Senin, 27 Agustus 2012

Hakikat Zuhud

Mutiara Ihya ulumuddin

Yang dimaksud dengan hakikatnya zuhud adalah menolak sesuatu serta mengandalkan yang lain. Maka barangsiapa yang meninggalkan kelebihan dunia serta menolaknya dan mengharapkan akhirat maka ia juga zuhud di dunia.

Sedangkan derajat zuhud yang tertinggi adalah jika ia tidak menginginkan segala sesuatu selain Allah SWT bahkan akhirat. Zuhud haruslah disertai pengetahuan bahwa akhirat itu lebih baik daripada dunia. Amalan yang timbul dari suatu keadaan ialah sebagai pelengkap dari suatu keinginan terhadap akhirat. Sedangkan segala amalnya bagaikan pembayaran harga dengan memelihara harta serta anggota tubuh dari segala yang. bertentangan dengan jualan ini. Sedangkan keutamaan zuhud ditunjukkan oleh ayat sebagai berikut:

Allah SWT. telah berfirman, "Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bwni sebagaiperhiasan baginya agar Kami dapat menguji mereka siapa yang terbaik perbuatannya di antara mereka". (QS. Al-Kahfi: 7)

Allah SWT. telah berfirman, "Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat, akan Kami tambah keuntungan tersebut baginya, serta barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia, maka akan Kami berikan kepada mereka sebagian keuntungan dunia serta tidak akan ada bagktya suatu bagian pun di akhirat". (QS. Asy-Syura: 20)

Rasulullah Saw. telah bersabda, "Barang siapa yang menginginkan di dunia, maka Allah SWT. akan mencerai beraikan pikiran beserta harta bendanya dan sebagian besar kemiskinannya ada di depan matanya, sedangkan dunia tidak datang kepadanya melainkan yang ditetapkan baginya. Sedangkan barang siapa yang keinginannya adalah akhirat, maka Allah SWT. akan menyatukan pikiran serta memelihara harta bendanya dan menjadikannya semua kekayaan di dalam hatinya dan dunia pun akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk".

Rasulullah Saw. telah bersabda, "Jikalau engkau telah melihat seseorang yang dikaruniai sifat tenang serta menjauhi dunia, maka dekatilah dia, sebab mereka bagimu akan memberi sebuah hikmah".

Rasulullah Saw. juga telah bersabda, "Jikalau engkau ingin dicintai oleh Allah SWT. maka jauhilah keduniaan, niscaya Allah akan mencintaimu".

Pada saat haritsah berkata kepada Rasulullah Saw., "Aku seorang mukmin yang benar?" Rasulullah Saw. berkata, "Apakah yang engkau ketahui tentang hakikat imanmu? Maka Haritsa menjawab, "Diriku telah menjauhi dunia sehingga batu serta emasnya ialah sama bagiku. Seakan-akan aku telah melihat surga dan neraka dan seakan-akan menyaksikan Arsy Tuhanku".

Maka Rasulullah Saw. telah berkata, "Engkau telah mengetahuinyaj maka tetapkanlah. Inilah salah satu contoh hamba yang diterangi hatinya oleh Allah SWT. dengan iman". Rasulullah Saw. pernah ditanya tentang penjelasan firman Allah SWT, "Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allah SWT. hatinya untuk (menerima) agama Islam, kemudian ia mendapatkan cahaya dari Tuhannya (sama halnya seorang yang telah membantu hatinya". (QS. Az-Zumar:39),

Didalam Firman yang lain, "Barang siapa yang Allah ingin memberinya sebuah petunjuk niscaya Dia akan melapangkan dadanya untuk Islam". (QS. Al-An'am: 125).

