "Andaikata sore hari nanti,tentunya lebih baik."Maksudnya: Oleh sebab tampak masih agak siang, maka alangkah baiknya kalau memasaknya itu menantikan agak sore sedikit. Beliau s.a.w. lalu bersabda lagi: "Turunlah laiu masaklah roti dengan air untuk kita." Orang itu berkata lagi: "Sesungguhnya hari ini masih siang bagi Tuan - guna berbuka." Beliau s.a.w. bersabda lagi: "Turunlah, lalu masaklah roti dengan air untuk kita." Yang meriwayatkan Hadis ini berkata: "Orang yang disuruh tadi lalu turun, kemudian ia memasak roti dengan air untuk orang banyak. Rasulullah s.a.w. lalu minum kemudian bersabda: "Apabila engkau semua telah melihat waktu malam datang dari sebelah sini -yakni sebelah timur, maka benar-benar sudah waktunyalah seseorang yang berpuasa itu berbuka." Beliau bersabda demikian sambil menunjuk dengan tangannya ke arah sebelah timur. (Muttafaq 'alaih) Sabdanya: Ijdah dengan menggunakan Jim lalu dal lalu ha'yang keduanya muhmalah, artinya ialah campurlah roti sawiq dengan air.

1235. Dari Salman bin 'Amr ad-Dhahabi ash-Shahabi r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Jikalau seseorang di antara engkau semua berbuka, maka hendaklah berbuka atas kurma, tetapi apabila tidak menemukan kurma, maka hendaklah berbuka atas air, karena sesungguhnya air itu suci." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

1236. Dari Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. itu berbuka sebelumnya melakukan shalat - Maghrib - atas beberapa buah kurma basah, tetapi apabila tidak ada kurma basah, maka berbuka atas kurma biasa, tetapi apabila tidak ada kurma, maka beliau s.a.w. minum beberapa teguk air." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

Perintah Kepada Orang Yang Berpuasa Supaya Menjaga Lisan Dan Anggotanya Dari Perselisihan Dan Saling Bermaki-makian Dan Sebagainya
1237. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Apabila pada hari seseorang di antara engkau semua itu berpuasa, maka janganlah ia bercakap-cakap yang kotor dan jangan pula bertengkar. Apabila ia dimaki-maki oleh seseorang atau dilawan bermusuhan, maka hendaklah ia berkata: "Sesungguhnya saya adalah berpuasa." (Muttafaq 'alaih)

1238. Dari Abu Hurairah r.a. pula, katanya: "Nabi s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan tidak pula meninggalkan berkelakuan dengan dasar dusta, maka tidak ada keperluannya bagi Allah dalam ia meninggalkan makan dan minumnya." Maksudnya: Di waktu berpuasa itu hendaknya meninggalkan hal-hal di atas, agar berpahala puasanya tadi. (Riwayat Bukhari)

Berbagai masalah Dalam Puasa

1239. Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Apabila seseorang di antara engkau semua lupa - bahwa ia berpuasa, ialu ia makan atau minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya - yakni hal itu tidak membatalkan puasanya, karena sesungguhnya Allah itulah yang memberinya makan dan pula minumnya." (Muttafaq 'alaih)

1240. Dari Laqith bin Shabirah r.a., katanya: "Saya berkata: "Ya Rasulullah, beritahukanlah padaku perihal berwudhu'." Beliau S.a.w. bersabda: "Sempurnakanlah wudhu' itu, sela-selailah dengan air antara jari-jari, persangatkanlah menghirup air dalam hidung, melainkan jikalau engkau dalam keadaan berpuasa."Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

1241. Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Rasulullah s.a.w. dicapai oleh fajar - yakni didahului oleh menyingsingnya fajar, sedang beliau s.a.w. dalam keadaan berjanabat karena berkumpul dengan isterinya, lalu beliau s.a.w. mandi dan terus berpuasa." (Muttafaq 'alaih)

1242. Dari Aisyah dan Ummu Salamah radhiallahu 'anhuma berkata: "Rasulullah s.a.w. berpagi-pagi dalam keadaan berjanabat, bukannya karena bermimpi - maksudnya karena berkumpul dengan isterinya, kemudian beliau berpuasa." (Muttafaq 'alaih)

Riyadhus Shalihin : Wajibnya Puasa Ramadhan, Uraian Keutamaan Berpuasa Dan Hal-hal Yang Berhubungan Dengan Puasa Itu

Allah Ta'ala berfirman:
"Hai sekalian orang yang beriman! Diwajibkanlah puasa atas engkau semua sebagaimana yang diwajibkan atas orang-orang yang sebelum engkau semua itu," sampai kepada firmanNya: "Bulan ramadhan yang di dalamnya itu diturunkan al-Quran, sebagai :petunjuk untuk semua manusia dan merupakan keterangan-keterangan dari petunjuk dan yang memperbedakan antara kebenaran dan kesesatan. Maka barangsiapa di antara engkau semua ada yang menyaksikan bulan Ramadhan,hendaklah berpuasa dan barangsiapa yang sakit atau datam perjalanan, maka berpuasalah menurut hitungan yang tidak dipuasainya itu pada bari-hari yang lain," sampai akhirnya ayat. (al-Baqarah: 183)

1212. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. ber-sabda:
"Allah 'Azzawajalla berfirman - dalam Hadis qudsi: "Semua amal perbuatan anak Adam - yakni manusia - itu adalah untuknya, melainkan berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untukKu dan saya akan memberikan balasan dengannya. Puasa adalah sebagai perisai - dari kemaksiatan serta dari neraka. Maka dari itu, apabila pada hari seseorang di antara engkau semua itu berpuasa, janganlah ia bercakap-cakap yang kotor dan jangan pula bertengkar. Apabila ia dimaki-maki oleh seseorang atau dilawan bermusuhan, maka hendaklah ia berkata: "Sesungguhnya saya adalah berpuasa." Demi Zat yang jiwa Muhammad ada di dalam genggaman ke-kuasaanNya, niscayalah bau bacin dari mulut seseorang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi. Seseorang yang berpuasa itu mempunyai dua kegembiraan dan ia dapat merasakan kesenangannya, yaitu apabila ia berbuka, iapun bergembiralah dan apabila telah bertemu dengan Tuhannya, iapun gembira dengan adanya amalan puasanya." (Muttafaq 'alaih) Dan ini adalah lafaz riwayat Imam Bukhari.
Dalam riwayat Imam Bukhari yang lain disebutkan: Allah berfirman dalam Hadis qudsi: "Orang yang berpuasa itu meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena taat pada perintahKu - Allah. Puasa adalah untukKu dan Aku akan memberikan balasannya, sedang sesuatu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat gandanya." Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan:
"Setiap amal perbuatan anak Adam - yakni manusia itu, yang berupa kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya dengan sepuluh kalinya sehingga tujuhratus kali lipatnya."Allah Ta'ala berfirman: "Melainkan puasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untukKu dan Aku akan memberikan balasannya. Orang yang berpuasa itu meninggalkan kesyahwatannya, juga makanannya semata-mata karena ketaatannya pada perintahKu. Seseorang yang berpuasa itu mempunyai dua macam kegembiraan, sekali kegembiraan di waktu berbukanya dan sekali lagi kegembiraan di waktu menemui Tuhannya. Niscayalah bau bacin mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi."

1213. Dari Abu Hurairah r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Barangsiapa yang menafkahkan sepasang binatang - yakni dua ekor kuda, lembu ataupun unta - dalam kepentingan fi-sabilillah, maka ia akan dipanggil dari semua pintu syurga dengan ucapan: "Hai hamba Allah, inilah yang lebih baik." Maka jikalau seseorang itu dari golongan ahli shalat, ia akan dipanggil dari pintu Shalat, barangsiapa yang termasuk dalam ahli jihad, ia akan dipanggil dari pintu Jihad, barangsiapa yang termasuk dalam ahli puasa, ia akan dipanggil dari pintu Rayyan - artinya puas atau kenyang minuman, barangsiapa yang termasuk dalam ahli sedekah, maka ia dipanggil dari pintu Shadaqah." Abu Bakar r.a. berkata: "Biabi anta wa ummi ya Rasuiullah, tidak ada kerugian samasekali bagi seseorang yang telah dipanggil dari pintu-pintu itu, tetapi apakah ada seseorang yang dipanggil dari semua pintu itu?" Beliau s.a.w. menjawab: "Ya, ada dan saya mengharapkan agar anda termasuk dalam golongan orang yang dipanggil dari segala pintu tadi." (Muttafaq 'alaih)

1214. Dari Sahl bin Sa'ad r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Sesungguhnya di dalam syurga itu ada sebuah pintu yang disebut pintu Rayyan - artinya: Puas dan kenyang minum. Dari pintu ini masuklah semua orang yang berpuasa besok pada hari kiamat. Tidak ada seorang yang selain orang-orang yang berpuasa itu yang dapat masuk dari pintu itu. Dikatakanlah: "Manakah orang-orang yang berpuasa." Mereka itu lalu berdiri, lalu tidak seorangpun yang dapat masuk dari pintu Rayyan tadi selain orang-orang yang berpuasa. Jikalau mereka telah masuk seluruhnya, lalu pintu itupun ditutuplah, jadi tidak seorangpun lagi yang dapat memasukinya." (Muttafaq 'alaih)

1215. Dari Abu Said r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tiada seorang hambapun yang berpuasa sehari dengan niat fi-sabilillah - yakni semtata-mata menuju kepada ketaatan kepada Allah, melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya - yakni dirinya -karena puasanya tadi, sejauh perjalanan tujuhpuluh tahun dari neraka." (Muttafaq 'alaih)

1216. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena didorong oleh keimanan dan mengharapkan keridhaan Allah, maka diampunkanlah untuk dosa-dosanya yang terdahulu." (Muttafaq 'alaih)

1217. Dari Abu Hurairah r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Apabila bulan Ramadhan telah datang, maka dibukalah pintu-pintu syurga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan diikatlah semua syaitan." (Muttafaq 'alaih)

1218. Dari Abu Hurairah r.a, pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Berpuasalah karena melihat - rukyah - bulan dan berbukalah karena melihat bulan. Maka apabila terhalang oleh awan atasmu semua, maka sempurnakanlah hitungan bulan Sya'ban sebanyak tigapuluh hari." (Muttafaq 'alaih) Ini adalah lafaznya Imam Bukhari. Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan: "Maka jikalau tertutup oleh awan atasmu semua, maka berpuasalah sebanyak tigapuluh hari."

Sabtu, 05 Januari 2013

Riyadhus Shalihin : Banyaknya Jalan Kebaikan

1. Dari Abu Dzarr Jundub bin Junadah ra., ia bertanya kepada Rasulullah SAW : “Amal apakah yang paling utama ?” Beliau menjawab : “Iman kepada Allah dan berjuang di jalan-Nya.” Saya bertanya : “Memerdekakan budak yang bagaimana yang paling utama ?” Beliau menjawab : “Memerdekakan budak ketika sangat disayang oleh tuannya dan yang paling mahal harganya .” Saya bertanya : “Seandainya saya tidak mampu berbuat yang sedemikian, lalu bagaimana ?” Beliau menjawab : “Kamu membantu orang yang bekerja atau kamu menyibukkan diri agar hidupmu tidak sia-sia.” Saya bertanya lagi : “Wahai Rasulullah, bagaimana jika saya tidak mampu melakukan sebagian pekerjaan itu ?” Beliau menjawab : “ Janganlah kamu berbuat kejahatan kepada sesama manusia, karena sesungguhnya yang demikian itu termasuk sedekah untuk dirimu .” (HR.Bukhari dan Muslim)

2. Dari Abu Dzarr ra., ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Setiap pagi, pada ruas tulang kalian terdapat sedekah, setiap ucapan tasbih (SUBHANALLAH) adalah sedekah, setiap ucapan tahmid (ALHAMDULILLAH) adalah sedekah, setiap ucapan tahlil (LAA ILAHA ILLALLAH) adalah sedekah, setiap ucapan takbir ( ALLAHU AKBAR) adalah sedekah, memerintah kebaikan adalah sedekah, mencegah perkara mungkar (yang dibenci) adalah sedekah, dan dua raka’at yang dikerjakan seseorang dalam salat Dhuha telah mencakup semuanya .” (HR.Muslim) 3. Dari Abu Dzarr ra., ia berkata : Nabi SAW bersabda : “Diperlihatkan kepadaku amal-amal perbuatan umatku, yang baik maupun yang jelek. Aku mendapatkan dalam kelompok amal perbuatan yang baik, di antaranya menghilangkan gangguan dari jalan, dan aku mendapatkan dalam kelompok amal perbuatan yang jelek, di antaranya, ingus yang dibiarkan di masjid tanpa ditutupi atau dibuang .” (HR.Muslim)

4. Dari Abu Dzarr ra., ia berkata: “Orang-orang protes kepada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala, mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat, dan mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Tetapi mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Nabi bersabda: “Bukankah Tuhan telah menjadikan sesuatu bagimu untuk sedekah? Sesungguhnya tiap-tiap tasbih, tahmid, adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan, melarang berbuat kemungkaran, dan bersetubuh (dengan istrinya) adalah sedekah.” Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah salah seorang di antara kami mendapatkan pahala sedangkan ia mengikuti syahwatnya?” Rasulullah bersabda: “Bukankah seseorang yang menyalurkan syahwatnya pada yang haram ia berdosa? Maka demikian pula apabila ia menempatkan syahwatnya itu pada yang halal, ia akan mendapat pahala.” (HR. Muslim)

5. Dari Abu Dzarr ra., ia berkata: “Nabi SAW bersabda: ‘Janganlah sekali-kali engkau meremehkan suatu kebaikan, walaupun hanya menemui saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ramah.’” (HR. Muslim)

6. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Setiap ruas tulang manusia sebaiknya disedekahi (oleh pemiliknya) setiap hari terbitnya matahari (sebagai pernyataan syukur kepada Allah untuk keselamatan tulangtulangnya). Dan macam sedekah itu banyak sekali, di antaranya berlaku adil di antara dua orang (yang sedang bertengkar), membantu teman ketika hendak menaiki tunggangannya atau memuatkan barang temannya ke punggungnya, ucapan yang baik, setiap langkah untuk melakukan shalat, dan menyingkirkan sesuatu yang membahayakan orang di jalan, adalah sedekah.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Dari ‘Aisyah ra., ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya setiap anak cucu Adam diciptakan sebanyak 360 ruas tulang. Maka siapa saja mengagungkan Allah (membaca takbir), memuji Allah membaca hamdalah (alhamdulillah), membaca tahlil (laa ilaaha illallaah), membaca tasbih (subhanallah), membaca istighfar (astaghfirullah), menyingkirkan batu dari jalanan, menyingkirkan duri atau tulang dari jalan umum, memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran, hingga genap tiga ratus enam puluh kali, berarti pada sore hari ia telah menjauhkan dirinya dari neraka.’” (HR Muslim)

8. Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW beliau bersabda: “Siapa saja yang pergi ke masjid di pagi hari maupun sore hari, Allah menyediakan hidangan surga baginya sepanjang pagi maupun sore.” (HR Bukhari dan Muslim)

9. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Wahai kaum muslimah, janganlah sekali-kali seorang tetangga itu merasa terhina untuk memberi sedekah kepada tetangganya, walaupun hanya berupa kikil kambing.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

10. Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Iman itu mempunyai tujuh puluh atau enam puluh lebih cabang, yang paling utama adalah ucapan: ‘LAA ILAAHA ILLALLAAH’ (Tidak ada Tuhan selain Allah), dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Sedangkan malu adalah cabang dari iman.” (HR. Bukhari dan Muslim)

11. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Kali tertentu ada seorang laki-laki yang berjalan. Di tengah perjalannya ia kehausan, ia menemukan sebuah sumur maka iapun turun ke dalamnya dan meminumnya. Kemudian ia keluar, tiba-tiba ada seekor anjing yang menjilat-jilat tanah karena kehausan, lantas orang itu berkata: ‘Anjing ini benar-benar kehausan sebagaimana diriku.’ Kemudian ia turun lagi dan mengisi sepatunya dengan air sampai penuh, kemudian ia menggigit sepatunya dan naik ke atas lalu ia memberinya minum. Allah memuji perbuatan orang itu karena menolong anjing dan Allah mengampuni dosanya.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah menolong binatang juga memperolah pahala?” Beliau menjawab: “Menolong setiap makhluk yang mempunyai limpa itu mendapatkan pahala.” (HR Bukhari dan Muslim) Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan : "Allah memuji perbuatan orang itu dan memberi ampunan kepadanya serta memasukkannya ke dalam surga." Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang lain disebutkan : "Kali tertentu ada seekor anjing yang berputar-putar di sekeliling sumur, ia hampir mati karena kehausan, ada seorang penjahat dari Bani Israil yang melihat anjing itu. Melihat yang demikian, ia melepaskan sepatunya dan mengambil air untuk diminurnkan pada anjing itu. Karena perbuatannya itu, diampunilah dosa-dosa penjahat itu."

12. Dari Abu Hurairah ra., Nabi SAW bersabda: "Kulihat ada seseorang yang bersenang-senang di dalam surga disebabkan ia memotong dahan yang berada di tengan jalan karena mengganggu kaum muslimin yang lewat. (HR. Bukhari) Dalam riwayat lain : "Ada seseorang yang berjalan dan ia terganggu sebuah dahan yang menghalanginya, kemudian ia berkata: ‘Demi Allah saya akan menyingkirkan dahan ini dari jalan, agar tidak mengganggu kaum muslimin yang lewat.’ Karena perbuatannya itu, ia dimasukkan surga." Dalam riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan: "Ada seseorang yang berjalan dan menemukan dahan yang berduri di jalan, kemudian ia menyingkirkannya, maka Allah memuji orang itu dan mengampuni dosa-dosanya."

13. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Siapa saja yang berwudhu dengan sempurna, kemudian menunaikan salat Jumat dan mendengarkan serta memperhatikan khutbah, maka diampunilah dosa-dosa yang dikerjakannya antara hari itu sampai hari Jumat berikutnya, ditambah tiga hari berikutnya. Dan siapa saja yang mempermainkan batu sewaktu ada khutbah maka sia-sialah Jumatnya.’” (HR. Muslim)

14. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: “Rasulullah.SAW bersabda: ‘Jika orang muslim atau mukmin itu berwudhu, maka ketika ia membasuh mukanya, keluarlah setiap dosa yang dilakukan oleh kedua matanya, karena melihat sesuatu yang diharamkan. Hilangnya bersama-sama dengan air itu atau bersama-sama dengan tetesan air terakhir. Jika ia membasuh kakinya, maka keluarlah dosa yang diperbuat oleh kedua kakinya, karena dipergunakan berjalan pada jalan yang tidak benar, bersama-sama dengan air atau bersama-sama dengan tetesan air terakhir, sehingga ia bersih dari dosa.’” (HR. Muslim)

15. Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW, bersabda : "Salat lima waktu, antara salat Jumat yang satu ke salat Jumat berikutnya, dan puasa pada bulan Ramadhan ke puasa Ramadhan berikutnya, menjadi penebus atas dosa-dosa yang dilakukan, selama dosa-dosa besar dijauhinya." (HR. Muslim)

16. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah SAW bertanya: "Maukah kalian kutunjukkan sesuatu yang dapat menghapus dosa-dosa dan dapat mengangkat derajat (di surga)?” Para sahabat menjawab: "Tentu saja, Ya Rasulullah." "Yaitu menyempurnakan wudhu pada waktu-waktu yang tidak disukai, memperbanyak langkah ke masjid dan menunggu salat setelah selesai salat. Itulah yang harus kalian utamakan." (HR. Muslim)

17. Dari Abu Musa Al-Asy'ari ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Siapa saja yang selalu menjaga salat Subuh dan salat Ashar niscaya ia masuk surga." (HR. Rukhari dan Muslim) 18. Dari Abu Musa Al-Asy'ari ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seseorang menderita sakit atau sedang bepergian, maka dicatatlah pahala baginya amal perbuatan yang biasa dikerjakannya pada waktu tidak bepergian dan pada waktu sehat." (HR. Bukhari)

19. Dari Jabir ra., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Setiap perbuatan baik adalah sedekah.” (HR. Bukhari)

20. Dari Jabir ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Seorang muslim yang menanam tanaman, kemudian ia makan dari hasil tanaman itu termasuk sedekah baginya, juga bila hasil tanaman itu dicuri atau diambil orang, maka ia termasuk sedekah baginya." (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan: "Seorang muslim yang menanam tanaman atau menabur benih kemudian hasil tanamannya itu dimakan oleh manusia, binatang, maupun sesuatu yang lain, maka semua itu merupakan sedekah baginya sampai hari kiamat."