Maka Rasulullah Saw. pun menjawab, "Sesungguhnya cahaya tersebut jikalau masuk ke dalam hati, maka dada pun menjadi lapang dan terbuka".
Ada seseorang yang telah berkata, "Ya Rasulullah, apakah keadaan tersebut ada tandanya?"
Maka beliau menjawab, "Ya, dengan menjauhi sebuah negeri yang terdapat tipu daya (dunia) serta kembali ke negeri yang kekal (akhirat) dan akan siap untuk menghadapi kematian yang akan tiba".
Jabirra. telah berkata, "Sesungguhnya Rasulullah Saw. Berkhutbah kepada kami seraya berkata, "Barang siapa dengan kalimat Laa Ilaaha Illallah tanpa dicampuri dengan yang lainnya, maka ia pun akan masuk surga".
Lalu Ali ra. juga telah bersabda, "Ayah dan ibuku yang akan menjadi tebusanmu, ya Rasulullah, apa yang tidak bercampur dengannya, coba terangkan ia kepada kami". Maka Rasulullah Saw. berkata, "Cinta dunia dengan mencari serta dengan mengikutinya. Orang-orang yang mengatakan perkataan Nabi-nabi serta mengamalkan perbuatan orang-orang yang sombong. Maka barang siapa yang datang membawa kalimat "Laa ilaha illallah " tanpa dicampuri sesuatupun dari ini, maka wajiblah surga baginya". Di dalam suatu kabar telah disebutkan, "Kedermawanan itu termasuk serta keyakinan serta tidak masuk mereka orang yang yakin, sedangkan kekikirannya termasuk keraguan serta tidak masuk surga siapa yang ragu".

Diantara tiga macam derajat zuhud
Yang pertama, memaksakan zuhud terhadap dunia serta memerangi nafsunya di dalam usaha meninggalkannya walaupun disukainya. Ini ialah orang yang memaksakan zuhud serta mudah-mudahan berlangsung terus sampai ia mencapai zuhud.

Yang kedua, ia bersifat zuhud terhadap duia dengan suka rela sebab meremehkannya disamping ada yang diharapkannya. Seperti halnya orang yang sedang meninggalkan satu dirham demi dua dirham serta ini tidaklah memberatkannya, akan tetapi ia harus memperhatikan keadaan dirinya. Ini juga telah mengandung sebuah keknrangan. Yang ketiga, zuhud yang paling tinggi, yakni jikalau seseorang bersifat zuhud dengan suka rela serta tidak pernah merasakan zuhudnya, sebab ia tidak menganggap bahwa ia telah meninggalkan sesuatu sebab ia tahu bahwa dunia bukan apa-apa.

Maka, ia bagaikan orang yang sedang meninggalkan tanah yang liat serta mengambil permata. Ia tidak pernah menganggap itu sebagai pengganti, sedangkan dunia sendiri kalau dibandingkan dengan akhirat maka tidak ada artinya.

Telah berkata Abu Zaid ra. kepada Abi Musa Abdurrahman, 'Tentang apa anda berbicara".
Maka ia menjawab, 'Tidak lain tentang zuhud".
Kemudian Abu Zaid berkata, "Zuhud terhadap apa?"
Sedang Abu Musa menjawab, 'Terhadap dunia".
Maka Abu Zaid telah membebaskan tangannya seraya berkata, "Aku sedang mengira bahwa ia berbicara tentang sesuatu bagian dunia, bukan sesuatu yang ia bersikap zuhud terhadapnya".

Seperti orang yang sedang meninggalkan dunia untuk akhirat menurut ahli makrifat serta para pemilik hati yang dipenuhi penyaksian serta mukasyafat ialah bagaikan orang yang sedang dihalangi anjing yang sedang memasuki pintu seorang raja, lalu ia melemparkan sepotong roti kepadanya sehingga melalaikan anjing tersebut serta ia pun masuk pintu dan akan mendapatkan kedudukan di sisi raja hingga ia melaksanakan perintahnya di seluruh kerajaannya. Tidakkah engkau melihat telah mendapat di sisi raja dengan sepotong roti yang sedang dilemparkannya kepada anjing dengan imbalan tersebut?

Setan itu anjing di pintu raja, yakni Allah SWT. Ia mencegah manusia bisa masuk, sedangkan pintu terbuka dan tabir terangkat, sedangkan dunia tendiri bagaikan sepotong roti. Jikalau engkau sedang memakainya, maka kelezatannya hanya bersifat sementara serta akan habis ketika sudah ditelan, lalu tinggal berat di perut besar, lalu menjadi busuk, serta perlu dikeluarkan yang dalam bentuk kotoran. Maka barang siapa yang meninggalkannya hanya untuk memperoleh sebuah kedudukan di sisi seorang raja, bagaimana ia perlu memperhatikannya?

Sebagaimana perbandingan dunia yang bersih dengan akhirat lebih sedikit daripada sepotong roti terhadap raja dunia, sebab tidaklah bisa dibandingkan antara sesuatu yang habis derigan sesuatu yang amat dekat, walaupun sedang berlangsung sejuta tahun bersih dari berbagai kekeruhan. Maka akan menantikan kesudahannya dengan kemusnahan. Jikalau demikain halnya, maka ketahuilah bahwa derajat yang tertinggi ialah jikalau engkau jauhi segala sesuatu selain Allah SWT. demi mengharapkan ridla-Nya. Maka hal tersebut dilakukan dengan mengenal-Nya serta mengenal kedudukan-Nya yang amat tinggi. Maka janganlah mengandalkan makan, minum, nikah, tempat tinggal, serta segala kebutuhanmu, melainkan sekedar yang engkau perlukan saja tidak lebih untuk menegakkan badan serta menghidupi dirimu. Inilah zuhud yang hakiki (mutlak). Wallahu A'lam

Selasa, 31 Juli 2012

Tausiyah Habib Ali Al Jufri di monas

Majelis Rasulullah SAW ~ Tausiyah Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri (16 Juni 2012)
 

Habib Ali Al Jufri: Kelahiran Manusia Utama SAW

Assalamualaikum
Berikut adalah video dengan teks melayu dari ceramah Habib Ali Al Jufri tentang mawlidul rasul, peristiwa kelahiran Rasulullah Muhammad SAW. semoga kita bisa mendapat tambahan ilmu dan meningkatkan kecintaan kita kepada Rasulullah Amin.
wassalam.

Sholawat Wasilah

Shalawat itu terdiri atas 20 bait dan dinamakan “Shalawat Wasilah”, yang dikarang oleh Sayid Salim bin Jundan. Adapun fadlilah dan faedahnya antara lain adalah untuk memohon keselamatan dan pertolongan kepada Allah dengan perantara Nabi hingga para Ulama dan para gurunya. Sebab shalawat tersebut antara lain berisi do’a dan permohonan dengan wasilah kepada Nabi dan para keluarga dan Sahabatnya, Hgulafaur Rasyidin, para Ulama dan para Hukama”.
SHALAATULLAH SALAAMULLAAH * ‘ALAA THAAHA HABIIBILLAH 
SHALAATULLAAH SALAAMULLAAH * ‘ALAA YAA SIIN RASUULILLAH
TAWASSALNAA BIBISMILLAAH, * WABIL HAADI RASUULILLAAH
WAKULLI ‘AARIFIN BILLAAH, * WA AHLILLAAHI YAA ALLAAH.

WABISH SHIDDIIQI ABII BAKRI, * KADZAA FAARUUQINAA ‘UMARI
KADZAA ‘UTSMAANA DZIN NUURI, * ‘ALIYYIR RIDLAA WALIYYILLAAH.

WABIL HASANAINI WA – UMMIHIMAA, * WA ANJAALIHIM HUMUL ‘ULAMAA’
KADZAA SAADAATINAL HUKAMAA, * RIJAALILLAAHI YAA ALLAAH.

BANII ‘ALWII SYUMUUSIL HUDAA, * SYUYUUKHIL, WARAANUJUUMIN NADAA
BIHIM NASLAM MIN KULLI ADZAA, * BIQADRILLAAHI YAA ALLAAH.