21. Dari Jabir ra., ia berkata: “Orang-orang Bani Salimah ingin berpindah rumah dekat dengan masjid, kemudian kabar itu terdengar Rasulullah SAW maka beliau bersabda kepada mereka: "Aku mendengar bahwa kalian ingin pindah tempat yang dekat dengan masjid." Mereka menjawab: "Benar wahai Rasulullah, kami ingin pindah dekat dengan masjid." Beliau bersabda: "Wahai Bani Salimah tetaplah kamu di rumahmu yang sekarang, karena bekas langkahmu akan dicatat." (HR. Muslim) Dalam riwayat lain dikatakan : "Setiap langkah itu mengangkat satu derajat."

22. Dari Abul Mundzir Ubay bin Ka'ab ra., ia berkata: "Ada seseorang yang sepanjang pengetahuan saya, tidak ada seorang pun yang lebih jauh tempatnya dari masjid dan ia tidak pernah tertinggal salat di masjid. Ada seseorang yang menyarankan: "Seandainya kamu membeli keledai yang dapat kamu naiki pada waktu gelap dan pada waktu panas, niscaya kamu tidak begitu lelah." la menjawab: "Saya tidak suka bila rumah saya dekat dengan masjid. Sesungguhnya saya menginginkan agar perjalanan saya, baik sewaktu pergi ke masjid maupun pulang ke rumah, itu selalu dicatat." Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Allah telah mengumpulkan semua catatan itu bagi kamu." (HR. Muslim) Dalam riwayat lain dikatakan: "Bagimu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan."

23. Dari Abu Muhammad Abdullah bin 'Amr bin 'Ash ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Ada empat puluh perbuatan, dan yang paling utama adalah mendermakan seekor kambing untuk diperas susunya. Dan siapa saja yang mengerjakan salah satu di antara empat puluh itu hanya mengharapkan pahala dan melaksanakan apa yang pernah dijanjikannya, niscaya Allah akan memasukkan surga karena amalnya.” (HR. Bukhari)

24. Dari 'Adiy bin Hatim ra., ia berkata: "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Takutlah kamu sekalian terhadap api neraka walaupun hanya bersedekah dengan separuh biji kurma." (HR. Bukhari dan Muslim) Dalam riwayat lain disebutkan, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: "Salah seorang di antara kalian nanti akan berbicara langsung dengan Tuhannya, padahal antara dia dengan Tuhannya tidak ada penerjemah, kemudian ia melihat ke kanan tiada terlihat kecuali amal yang pernah dilakukannya, kemudian ia melihat ke kiri tiada terlihat kecuali api tepat di depan mukanya, maka takutlah kalian terhadap api itu walaupun hanya bersedekah dengaan separuh biji kurma. Siapa saja yang tidak mampu, maka cukup dengan kata-kata yang baik."

25. Dari Anas ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah ridha terhadap seseorang, yang apabila makan makanan, ia memuji kepada-Nya." (HR. Bukhari)

26. Dari Abu Musa ra. dari Nabi SAW beliau bersabda: "Setiap orang Islam itu wajib bersedekah." Salah seorang sahabat bertanya: "Bagaimana jika ia tidak mempunyai apa-apa ?" Beliau menjawab: "Hendaklah ia berbuat dengan kedua tangannya, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan bagi dirinya dan dapat pula untuk di sedekahkan!" Ia bertanya: "Bagaimana seandainya ia tidak mampu untuk berbuat seperti itu?" Beliau menjawab: "Hendaklah ia membantu orang yang sangat membutuhkan bantuannya!" Ia bertanya Iagi: "Bagaimana seandainya ia tidak mampu memberi bantuan?” Beliau menjawab: "Hendaknya ia menyuruh orang untuk berbuat baik!" Ia bertanya lagi: "Bagaimana seandainya ia juga tidak

Jumat, 13 Januari 2012

Riyadhus Shalihin : Jujur


1. Dari Ibnu Mas’ud ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda :
“Sesungguhnya kebenaran itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga. Seseorang akan selalu bertindak jujur sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya dusta itu membawa kepada kejahatan dan kejahatan itu membawa ke neraka. Seseorang akan selalu berdusta sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai pendusta .” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra., ia berkata : “Saya menghafal beberapa kalimat dari Rasulullah SAW, yaitu : “Tinggalkanlah apa yang kamu ragukan dan kerjakanlah apa yang tidak kamu ragukan. Sesungguhnya jujur itu menimbulkan ketenangan dan dusta itu menimbulkan kebimbangan .” (HR. Tirmidzi)

3. Dari Abu Sufyan Shahr bin Harb ra., di dalam haditsnya yang panjang tentang cerita pertanyaan Heraklius kepadanya :
“Apa saja yang diperintahkan oleh Nabi SAW kepada kamu ?” Abu Sufyan berkata : “Nabi SAW bersabda : “Sembahlah Allah Yang Maha Esa dan janganlah kamu menyekutukan apapun
dengan-Nya, tinggalkanlah ajaran-ajaran nenek moyangmu. Beliau juga menyuruh kami untuk melaksanakan salat, jujur, pemaaf dan menghubungkan sanak kerabat .” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Dari Abu Tsabit, (Abu Sa’id atau Abul Walid Sahl bin Hunaif), ia adalah orang yang ikut perang Badar. Menurut beliau, Nabi SAW bersabda : “Siapa saja yang benar-benar mohon untuk mati syahid kepada Allah Ta’ala niscaya Allah akan
mengabulkan ke tingkat orang yang mati syahid walaupun ia mati di atas tempat tidur . “ (HR. Muslim

5. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : “Rasulullah SAW bersabda : “Ada salah seorang di antara para nabi sewaktu akan berangkat perang, ia berpesan kepada kaumnya : “Janganlah mengikuti kami, yaitu orang yang baru kawin, sedangkan ia belum berkumpul dengan isterinya. Orang membangun rumah, sedangkan ia belum selesai membangunnya. Dan
janganlah mengikuti kami orang yang baru membeli kambing atau onta, dan ia menunggu kelahiran anaknya .” Kemudian Nabi berangkat berperang dan ketika mendekati sebuah
dusun kira-kira menjelang Nabi itu berkata kepada matahari : “Wahai matahari, sesungguhnya kamu diperintah dan saya pun diperintah. Ya Allah, tahanlah ia untuk membantu kami.”
Maka tertahanlah matahari itu, sehingga Allah memberikan kemenangan kepada nabi itu. Kemudian Nabi itu mengumpulkan barang-barang rampasan perang dan mendatangkan api untuk memakannya, tetapi api itu tidak mau memakannya, oleh karenanya Nabi itu bersabda:
“Sesungguhnya ada di antara kamu sekalian yang tidak ikhlas, maka setiap kelompok harus mengirimkan seorang laki-laki untuk berbai’at kepadaku.” Kemudian melekatlah
tangan dua atau tiga orang dengan tangan Nabi, maka beliau bersabda : “Kalianlah yang tidak ikhlas.” Orang-orang itu lalu membawa emas sebesar kepala sapi kemudian diletakkan di hadapan Nabi dan datanglah api, memakan emas tadi.
Barang-barang rampasan perang belum dihalalkan bagi seseorang sebelum kami. Kemudian Allah melihat kelemahan kami, karena Allah itu menghalalkan barang rampasan itu
bagi kami.” (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Dari Abu Khalid Hakim bin Hizam ra., ia masuk Islam sewaktu pembukaan kota Makkah, sedangkan ayahnya termasuk tokoh Quraisy, baik di zaman Jahiliyah maupun setelah masuk Islam, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Dua orang yang berjual beli itu haruslah bebas memilih sebelum mereka berpisah. Apabila keduanya jujur dan berterus terang di dalam berjual beli, maka keduanya akan mendapatkan berkah. Tetapi apabila keduanya menyembunyikan dan dusta, maka jual belinya itu tidak akan membawa berkah.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Rabu, 14 Desember 2011

Riyadhus Shalihin : Haram Menurunkan Pakaian Karena Sombong

1. Dari Asma’ binti Yazid Al Anshariyah ra., ia berkata : “Lengan kemeja Rasulullah saw. Hanya sampai pergelangan tangan.” (HR. Abu Dawud dan Turmudzi)

2. Dari Ibnu Umar ra. bahwasannya Nabi saw. bersabda:
“Barangsiapa yang menurunkan kainnya di bawah mata kaki karena sombong, maka pada hari kiamat nanti Allah tidak akan melihatnya.” Kemudian Abu Bakar ra. berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kain saya selalu turun sampai di bawah mata kaki, kecuali apabila saya sangat berhati-hati.”
Rasulullah saw. bersabda kepadanya : “Sesungguhnya kamu tidaklah termasuk orang-orang yang berbuat semacam itu karena sombong.” (HR. Bukhari)

3. Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda : ”Nanti pada hari kiamat Allah tidak akan melihat orang yang menurunkan kainnya di bawah mata kaki karena sombong.”(HR. Bukhari dan Muslim)

4. Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw., beliau bersabda : ”Kain yang berada di bawah mata kaki, adalah bagian dari api neraka.” (HR. Bukhari)

5. Dari Abu Dzar ra. Dari Nabi saw., beliau bersabda : ”Ada tiga kelompok manusia yang kelak pada hari kiamat Allah tidak akan mengajak bicara mereka, Allah tidak akan melihat mereka dan tidak pula mengampuni dosa mereka; dan mereka akan mendapat siksaan yang pedih.” Rasulullah saw. mengucapkan kalimat itu tiga kali. Kemudian Abu Dzar berkata : ”Amatlah kecewa dan rugi mereka itu. Siapakah mereka wahai Rasulullah ?” Beliau menjawab :” yaitu orang yang menurunkan kainnya, orang yang suka menyebut nyebut pemberiannya dan orang yang menjual barang dagangannya menggunakan sumpah palsu.” (HR. Muslim)