FAKAM MIN ZANBALIN MAQBUUR, * MINAL AQTHAABI WAL MASYHUUR
WAMAN NAADAA BIHIM MANSHUUR, * BI – IDZNILLAAHI YAA ALLAAH.

BISYAIKHINAA ‘ALIL HABASYI, * WANAJLIHID DAA’IL MUNSYII
WAMAN NAADAA BIDZIL ‘ARSYI, * SYAI – UN LILLAAHI YAA ALLAAH.

YAA SAADATII QAD ZURNAAKUM, * ARTAINAAKUM QASHADNAAKUM
WAMUNNUYU LANAA BISIRRIKUM, * BIFADL LILLAAHI YAA ALLAAH.

FASHALLI ‘ALAA ABIL QAASIM, * WA AALIHI BANII HAASYIM
WA’ITRATIHI DZAWIL AKAARIM, * WA ASH – HAABIHI KHAWAASHSHILLAAH.

FARHAM ‘UBAIDAKADZAN NAADHIM, * MINAL JUNDAANI SUMMII SAALIM
LAM YAZAL FIL KHAIRIL QAA – IM, * BIAMRILLAAHI YAA ALLAAH.

Artinya :
Rahmat dan keselamatan Allah, Semoga tetap untuk Nabi Thaha kekasih Allah,
Rahmat dan keselamatan Allah, Semoga tetap atas Nabi Yasin utusan Allah.

Kami berwasilah dengan berkah “Basmalah”, Dan dengan Nabi yang menunjukkan lagi utusan Allah,
Dan dengan semua orang yang berma’rifat kepada Allah, Serta ahli Allah ya Allah.

Dan dengan orang yang sangat benar, yaitu Abu Bakar Demikian pula kami berwasilah dengan sahabat Faruq kami, yaitu Umar,
Demikian pula dengan Utsman yang mempunyai nur, dan Sahabat Ali Ridla (bin Abi Thalib) kekasih Allah.

Dan dengan Sayidina Hasan Husain serta ibunya, Dan seluruh putra mereka yaitu para Alim Ulama,
Demikian juga kami berwasilah dengan penghulu kami para Hukama, para pemuka Agama Allah ya Allah.

Juga keturunan Sayid Alwi yang merupakan matahari petunjuk, yaitu para guru semua makhluk bagaikan bintang0bintang kebaikan dan keutamaan,
Dengan perantaraan mereka itu maka selamatlah kami dari segala yang menyakitkan, dengan takdir Tuhan ya Allah.

Maka tidak sedikit dimakam Zanbal (Hadlramaut) orang yang dikur, yaitu orang-orang yang menjadi pusaka kaum dan orang yang masyhur,
Adapun orang yang memohon dengan wasilah mereka, maka pasti ditolong; dengan idzin Tuhan ya Allah.

Dengan berkah guru kami Sayid Ali bin Abdurrahman Al-Habasyi, dan puteranya yang meyeru kepada kebaikan sebagai orator,
Dan degan berkah orang yang memohon kepada Tuhan yang memiliki ‘Arasy yaitu suatu makhluk milik Allah ya Tuhan.

Wahai para pemimpinku, sungguh aku telah mengunjungi kau, kami datang kepadamu dan kami bermaksud kepadamu,
Semoga engkau berkenan memberi keni’matan dengan rahasimu, dengan sebab keutamaan Tuhan ya Allah.

Maka limpahkanlah rahmat ya Allah untuk Abil Qasim (Nabi Muhammad), para keluarganya,
Keturunan Sayid Hasyim dan putra-putra Nabi yang Memiliki kemuliaan, beserta sahabat nabi pilihan Allah.

Maka sayangilah hamba-Mu yang membuat nadham ini, yaitu dari keturunan Jundan yang bernama Sayid Salim bin Jundan,
Semoga ia tak habis-habis dalam , Kebaikan, dan melaksanakan perintah Tuha ya Allah.