6. Dari Ibnu Umar ra. dari Nabi saw. beliau bersabda : ”Orang yang menurunkan kain, kemeja dan sorbannya; barangsiapa yang memanjangkan sesuatu karena sombong, maka kelak pada hari kiamat Allah tidak akan melihat kepadanya.” (HR.Abu Dawud dan Nasa’i)

7. Dari Abu Jurayz (Jabir) bin Sulaim ra., ia berkata : ”Saya melihat seseorang yang pendapatnya selalu diikuti oleh orang banyak, apapun yang dikatakannya pasti diikuti mereka.” Saya bertanya: ”Siapakah orang itu?” Para sahabat menjawab: ”Itu adalah Rasulullah saw.” Saya mengucapkan ”ALAIKASSALAAMU YAA RASULULLAAH dua kali.” Kemudian
beliau bersabda : ”Janganlah kamu mengucapkan ALAIKASSALAM, karena ucapan ALAIKASSALAAM adalah salam untuk orang yang sudah meninggal, tetapi ucapkanlah
ASSALAAMU’ALAIKUM.” Jabir bertanya : ”Benarkah engkau utusan Allah?” Beliau menjawab: ”Ya, aku adalah utusan Allah, Zat yang apabila kamu tertimpa suatu musibah kemudian kamu berdo’a kepada-Nya, niscaya Dia akan menghilangkan musibah yang menimpa kamu. Apabila kamu tertimpa paceklik, kemudian kamu berdoa kepada-Nya, niscaya Dia akan segera menumbuhkan tanaman untuk kamu. Apabila kamu berada di tengah gurun pasir atau tanah lapang, kemudian kendaraanmu atau ternakmu hilang lantas kamu berdo’a kepada-Nya, niscaya Dia akan mengembalikannya kepadamu.” Jabir berkata kepada beliau: ”Berilah saya nasehat.” Beliau bersabda : ”Janganlah kamu sekali-kali memaki seseorang.” Jabir berkata: ”Maka setelah itu saya tidak pernah memaki orang merdeka, budak, onta dan kambing.”

Beliau juga bersabda: ”Janganlah kamu sekalikali meremehkan sesuatu kebaikan dan berkatalah kepada temanmu dengan muka yang manis. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk kebaikan. Dan tinggikanlah kainmu sampai pada pertengahan betis dan kalau kamu enggan, maka boleh sampai pada kedua mata kaki. Janganlah kamu menurunkan kain itu melebihi mata kaki karena itu termasuk perbuatan sombong dan sesungguhnya Allah tidak suka pada sifat sombong. Dan apabila ada seseorang memaki dan mencela kamu dengan apa yang dia ketahui tentang dirimu, maka janganlah kamu mencelanya dengan apa yang kamu ketahui tentang dirinya, karena sesungguhnya akibat dari caci maki itu akan kembali kepadanya.” (HR. Abu Dawud dan Turmudzi)

8. Dari Abu Hurairah ra. ia berkata : ”Pada suatu ketika ada seseorang salat dengan kain yang sampai di bawah mata kaki, maka Rasulullah saw. bersabda : ”Pergilah dan berwudhu-lah.” Ia pun pergi dan berwudhu.” Maka ada seseorang bertanya: ”Wahai Rasulullah, mengapa engkau menyuruh orang itu melakukan wudhu kemudian engkau diamkan?” Beliau bersabda: ”Karena ia salat dengan memakai kain sampai di bawah mata kaki. Sesungguhnya Allah tidak akan menerima salat seseorang yang memakai kain sampai di bawah mata kaki.” (HR. Abu Dawud)

9. Dari Qais bin Basyir At Taghlibi, ia berkata: Ayah yang menjadi teman dekat Abu Darda’ memberitahukan kepadaku dimana ia berkata: ”Di Damaskus ada seseorang sahabat Nabi saw. yang bernama Ibnu Hanzhaliyah, ia adalah orang yang senang menyendiri, jarang sekali duduk-duduk bersama orang lain, kecuali untuk salat. Apabila selesai salat ia terus membaca tasbih dan takbir sehingga pulang ke rumahnya.”
Ketika kami berada di tempat Abu Darda’ ia lewat, maka Abu Darda’ berkata kepadanya: ”Sampaikanlah suatu kalimat yang bermanfaat bagi kami dan tidak merugikan kamu.” Ia
berkata: ”Rasulullah saw. mengutus suatu pasukan, kemudian setelah kembali salah seorang di antara mereka duduk pada suatu majlis yang mana di situ ada Rasulullah saw. Ia berkata kepada seseorang yang berada di sampingnya: ”Bagaimana pendapatku ketika kami berhadapan dengan musuh, maka seorang dari kami menyerang musuh dan setelah menikam musuh lalu ia berkata: ”Rasulullah tikaman diriku dan aku adalah pemuda Ghifar?” Orang yang berada di sampingnya berkata :”Menurut pendapatku orang tadi selalu hilang pahalanya.” Orang lain yang mendengar apa yang dikatakannya ia berkata, ”Menurut pendapatku orang itu tidak apa-apa (masih tetap pahalanya).” Maka bertengkarlah kedua orang itu sehingga Rasulullah saw. mendengar, kemudian beliau bersabda :”Maha Suci Allah, tidak apa-apa ia trtap mendapat pahala dan tetap terpuji.” Saya melihat Abu Darda’ nampak gembira sekali dan mengangkat kepalanya ditujukan kepada Ibnu Hanzhaliyah serta bertanya :”Apakah kamu mendengar sendiri keterangan itu dari Rasulullah saw.? Ibnu Hanzhaliyah menjawab:”Ya.” Abu Darda mengulang-ulang pertanyaan itu kepadanya sehingga saya berkata :”Ia benarbenar
minta berkah pada kedua lututnya.” Ayah berkata lagi :”Pada saat yang lain ia lewat, maka Abu Darda’ berkata kepadanya :”Sampaikanlah satu kalimat yang bermanfaat
untuk kami dan tidak merugikan kamu.” Ia berkata :”Rasulullah saw. bersabda kepada kami :”Orang yang memberi belanja untuk kudanya itu bagaikan orang yang membentangkan tangannya dengan sedekah, ia tidak menggenggamkan tangannya itu.” Pada saat yang lain ia lewat, maka Abu Darda’ berkata :”Sampaikanlah satu kalimat
yang bermanfaat untuk kami dan tidak merugikan kamu.” Ia berkata :”Rasulullah saw. bersabda : ”Sebaik-baik orang adalah Khuraim Al Usaidy, seandainya ia tidak berambut
panjang dan tidak menurunkan kainnya sampai di bawah mata kaki.” Setelah berita itu terdengar oleh Khuraim maka ia langsung mengambil pisau untuk memotong rambutnya
sampai sebatas kedua telinganya dan menaikkan kainnya sampai ke pertengahan kedua betisnya.” Pada saat yang lain ia lewat, maka Abu Darda’ berkata kepadanya :
”Sampaikanlah satu kalimat yang bermanfaat untuk kami dan tidak merugikan kamu.” Ia berkata :”Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : ”Sesungguhnya kamu sekalian akan kembali kepada saudara-saudaramu, maka perbaikilah kendaraanmu dan baguskanlah pakaianmu sehingga kamu seolah-olah merupakan tahi lalat yang menjadi hiasan manusia. Karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang kotor, baik dalam pakaiannya maupun perbuatannya.” (HR. Abu Dawud)

10. Dari Abu Sa’id Al Khudriy ra. ia berkata : Rasulullah saw. bersabda :”Kain sarung seorang muslim adalah sampai pertengahan betisnya. Dan tidaklah berdosa jika sampai pada diantara betis dan kedua mata kaki. Sedangkan yang sampai di bawah mata kaki itu adalah bagian neraka. Dan barangsiapa yang menurunkan kain sarungnya sampai di bawah mata kaki karena sombong maka kelak Allah tidak akan melihat kepadanya.” (HR. Abu Dawud)

11. Dari Ibnu Umar ra., ia berkata :”Saya berjalan di depan Rasulullah saw. sedangkan kain saya terlalu rendah, kemudian beliau bersabda :”Wahai Abdullah, naikkanlah kainmu itu.” Maka saya pun menaikkannya. Beliau bersabda lagi :”Naikkan lagi.” Maka sayapun menaikan kain sesuai dengan petunjuk itu.”Ada orang yang bertanya :”Sebatas mana kamu menaikkan?” Abdullah menjawab :”Sebatas pertengahan kedua betis.”(HR. Muslim)

12. Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda :”Barangsiapa yang menurunkan kainnya karena sombong, maka kelak pada hari kiamat Allah tidak melihat kepadanya.” Salamah bertanya: ”Maka bagaimana cara wanita menurunkan tepi kain mereka?” Beliau bersabda :”Diturunkan sejengkal.” Salamah berkata :”Kalau begitu, telapak kaki mereka terbuka?” Beliau bersabda :”Boleh diturunkan sehasta, tidak boleh lebih dari itu.” (HR. Abu Dawud dan Turmudzi)

Jumat, 02 Desember 2011

Riyadhus Shalihin : Keutamaan Wudhu

1. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : “Sungguh, umatku akan dipanggil nanti pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya di sekitar wajah, tangan dan kaki, karena bekas wudhu. Karena itu, barangsiapa di antara kalian sanggup melebihkan basuhan wudhunya (melebih yang telah difardhukan pada wajah, tangan dan kaki), maka hendaklah ia berbuat.”(HR.Bukhari dan Muslim)

2. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Saya mendengar kekasihku Rasulullah saw. bersabda : “Perhiasan orang mukmin ( di surga)

3. Dari Utsman bin Affan ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : “Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakannya, maka keluarlah semua dosa dari jasadnya, hingga dari bawah kuku-kukunya.”(HR.Muslim)

4. Dari Utsman bin Affan ra., ia berkata : Saya melihat Rasulullah saw. berwudhu seperti wudhu saya ini, kemudian beliau bersabda : “Barangsiapa berwudhu demikian, niscaya diampuni dosanya yang telah dilakukan sebelumnya. Dan salatnya serta berjalannya menuju ke masjid mendapat tambahan pahala.”(HR.Muslim)

5. Dari Abu Hurairah ra., bahwasanya Rasulullah saw. bersabda : “Apabila seorang hamba muslim dan mukmin berwudhu, ketika ia membasuh wajah, maka keluarlah dari wajahnya semua dosa yang telah dilihat dengan kedua matanya bersama tetesan air yang terakhir ; ketika ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah dari kedua tangannya
setiap dosa yang disebabkan pukulan tangannya bersama tetesan air yang terakhir ; apabila ia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah setiap dosa karena perjalanan
kakinya bersama tetesan air yang terakhir; sehingga ia keluar dalam keadaan bersih dari semua dosa.”(HR.Muslim)

6. Dari Abu Hurairah ra., bahwasanya Rasulullah saw. datang ke kubur dan mengucapkan : ASSALAMU’ALAIKUM DAARA QAUMIN MU’MINIINA WA INNA INSYAA ALLAAHU BIKUM LAAHIQUUN”, aku merasa senang sekali bila dapat melihat saudara-saudaraku.” Para sahabat bertanya : “Bukan kami ini saudaramu wahai Rasulullah ?” Beliau menjawab : “Kamu
sekalian adalah sahabatku. Adapun saudara-saudara kitaadalah orang-orang yang belum datang.” Para sahabat bertanya : “Bagaimana engkau mengetahui umat yang belum
datang dari umatmu wahai Rasulullah ?” Beliau menjawab :
“Bagaimana pendapatmu jika seandainya ada seorang yang mempunyai seekor kuda putih cemerlang berada di tengahtengah kuda hitam pekat; apakah ia tidak mengetahui
kudanya yang putih cemerlang itu ?” Para sahabat berkata :
“Pasti mengetahui ya Rasulullah.” Beliau bersabda :
“Sesungguhnya saudara-saudara kita itu akan datang dalam keadaaan putih cemerlang karena wudhu dan aku akan membimbing mereka ke telaga .”(HR.Muslim)

7. Dari Abu Hurairah ra., bahwasanya Rasulullah saw. bersabda
: “Maukah kalian aku tunjukkan kepada apa yang menyebabkan Allah menghapus dosa dan meluhurkan derajat ?” Para sahabat menjawab : “Tentu ya Rasulullah !
“Rasulullah bersabda : “Menyempurnakan wudhu pada hal-hal yang tidak disukai (misalnya pada waktu udara sangat dingin), dan memperbanyak langkah menuju ke masjid serta menunggu salat sesudah (sebelumnya). Maka inilah yang disebut arribath (ikatan jiwa atas perbuatan taat ini), atau penjagaan garis depan melawan musuh.”(HR.Muslim)

8. Dari Abu Malik Al Asy’ariy ra., ia berkata : “Rasulullah saw.
bersabda : “Membersihkan diri adalah sebagian dari iman.”(HR.Muslim)

9. Dari Umar bin Khaththab ra., dari Nabi saw. beliau bersabda :
“Tidak seorang pun di antara kalian yang berwudhu dengan menyempurnakan wudhu kalian, kemudian mengucapkan :
“ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLAALLAAH WAHDAHU LAA SYARIIKALAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHUWA RASUULUH “ (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya), kecuali ia
dibukakan pintu-pintu surga yang ada delapan, yang bisa ia masuki dari mana pun ia suka.”(HR.Muslim)
Dan di dalam riwayat Turmudzi terdapat tambahan :
“ALLAHUMMAJ’ALNII MINAT TAUWABIINA WAJ’ALNII MINAL MUTATHAHHIRIIN (Ya Allah, Jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah saya termasukgolongan orang-orang yang suci).”

Sabtu, 19 November 2011

Riyadhus Shalihin : Keutamaan SHolat Malam


1. Dari ‘Aisyah ra., ia berkata : “Nabi saw, berdiri salat malam, hingga pecah-pecah kedua telapak kaki beliau. Saya bertanya kepada beliau : “Untuk apakah engkau berbuat ini, wahai Rasulullah, sedangkan engkau telah benar-benar diampunidosa-dosamu yang telah lewat dan yang akan datang?” Rasulullah saw, bersabda : “tak bolehkan aku menjadi hamba yang banyak bersyukur.”(H.R Bukhari dan Muslim)

2. Dari Al Mughirah, seperti hadis tersebut di atas, yang juga diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim
3. Dari Ali ra, bahwasanya pada suatu malam ketika ia tidur bersama Fatimah, tiba-tiba Nabi saw, mengetuk pintu serta bersabda : “Kenapa kalian tidak mengerjakan salat?”(H.R Bukhari dan Muslim)

4. Dari Salim bin Abdullah bin Umar bin Khaththab ra, dari ayahnya dari Nabi saw, bersabda : “Sebai-baik orang adalah Abdullah, seandainya ia suka mengerjakan salat malam.” Salim berkata : “Maka sesudah itu Abdullah hanya tidur sebentar pada waktu malam.”(H.R Bukhari dan Muslim)
5. Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra, ia berkata Rasulullah saw, bersabda : “Wahai Abdullah, janganlah kamu seperti si Fulan di mana dia bangun pada waktu malam, tetapi tidak mau mengerjakan salat sunnat pada waktu malam.”(H.R Bukhari dan Muslim)

6. Dari Ibnu Mas`ud ra, ia berkata : “Pernah di hadapan Nabi saw. Diceritakan tentang seseorang yang tidur pada waktu malam sampai pagi (tidak bangun pada waktu malam), kemudian beliau bersabda : “Itu adalah orang yang kedua di telinganya dikencingi oleh setan.” Atau beliau bersabda : “Di telinganya.”(H.R Bukhari dan Muslim)
7. Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda :
“Setan mengikat tengkuk kepala salah seorang di antara kalian sewaktu tidur dengan tiga ikatan. Pada masing-masing ikatan itu setan berkata : “Tidurlah lagi, malam masih panjang.” Apa bila orang itu bangun kemudian zikir kepada Allah Ta`ala maka lepaslah satu ikatan. Apabila ia berwudhu, maka lepaslah satu ikatan lagi. Dan apabila ia salat, maka lepaslah semua ikatan itu, sehingga pada waktu pagi ia akan
tangkas dan tenang jiwanya, sedang kalau tidak, maka ia akan lesu dan malas.”(H.R Bukhari dan Muslim)

8. Dari Abdullah bin Salam ra, bahwasanya Nabi saw, bersabda :
“Wahai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam, berikanlah makanan, dan salatlah kalian pada waktu mala sewaktu manusia sedang tidur, niscaya kamu sekalian akan masuk
surga dengan selamat.” (H.R Turmudzi)

9. Dari Abu Jurairah ra, ia berkata : Rasulullah saw, bersabda :
“Puasa yang paling utama selain puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram dan salat yang paling utama sesudah salat fardhu adalah salat malam (Tahajjud)(H.R
Muslim)

10. Dari Ibnu Umar ra, bahwasanya Nabi saw. bersabda :
“Salat malam itu dua rakaat. Apabila kamu khawatir kedahuluan Subuh ,maka witirlah dengan satu rakaat.”(H.R Bukhari dan Muslim)
11. Dari Ibnu Umar ra, ia berkata : “Adalah Nabi saw. melakukan salat malam dua rakaat dan salat witir dengan satu rakaat.”(H.R Bukhari dan Muslim)
12. Dari Anas ra, ia berkata : “Rasulullah saw, sering berbuka (tidak puasa) dalam suatu bulan, sehinggga kami menyangka beliau tidak pernah puasa dalam bulan itu, dan
beliau sering berpuasa, sehingga kami menyangka beliautidak pernah berbuka sedikitpun dalam bulan itu. Demikian pula apabila kamu melihat beliau salat pada waktu malam, niscaya kamu dapat melihatnya, dan apabila kamu ingin melihat beliau tidur niscaya kamu dapat melihatnya.”(H.R Bukhari)

13. Dari ‘Aisyah ra, bahwasanya Rasulullah saw, biasa salat sebelas rakaat pada waktu malam, di mana dalam setiap beliau sujud, lamanya kira-kira sama dengan seorang membaca lima puluh ayat, dan itu beliau belum mengangkat kepala. Beliau salat dua rakaat sebelum salat Subuh, kemudian beliau berbaring pada pinggang kanannya, sehingga muazin mengumandangkan iqamat untuk salat Subuh.”(H.R Bukhari)

14. Dari ‘Aisyah ra, ia berkata : “Rasulullah saw, tidak pernah salat malam lebih dari sebelas rakaat baik itu pada bulan Ramadhan maupun pada bulan lainnya, di mana beliau salat empat rakaat yang cukup lama dan sempurna, kemudian beliau salat empat rakaat yang sama lama dan sempurna khusuknya, kemudia beliau salat tiga rakaat. Saya
bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah engkau tidak tidur sebelum salat Witir?” Beliau menjawab : “Wahai ‘Aisyah sesungguhnya kedua mataku terpejam, tetapi hatiku tidak
tidur.”(H.R Bukhari dan Muslim)