Sumber: adehumaidi.com/

Minggu, 29 Juli 2012

Hb. Lutfi : Kunci Dalam Berdoa

Tanya Jawab dengan Habib Lutfi,- Al Kisah

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh. Saya berbahagia bisa berkonsultasi masalah spiritual, agama, dan lain sebagainya. Untuk itu saya memberanikan diri untuk coba menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan spiritual itu.
Selama ini saya selalu berdoa namun mengapa belum juga dikabulkan. Saya tidak berburuk sangka kepada Tuhan, na’udzubillah. Sebab, Allah Maha Tahu terhadap apa yang tepat bagi saya. Namun, sebagai manusia, saya memiliki keinginan-keinginan, misalnya, ingin memiliki kendaraan, rumah, naik jabatan, dan lain sebagainya. Sebagai pegawai negeri memang mustahil bisa kaya raya. Permintaan saya, bagaimana saya sekeluarga bisa hidup layak, bisa menyekolahkan anak dan lain sebagainya. Apakah saya harus kontrak rumah dan naik bus umum terus menerus sementara saya sudah memiliki dua orang anak dan kesemuanya sudah menjelang masuk sekolah.
Pernah saya bertanya kepada seorang Kiai yang dijawabnya bahwa Allah tak menolak doa saya, tapi berproses. Kalau tiba-tiba saya menjadi kaya, orang akan curiga. Tapi, Allah (Swt) akan menentukan jalan rejeki saya. Jawaban kiai itu masuk akal. Apalagi, katanya, menjadi kaya itu juga butuh mental yang siap. Kalau tidak, bisa gila, sombong, dan kemudian durhaka kepada Allah yang memberinya.
Kini, saya pasrah dengan apa yang diberikan Allah. Saya hanya bekerja keras dengan mencari uang halal. Saya juga coba merangkap mengajar. Saya menghindari betul yang namanya korupsi dan sogokan. Kalau ada orang memberi uang saya, saya tanya untuk apa uang itu? Jika terkait dengan pekerjaan, saya menolaknya.
Yang ingin saya tanyakan, adakah kunci doa agar dikabulkan Allah. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi. wabarakatuh.
Muhammad Faisal Mukim

Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih atas perhatian Anda. Islam itu memang agama doa. Hampir semua aktifitas kaum muslimin selalu diawali dan diakhiri dengan doa. Mengapa demikian? Karena kaum muslimin menganggap hidup ini adalah dalam rangka menjalankan perintah Allah yang di dalamnya penuh dengan ibadah. Berdoa juga ibadah. Nabi pernah bersabda bahwa orang yang tidak pernah berdoa adalah orang yang sombong. Nabi bersabda: "Doa itu adalah pedang (senjata) orang beriman." Sebab, dengan berdoa, kita masih mempercayai Dzat Maha Tinggi yang Maha Kuasa atas segala makhlukNya. Allah berfirman:"Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan."

Lantas, bagaimanakah cara berdoa yang disukai Allah sehingga peluang terkabulkannya menjadi lebih dekat? Dalam beberapa kitab yang membahas tentang doa seperti yang dikutip oleh Mundzir Nadzir dalam Afdhaliyyah Al-Wasa’il disebutkan bahwa ada empat belas kunci agar Allah cepat mengabulkan permohonan. Pertama, bacalah basmalah dan hamdalah (alhamdulillah) atau pujian kepada Allah serta shalawat kepada Rasulullah, keluarga serta sahabatnya untuk mengawali permohonan. Kedua, mohonlah ampunan atas kesalahan dan dosa yang telah diperbuat dengan mengucapkan istighfar.