15. Dari ‘Aisyah ra, bahwasanya Nabi saw, biasa tidur pada permulaan malam dan bangun pada akhir malam, kemudian mengerjakan salat.”(H.R Bukhari dan Muslim)
16. Dari Ibnu Mas`ud ra, ia berkata : “pada suatu malam saya salat bersama-sama dengan Nabi saw, dan beliau lama sekali berdiri sehingga timbul niat yang tidak baik dalam diri saya.” Ada seorang yang menanyakan : “Niat apakah itu?” ia menjawab : “Saya bermaksud ingin duduk dan meninggalkan salat bersama beliau.”(H.R Bukhari dan Muslim)
17. Dari Hudzaifah ra, ia berkata : “Pada suatu malam saya salat dengan Nabi saw, setelah membaca Al Fatihah, beliau membaca surat Al Baqarah , dalam hati saya berkata : “mungkin beliau akan rukuk setelah mendapat seratus ayat.”
Setelah beliau mendapat seratus ayat, beliau melanjutkan bacaannya, maka dalam hati saya berkata: “Mungkin beliau akan mengkhatamkan (menghabiskan) surat Al Baqarah
dalam satu rakaat.” Selesai membaca surat Al Baqarah, dalam hati saya berkata : “Sekarang mungkin beliau akan melakukan rukuk.” Tetapi beliau mulai membaca surat An
Nisa’ dan dibacanya samapi selesai, kemudian beliau membaca surat Ali Imran dengan sangat hati-hati dan jelas.Apabila beliau membaca ayat yang di dalamnya ada perintah
tasbih, maka beliau membaca tasbih. Apabila beliau membaca ayat yang di dalamnya ada perintah untuk memohon, maka beliau memohon. Apabila beliau membaca ayat yang di
dalamnya ada perintah untuk berlindung diri, maka beliau berlindung diri. Kemudian beliau ruku dengan membaca: SUBHAANA RABBIYAL ‘AZHIIM, lamanya rukuk hampir sama
dengan lamanya berdiri. Kemudian beliau membaca :SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANAA LAKAL HAMDU. Kemudian beliau berdiri yang lamanya hampir sama dengan lamanya rukuk, kemudian sujud dan membaca : SUBHAANA RABBIYAL A’LAA. Lamanya sujud hampir sama dengan lamanya berdiri.”(H.R Muslim)

18. Dari Jabir ra, ia berkata : Rasulullah saw, pernah ditanya: “manakah yang paling utama di dalam salat?” Beliau menjawab : “Lamanya berdiri.”(H.R Muslim)
19. Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash ra, bahwasanya Rasulullah saw, bersabda : “Salat yang paling disenangi oleh Allah adalah cara salatnya Nabi Dawud, dan puasa yang paling disenangi oleh Allah adalah cara puasanya Nabi Dawud, dimana beliau tidur setengah malam dan bangun pada sepertiganya serta tidur seperenam malam, beliau puasa sehari dan berbuka sehari.” (H.R Bukhari dan Muslim)
20. Dari Jabir ra, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw, bersabda : “Sesungguhnya pada waktu malam terdapat satu saat, apabila seorang muslim memohon kebaikan kepada Allah Ta’ala baik berkaitan dengan urusan dunia maupun akhirat, niscaya Allah mengabulkan permohonannya. Dan saat yang demikian itu ada pada setiap malam.” (H.R Muslim)

21. Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi saw., bersabda : “Apabila salah seorang di antara kalian mengerjakan salat pada waktu malam hendaklah ia memulainya dengan dua
rakaat yang ringan. ”(H.RMuslim)
22. Dari ‘Aisyah ra, ia berkata : “Apabila Rasulullah saw, mengerjakan salat pada waktu malam, beliau memulainya dengan dua rakaat yang ringan.”( H.R Muslim)
23. Dari ‘Aisyah ra, ia berkata : “Apabila Rasulullah saw, tidak dapat mengerjakan salat pada waktu malam karena sakit atau karena sesuatu yang lain, maka beliau
mengerjakan salat sebelas rakaat pada waktu siang.”(H.R Muslim)

24. Dari Umar bin Khaththab ra, ia berkata : Rasulullah saw, bersabda : “Barangsiapa tertidur tidak mengerjakan kebiasanya atau melaksanakannya antara salat Subuh dan
Dhuhur, maka dicatatkan baginya seolah-olah ia membaca atau melaksanakannya pada waktu malam.”(H.R Muslim)
25. Dari Abu Hurairah ra, ia berkata : Rasulullah saw, bersabda : “Allah sangat mengasihani orang laki-laki yang bangun pada waktu malam, kemudian mengerjakan salat dan mau membangunkan istrinya.. Apabila istrinya enggan bangun, maka ia menyiramkan air pada muka istrinya itu.Allah sangat mengasihani seorang perempuan yang bangun
pada waktu malam, kemudian mengerjakan salat dan mau membangunkan suaminya. Apabila suaminya enggan bangun, maka ia menyiramkan air pada muka suaminya itu.”(H.R Abu
Dawud)
26. Dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id ra, mereka berkata :
Rasululllah saw, bersabda : “Apabila seorang laki-laki membangunkan istrinya pada waktu malam, kemudian keduanya salat dua rakaat, maka masing-masing dicatat dalam glongan orang-orang yang selalu zikir kepada Allah
Ta’ala .”
27. Dari ‘Aisyah ra, bahwasanya Nabi saw, bersabda :
“Apabila salah seorang di antara kalian mengantuk dalam mengerjakan salat, maka hendaklah ia tidur sehingga rasa kantuknya hilang. Sebab, jika salat sambil mengantuk, bisa jadi ia bermaksud memohon ampun tetapi malah mengutuk

Jumat, 26 Agustus 2011

Riyadhus Shalihin : Berkunjung dan bergaul dengan orang orang shalih

1. Dari Anas ra., ia berkata: ketika Rasulullah SAW, wafat, Abu Bakar mengajak Umar ra., seraya berkata: “Mari kita berkunjung ke tempat Ummu Aiman ra., sebagaimana Rasulullah SAW, sering mengunjunginya.” Ketika keduanya sampai di tempat Ummu Aiman, wanita itu menangis.
Keduanya berkata: “Apa yang menyebabkan engkau menangis, bukankah apa yang disediakan Allah untuk Rasulullah itu sangat baik?” Ia menjawab: “Saya menangis bukan karena itu, saya tahu bahwa apa yang disediakan Allah untuk rasul-Nya, sangat baik. Saya menangis karena wahyu dari langit telah terputus.” Perkataan Ummu Aiman membuat keduanya terkesan, sehingga membuat mereka menangis.”
(HR. Muslim)

2. Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda:
“Sesungguhnya ada yang akan berkunjung ke tempat saudaranya yang berada di desa lain, kemudian Allah Ta’ala mengutus malaikat untuk mengujinya, setelah malaikat itu
berjumpa dengannya, ia bertanya: “Hendak kemanakah kamu?” Ia menjawab: “Saya akan berkunjung ke tempat saudaraku yang berada di desa itu.” Malaikat itu bertanya:
“apakah kamu merasa berhutang budi sehingga kamu mengunjunginya?” Ia menjawab: “Tidak, saya mengunjungi dan mencintainya karena Allah Ta’ala” Malaikat itu berkata:
“Sesungguhnya saya adalah utusan Allah untuk menjumpaimu, dan Allah telah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai saudaramu karena Allah.” (HR.Muslim)

3. Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda:
“Siapa saja yang menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka ada dua malaikat yang memuji dan mendo’akan: “Bagus kamu dan bagus pula
perjalananmu, maka surgalah tempatmu.” (HR.Tirmidzi)

4. Dari Abu Musa Al-Asy’ari ra., berkata: Nabi SAW, bersabda:
“Sesungguhnya perumpamaan orang yang bergaul dengan orang yang shalih dan orang jahat, seperti orang yang bergaul dengan orang yang membawa minyak kasturi dan orang yang meniup api. Orang yang membawa minyak kasturi, mungkin memberi minyak kepadamu atau membeli minyak kepadanya, paling tidak kamu mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan orang yang meniup api, mungkin ia akan membakar kainmu atau kamu akan mendapatkan bau yang tidak enak darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda:
“Pilihlah perempuan yang dinikahi karena empat perkara: Hartanya, derajatnya, kecantikannya, atau karena agamanya. Utamakanlah agamanya niscaya kamu beruntung.” (HR.Bukhari dan Muslim)

6. Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata: “Nabi SAW, bertanya kepada Jibril as.: “Apa yang mencegahmu untuk sering datang kepada kami?” Maka turunlah ayat: “Wamaa natanazzalu illa bi amri rabbika lahu maa baina aidiina wa maa khalafnaa wa maa baina dzaalik. (Dan tidaklah kami (jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. Kepunyaan-Nyalah semua yang ada dihadapan kita, di belakang kita, dan diantara keduanya.)” (HR. bukhari)
7. Dari Abu Sa’id Al-Khudriy ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda:
“Janganlah kalian berteman kecuali dengan orang yang beriman dan janganlah ada yang memakan makananmukecuali orang yang bertakwa.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

8. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Sesungguhnya nabi SAW, bersabda: “Seseorang bisa terpengaruh oleh agama sahabat karibnya. Oleh sebab itu, perhatikanlah salah seorang diantara kamu dengan siapa ia bergaul.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

9. Dari Abu Musa Al-Asy’ari ra., ia berkata: Sesungguhnya Nabi SAW, bersabda: “Seseorang itu akan bersama dengan orang yang dicintainya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Dalam riwayat lain disebutkan: “Ada seseorang yang bertanya kepada nabi
SAW, tentang orang yang mencintai suatu kaum, tetapi ia belum pernah bertemu dengan mereka, maka ia menjawab: “Ia akan bersama-sama dengan orang yang dicintainya.”

10. Dari Anas ra., sesungguhnya ada seorang Badui bertanya kepada Rasulullah SAW “Kapankah hari kiamat?” Rasulullah SAW, balik bertanya: “Bekal apakah yang telah
kamu siapkan untuk menghadapinya?” Ia menjawab:
“Mencintai Allah dan Rasul-Nya” Beliau bersabda: “kamu akan bersama-sama dengan orang yang kamu cintai (nanti di akhirat)” (HR. Bukhari dan Muslim)

11. Dari Ibnu Mas’ud ra., ia berkata: Seseorang mendatangi Rasulullah SAW, dan bertanya: “Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang mencintai suatu kaum, tetapi ia belum pernah bertemu dengan mereka?” Rasulullah SAW, menjawab: “Seseorang akan bersama-sama dengan orang yang dicintainya (kelak di akhirat)” (HR. Bukhari dan Muslim)

12. Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda:
“Manusia itu berbeda-beda dalam watak baik dan buruknya,begaikan tambang emas dan perak. Orang yang paling baik pada masa jahiliyah adalah orang yang terbaik pula di masa islam, apabila mereka memahami syari’at. Roh itu berkelompok-kelompok dan berpisah-pisah. Roh yang saling mengenal itu berkumpul dan yang tidak saling mengenal
berpisah.” (HR. Muslim)

13. Dari Umar bin ‘Amr (Ibnu Jabir), ia berkata: “Tatkala Umar bin Khaththab ra. kedatangan serombongan penduduk Yaman, ia bertanya: “Apakah ada diantara kamu yang
bernama Uwais bin ‘Amir?” ia menjawab: “Ya” Umar bertanya lagi: “Apakah kamu dari Murad dan Qaran?” Ia menjawab: “Ya” Umar bertanya: “Apakah kamu dulu pernah mengalami
sakit belang kemudian sembuh kecuali tinggal sebesar dirham?” ia menjawab: “Ya” Umar kembali bertanya: “Apakah kamu masih mempunyai ibu?” Ia menjawab: “Ya” Umar
menjelaskan: Saya mendengar Rasulullah SAW, bersabda: “Nanti kamu akan kedatangan orang bernama Uwais bin ‘Amir bersama dengan serombongan penduduk Yaman.

Ciri-cirinya,ia dari Murad dan Qaran, pernah berpenyakit belang lalu sembuh, kecuali sebesar dirham. Dia masih mempunyai ibu dan ia sangat berbakti kepadanya. Seandainya dia berbuat baik karena Allah, pasti Allah akan berbuat baik kepadanya.
Mintalah agar ia memohonkan ampun buat dirimu. Oleh karena itu, mohonkanlah ampun buat diriku. Kemudian dia memohonkan ampun untuk Umar. Setelah itu Umar bertanya:
“Engakau akan kemana lagi?” ia menjawab: “Ke Kufah” Umar menawarkan: “Bolehkah aku menulis surat kepada ‘(bendaharawan) di Kufah untuk membantu kamu?” Ia menjawab: “Saya lebih senang menjadi orang biasa.”
Pada tahun berikutnya, ada seorang terkemuka dari penduduk Yaman mengerjakan ibadah haji dan berjumpa dengan Umar.
Kemudian Umar menanyakan kepadanya tentang Uwais. Orang itu menjawab : “Saya meninggalkan dia dalam keadaansangat menyedihkan, rumahnya sangat kecil dan tergolong
miskin.” Umar berkata : “Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Nanti kamu akan kedatangan seseorang bernama Uwais bin ‘Amir bersama-sama dengan
serombongan penduduk Yaman. Ciri-cirinya ia dari Murad dan Qaran, pernah berpenyakit belang kemudian sembuh kecuali sebesar dirham. Dia masih mempunyai ibu dan sangat
berbakti kepadanya. Seandainya dia berbuat baik karena Allah, niscaya Allah akan berbuat baik kepadanya. Mintalah agar ia memohonkan ampun buat dirimu. Setelah pulang,orang itu menemui Uwais dan berkata : “Mohonkan ampun buat diriku.” Uwais menajwab : “Sebenarnya Engkaulah yang mendoakan saya, katrena baru pulang dari bepergian yang baik. Maka mohonkan ampun buat diriku.”
Orang itu bertanya : “Kamu pernah bertemu Umar ? “ Uwais menjawab : “Ya.” Kemudian Uwais menyadari dan memohonkan ampun buat orang itu. Sesudah itu orang-orang
mengenalnya dan berbondonh-bondong meminta agar dia memohonkan ampun buat mereka. Melihat yang demikian Uwais pergi untuk menyendiri.” (HR.Muslim)
Dalam riwayat Muslim yang lain, Dari Usair bin Jabir ra. Ia berkata : Penduduk Kufah mengutus suatu rombongan untuk menghadap Umar ra. Di antara mereka ada seseorang yang mengejek Uwais,
kemudian Umar bertanya : “Apakah di sini ada seseorang yang berasal dari Qaran?” maka Uwais mendekatinya, dan Umar berkata : Rasululllah SAW bersabda :”Nanti kamu akan kedatangan seseorang dari Yaman bernama Uwais, dia tidak meninggalkan apaapa
di Yaman selain ibu yang ditaatinya. Dia berpenyakit belang, setelah berdoa, Allah menyembuhkannya kecuali sebesar dinar atau dirham. Siapa saja di antara kamu bertemu dengannya, mintalah agar dia memohonkan ampun buat kalian. “Pada riwayat lain, dari
Umar ra. Ia berkata : “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya sebaik-baik tabi’in adalah seseorang yang Uwais, dia mempunyai ibu dan pernah berpenyakit belang, maka mintalah kalian kepadanya agar memohonkan ampun buat kamu.”
14. Dari Umar bin Khaththab ra., ia berkata : Saya minta izin kepada Nabi SAW untuk mengerjakan umrah. Beliau mengizinkanku, seraya bersabda: “Wahai saudaraku, jangan
kau lupakan kami dari doamu. ”Umar berkata : “itu adalah suatu ungkapan yang sangat menggembirakan saya, dan ungkapan itu lebih berharga dariku daripada dunia.” (HR. Abu
Daud dan Tirmidzi) Dalam riwayat lain, Nabi SAW bersabda :Wahai saudaraku,
sertakanlah kami dalam doamu.”

15. Dari Ibnu Umar ra., ia berkata : “Nabi SAW sering beziarah ke Kuba’, baik naik kendaraan maupun berjalan. Di sana beliau salat dua rakaat.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain dikatakan : “Setiap hari Sabtu Nabi SAW datang ke masjid Kuba’, baik berkendaraan maupun berjalan. Ibnu Umar juga mencontohnya.”

Minggu, 12 Juni 2011

Riyadhus Shalihin : Seputar Makanan

Membaca basmalah dan hamdalah
1. Dari Umar bin Salamah ra., ia berkata: Rasulullah SAW,bersabda: “Sebutlah nama Allah (bacalah basmalah), danmakanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah dari makanan yang dekat dengan kamu.” (HR. Bukhari danMuslim)

2. Dari Aisyah ra., ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda:
“Apabila salah seorang diantara kalian makan, hendaklah ia menyebutkan nama Allah Ta’ala. Apabila lupa menyebut nama-Nya sewaktu memulai makan, hendaklah ia membaca:
“BISMILAHI AWWALAHU WA AKHIRAHU”(Dengan menyebut nama Allah pada permulaan dan penghabisan makan)!” (HR.Abu Daud dan Tirmidzi)

3. Dari Jabir ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW,
bersabda: “Apabila seseorang masuk ke rumahnya, lalu
berdzikir kepada Allah Ta’ala ketika ia masuk, dan sewaktu makan, maka setan berkata (kepada temannya): ‘Kamu tidak bisa ikut masuk dan kamu tidak bisa ikut makan.’ Dan apabila
seseorang tidak berdzikir kepada Allah Ta’ala ketika masuk rumahnya, maka setan berkata: ‘kamu dapat mengikutinya masuk.’ Dan apabila seseorang tidak berdzikir kepada Allah
Ta’ala sewaktu makan, maka setan berkata (kepada temannya): ‘Kamu bisa ikut makan dan bisa ikut masuk.’” (HR. Muslim)

4. Dari Hudzaifah ra., ia berkata: Apabila kami makan bersama Rasulullah SAW, kami tidak berani meletakkan tangan ke tempat makanan sebelum Rasulullah SAW, meletakkannya
terlebih dahulu. Suatu saat, ketika kami akan makan bersama beliau, tiba-tiba datanglah seorang wanita tergesa-gesa, seakan-akan ada sesuatu yang mendorongnya. Ia langsung
meletakkan tangannya ke tempat makanan, tetapi Rasulullah SAW, memegang tangannya. Kemudian datanglah seorang Badui terburu-buru seakan-akan ada sesuatu yang mendorongnya. Ia langsung meletakkan tangannya ke tempat makanan, maka dengan cepat Raslullah SAW, memegang tangannya, seraya bersabda: “Sesungguhnya setan itu
merebut makanan yang tidak disebut nama Allah.

Sesungguhnya setan datang bersama-sama wanita ini untuk merebut makanan, maka aku pegang tangannya. Kemudian ia datang bersama-sama orang Badui ini untuk merebut
makanan, maka kau pegang tangannya. Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya tangan setan ini saya pegang bersama-sama kedua tangan orang ini.” Kemudian Rasulullah menyebut nama Allah Ta’ala dan memulai makan.” (HR. Muslim)

5. Dari Umayya bin Makhsyiy Ash-Shahabiy ra., ia berkata:
“Ketika Rasulullah SAW, duduk ada seseorang makan tanpa menyebut nama Allah, sehingga hampir habis makanannya, hanya tinggal sesuap. Ketika ia akan menyuapkan ke
mulutnya ia membaca: BISMILAHI AWWALAHU WA AKHIRAHU.” Melihat yang demikian Nabi SAW, tersenyum dan bersabda: “Setan itu selalu makan bersamanya, namun ketika
ia menyebut nama Allah, maka setan itu memuntahkan apa yang ada dalam perutnya.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i)

6. Dari Aisyah ra., ia berkata: Ketika Rasulullah SAW, sedang makan bersama enam orang sahabatnya, seorang Badui datang dan makan sebanyak dua kali suapan. Kemudian
Rasulullah SAW, bersabda: “Seandainya ia menyebut nama Allah, niscaya mkanan itu cukup untuk kallian.” (HR. Tirmidzi)

7. Dari Abu Umamah ra., ia berkata: Apabila Nabi SAW, mengangkat hidangannya, beliau membaca: ‘ALHAMDU LILLAAHI HAMDAN KATSIIRAN THAYYIBAN MUBAARAKAN
FIIHI GHAIRA MAKFIYYIN WALAA MUSTAGHNAN ‘ANHU RABBANAA’(Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak dan baik serta penuh berkah yang tiada terbalas dan sangat
dibutuhkan, wahai Tuhan kami).” (HR. Bukhari)

8. Dari Muadz bin Anas ra., ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda: “Siapa saja yang telah makan, kemudian membaca: ‘ALHAMDULILLAAHI ATH ‘AMANII HAADZAA WARAZAQINIIHI MIN GHAIRI HAULIN MINNII WALAA QUWWATIN’(Segala puji bagi Allah, Zat yang telah memberi makanan ini kepada saya, dan telah mengkaruniakan rezeki dengan tiada daya dan kekuatan dari diri saya), maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Abu Daud
dan tirmidzi)