Ketiga, sampaikan permohonan itu dalam kedaan suci, memiliki wudhu, bahkan apabila perlu lakukanlah mandi taubat. Keempat, sampaikanlah permohonan dengan hati yang khusuk dan tertuju sepenuhnya kepada Allah. Kelima, berdoa dengan hati ikhlas, tanpa paksaan, penuhi kecintaan serta kepatuhan kepada Allah. Keenam, menghadap kiblat, karena hal itu sangat disukai oleh Allah. Ketujuh, membersihkan perut dari makanan yang haram. Jika pernah makan atau minum sesuatu yang dilarang, kosongkanlah dulu pengaruhnya seraya bertobat. Jika pernah makan makanan hasil korupsi atau hasil curian, misalnya, segeralah bertobat dan tak mengulanginya lagi.

Kedelapan, ucapkanlah permohonan dengan suara lirih bukan lantang. Kesembilan, gunakanlah wasilah (perantara) melalui para Nabi dan orang-orang suci lainnya. Kesepuluh, saat berdoa tidak memandang ke atas. Kesebelas, utarakan permohonan secara berulang-ulang dengan bahasa yang dimengerti, dan tidak meminta hal-hal yang berbau maksiat, contohnya memohon agar menang lotere dan lain sebagainya. Kedua belas, merentangkan kedua tangan hingga sejajar dengan pundak selayaknya orang berdoa. Ketiga belas, jika memang benar-benar ingin memohon kepada Allah, usahakan diawali dengan shalat sunnah hajat. Sebab, dalam, beberapa Hadist disebutkan, jika kita menginginkan pertolongan Allah, maka dirikanlah shalat dua rekaat lalu mintalah kepada Allah. Menurut sabda Nabi, permintaan itu akan dikabulkan. Keempat belas, harus yakin bahwa Allah mengabulkan doanya. Sabda Rasulullah, "Berdoalah kepada Allah dan kalian yakin Allah mengabulkannya."

Kalangan sufi pernah berkata, "Dosa yang paling besar umat manusia adalah menganggap Allah tidak mengabulkan doanya." Karena doa juga merupakan ibadah, maka berdoa juga berpahala. Karena itu, senantiasalah berdoa. Seandainya, Allah belum juga mengabulkannya, maka kita sudah mendapatkan pahala berdoa.

Perlu Anda ingat juga, jika manusia bosan dengan permintaan orang lain berulang kali, maka Allah justru sebaliknya. Dia (Swt) sangat menyukai seorang hamba yang senantiasa memohon kepada-Nya.

Sumber: Majalah Al Kisah

Makam Awlia di India

Assalamualaikum
Berikut adalah beberapa foto makam dari Wali-Wali di Tanah India. Sebagai wawasan buat kita di Indonesia. Semoga Allah terus menjaga makam2 tersebut dan memberkahi orang2 yang menziarahinya.
Wassalam.
Sultan-ul-Hind Hazrat Khawaja Moinuddin Chishti aka Khawaja Gharib Nawaz, Ajmer


Sultan-ul-Hind Hazrat Khawaja Moinuddin Chishti aka Khawaja Gharib Nawaz, Ajmer


Ala Hazrat Imam Ahmad Raza Khan, Braeli


Maqam Ala Hazrat Imam Ahmad Raza Khan, Braeli


Hazrat Baqi Bil Allah - Dehli


Hazrat Pir Villayat Inayat Khan - Dehli


Hazrat Bu Ali Shah Qalander - Panipat - India


Hazrat Khawaja Nizamuddin Aulia - Dehli


Hazrat Khawaja Nizamuddin Aulia - Dehli


Hazrat Amir Khusro, Dehli


Hazrat Amir Khusro, Dehli


Hazrat Sarmad Shaheed - Dehli - India


Hazrat Baba Tajuddin Nagpuri - India


Hazrat Bibi Fatima in Dehl


Hazrat Qutbuddin Bakhtiar Kaki - Dehli - India


Demo Mazar of Hazrat Shiekh Ahmad Serhindi (Mujadad Alif Sani) on 1st Floor, Serhind


Hazrat Maulana Naqi Ali Khan, Braeli (Father of M.Ahmed Raza Khan) Sumber: http://www.aulia-e-pakistan.com/International.php