Dilarang mencela makanan
1. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: “Rasulullah tidak pernah mencela makanan. Apabila beliau menyukainya, beliau memakannya, dan apabila tidak menyenanginya, maka
meninggalkan makanan itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Dari Jabir ra., ia berkata: Nabi SAW, pernah menanyakan lauk kepada keluarganya, kemudian mereka menjawab: “Kami tidak mempunyai apa-apa selain cuka.” Maka beliau meminta cuka itu, dan makan berlauk cuka, seraya bersabda: “Sebaikbaik
lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka.” (HR.Muslim)

Sikap orang yang berpuasa
1. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda:
“Apabila salah seorang diantara kalian diundang, hendaklah ia menghadirinya. Jika ia sedang berpuasa, hendaklah ia mendoakan, dan jika tidak berpuasa hendaklah ia makan.”
(HR. Muslim)

Sikap orang yang diundang makan
2. Dari Abu Mas’ud A-Badriy ra., ia berkata: “Ada seseroang mengundang Nabi SAW, untuk jamuan makan yang disiapkan bagi lima orang, kemudian ada seseorang yang mengikuti
mereka. Ketika sampai di muka pintu, Nabi SAW, menjelaskan kepada orang yang mengundangnya: “Sesungguhnya orang ini mengikuti kami, maka terserah kamu. Apabila kamu suka, izinkanlah orang ini, apabila tidak, biarlah orang ini pulang!” Orang yang mengundang itu berkata: “Wahai Rasulullah, saya mengizinkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Adat makan
1. Dari Umar bin Abu Salamah ra., ia berkata: “Waktu kecil, saya diasuh Rasulullah SAW, dan pernah mengulurkan tangan untuk mengambil makanan yang terletak di piring, kemudian
beliau bersabda kepada saya: “Wahai anak muda, sebutlah nama Allah Ta’ala serta makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari makanan yang dekat dengan kamu!” (HR.
Bukhari dan Muslim)

2. Dari Salamah bin Al-Akwa ra., ia berkata: Ada seseorang makan di hadapan Rasulullah SAW, dengan menggunakan tangan kirinya, kemudian beliau bersabda: “Makanlah dengan
tangan kananmu!” Ia menjawab: “Saya tidak bisa.” Beliau bersabda: “Kamu tidak bisa, karena kesombonganmu.” Setelah itu orang tersebut tidak bisa mengangkat tangannya
ke mulut.” (HR. Muslim)

Larangan makan kurma atau sejenis dua butir sekaligus
1. Dari Jabalah bin Suhaim, ia berkata: “Kali tertentu, kami bersama dengan Ibnu Zubair mengalami musim paceklik. Tiba-tiba kami mendapatkan rezeki kurma. Waktu Abdullah
bin Umar ra., lewat, ia mendapati kami sedang makan kurma. Kemudian ia berkata: “Janganlah kalian makan dua butir kurma atau lebih sekaligus! Sesungguhnya Nabi SAW, melarang untuk makan dua butir kurma atau lebih sekaligus.” Kemudian ia berkata lagi: “Kecuali orang itu minta izin kepada kawannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

MEMPERBANYAK KAWAN DISAAT MAKAN
1. Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW, bersabda: “Makanan dua orang cukup untuk tiga orang, dan makanan tiga orang cukup untuk empat orang.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Dari Jabir ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW,
bersabda: “Makanan satu orang cukup untuk dua orang, makanan dua orang cukup untuk empat orang, dan makanan empat orang itu cukup untuk delapan orang.” (HR. Muslim)

Senin, 03 Januari 2011

Riyadhus Shalihin : ISTIGFAR (Memohon Ampunan Kepada Allah)

1. Dari Aghar Al Muzanniy ra., bahwasanya Rasulullah saw.Bersabda:”Bahwasanya kadang-kadang timbul perasaan yangkurang baik dalam hatiku, dan sesungguhnya aku membacaistigfar (mohon ampun) kepada Allah seratus kalisehari.”(HR.Muslim)

2. Dari Abu hurairah ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullahsaw. Bersabda:”Demi Allah, sesungguhnya aku mohon ampundan bertobat kepada Allah lebih dari tujuh puluh kali dalamsehari.”(HR. Bukhari)

3. Dari Abu Hurairah ra. Ia berkata: Rasulullah saw.Bersabda:”Demi Zat yang menguasai diriku, seandainyakalian tidak berbuat dosa(dan tidak beristigfar dan bertobat),niscaya Allah Ta’ala pergi membawa kalian dan datang dengan kaum lain yang berbuat dosa, lalu meminta ampun kepada Allah Ta’ala, Allah pun mengampuni Mereka.”(HR.Muslim)

4. Dari Ibnu Umar ra. Ia berkata:”Kami menghitung Rasulullah saw. Membaca:RABBIGH FIRLII WATUB’ALAIYYA INNAKA ANTA TTAWWABUR RAHIM (Ya tuhan,ampunilah saya dan terimalah tobat saya. Sesungguhnya Engkau Zat penerima tobat lagi Maha Penyayang) seratus kali dalam satu majlis(satu kali duduk).”(HR.Abu Dawud dan Turmudzi)

5. Dari Ibnu Abbas ra .,ia berkata :Rasulullah saw. Bersabda:”Barangsiapa yang membiasakan membawa istigfar, maka Allah akan melapangkan segala kesempitannya,
memudahkan segala kesulitannya dan memberi rezeki yang tanpa diduga-duga
.”(HR. Abu Dawud)

6. Dari Ibnu Mas’ud ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda:”Barangsiapa yang membaca:ASTAGFIRULLAAH ALLADZI LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUMU WA ATUUBU ILAHI (Saya mohon ampun kepada Allah Zat yang tidak ada Tuhan kecuali Dia yang Maha Hidup, lagi terusmenerus mengurus makhluk-Nya dan saya bertobat kepada- Nya), maka diampunilah dosa-dosanya walaupun ia telah meninggalkan perang.”

Dari Saddad bin Aus ra. Dari Nabi saw., beliau bersabda:”Pokok istighfar ialah bila seorang hamba mengucap:ALLAAHUMMA ANTA RABBII LAA ILAAHA ILLAA ANTA KHALAQTANII WA-ANA ‘ABDUKA WA-ANA ‘AHDIKA WAWA’DIKA MASTATHA’TUM ‘AUUDZU BIKA MIN SYARRI MAA SHANA’TU ABUU-U LAKA BINI’MATIKA ‘ALAIYYA ABUU-U BIDZAMBII FAGHFIRLII FAINNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILAA ANTA(Ya Allah, Engkau Tuhanku, tiada Tuhan selain engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi atas perjanjian pada apa yang aku perbuat. Aku mengakui-Mu dengan nikmat yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan aku mengakui dosaku. Karena itu ampunilah aku, sebab tiada yang dapat mengampuni dosadosa selain Engkau).
Barangsiapa mengucap kalimat-kalimat ini di waktu siang dengan penuh keyakinan (ikhlas dan membenarkan). Lalu ia mati pada hari itu sebelum datang waktu sore, maka ia termasuk ahli surga. Dan barangsiapa mengucapkan pada malam hari, sedangkan ia yakin dengan ucapan itu, lalu mati sebelum datang subuh, maka ia termasuk ahli surga.”(HR. Bukhari)

8. Dari Tsauban ra., ia berkata: “Adalah Rasullulah SAW, apabila telah selesai dari salatnya, beliau beristigfar kepada Allah SWT tiga kali dan mengucap: ALLAAHUMMA ANTAS SALAAMU WAMINKASSALAAMU TABAARAKTA YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAMI (Ya Allah, Engkau adalah Zat yang maha sejahtera dan dari Engkaulah segala kesejahteraan. Engkaulah yang senantiasa memberi berkah wahai Zat Yang Maha Agung lagi Maha Mulia).” Ditanyakan kepada Al’Auza’I dimana ia adalah salah seorang perawi hadis: “Bagaimanakah istigfar ini?” Jawabannya: ASTAGFIRULLAH ASTAGFIRULLAH (saya mohon ampun kepada Allah, saya mohon ampun kepada Allah).”(HR. Muslim)


9. Dari ‘Aisyah ra., ia berkata: Adalah Rasulullah SAW, sebelum meninggal dunia, beliau senantiasa membaca SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI ASTAGFIRULLAAHA WA
ATUUBU ILAIH
(Maha Suci Allah dengan memuji kepada-Nya saya mohon ampun dan bertobat kepada-Nya).”(HR. Bukhari dan Muslim)

10. Dari Anas ra., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, selama kamu berdoa dan mengharap kepadaku niscaya aku
ampuni dosa yang kamu lakukan dan Aku tidak memperdulikan berapa banyaknya. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu bagaikan awan di langit, kemudian kamu minta ampun kepada-Ku niscaya Aku mengampunimu, dan Aku tidak memperdulikan kamu datang ke hadapan-Ku
dengan membawa dosa se isi bumi, kemudian bertemu dengan Aku tanpa menyekutukan sesuatu apapun dengan-Ku, niscaya Aku akan mengampuni dosa yang se-isi bumi itu.”(HR. Turmudzi)

11. Dari Umar ra., bahwasannya Nabi SAW, bersabda: “Hai kaum wanita! Bersedekahlah dan perbanyaklah istigfar, karena sesungguhnya aku melihat kalian lebih banyak menjadi ahli
neraka.”
Seorang wanita diantara mereka bertanya: ”Mengapa kebanyakan dari kami menjadi ahli neraka?” Rasulullah SAW bersabda: ”Kalian banyak mengutuk dan mengingkari suami.
Aku tidak melihat orang yang kurang akal dan agamanya lebih daripada kalian
.” Wanita itu bertanya lagi: ”Apa itu kurangnya akal dan amal?” Rasulullah SAW bersabda: ”Persaksian seorang lelaki (berarti akal perempuan dianggap hanya setengah akal laki-laki), dan perempuan yang tinggal diam beberapa hari dalam keadaan tidak salat.”(HR. Muslim)