Sabtu, 14 April 2012

Berderma Kepada Seekor Anjing

Kisah Hikmah

Suatu hari 'Abdullah bin Ja'far memasuki sebuah perkebunan kurma. Di sana ia lihat seorang anak kecil berkulit hitam menjaga perkebuan tersebut. Di tangannya tampak beberapa potong roti. Tak lama kemudian terlihat seekor anjing memasuki perkebunan itu. Sang budak kecil melemparkan sepotong roti kepadanya. Anjing itu memakannya dengan lahap. Budak itu kemudian melemparkan dua potong roti lagi. Anjing tersebut menyantapnya tanpa sisa.

"Duhai anakku, dalam sehari, kau makan apa?" tanya 'Abdullah bin Ja'far penasaran.
"Tiga potong roti yang kau lihat," jawabnya.

"Mengapa kau lebih mengutamakan anjing itu dan memberikan semua rotimu kepadanya?" tanya 'Abdullah.

"Di kawasan ini tidak ada anjing, dia datang dari tempat yang jauh. Dia tentu lapar. Aku tak mau dia kelaparan sedangkan aku kenyang," jawab anak kecil itu.

"Lalu apa yang akan kau makan hari ini” Tanya Abdullah.
Hari ini aku akan berpuasa," jawabnya.

Budak kecil ini lebih dermawan dariku/'ujarnya.
'Abdullah membeli perkebunan kurma tersebut beserta budak kecil itu dan segala peralatannya, kemudian ia membebaskan Sang budak dan menghadiahkan kebun itu kepadanya.

Hikmah dibalik Cerita

Jika seorang yang berharta berderma itu hal yang biasa, tetapi jika seorang yang kekurangan harta berderma itu adalah sesuatu yang luar biasa. Kisah di atas mengajarkan banyak hal, di antaranya adalah sifat itsar, yaitu mengutamakan orang lain meskipun kita berada dalam kesulitan dan kesempitan. Bayangkan, seorang budak kecil rela mendermakan jatah makannya kepada seekor anjing. Dia tahu bahwa anjing itu lelah dan lapar, sebab ia berasal dari daerah yang jauh. Sikap ini timbul dari jiwa yang penuh kasih. Rasuluah saw bersabda:

"Orang-orang yang berjiwa kasih akan dikasihi oieh Allah yang Maha Pengasih. Kasihilah (sayangilah) (semua) yang di bumi, maka semua yang di larngit akan mengasihi (menyayangj) kalian," (HR Tirmidzi Abu Dawud dan Ahmad)

Anak kecil itu telah memiliki kepekaan sosial yang sangat tinggi. Karena mengasihi seekor anjing, ia pun memperoleh kasih sayang Allah. Seketika itu juga ia bebas dari perbudakan dan menjadi jutawan.

Kamis, 12 April 2012

Video Haul Habib Abdul Qadir Bilfaqih

Bismillahirrohmanirrohiim
Berikut adalah salah satu video langka Haul Habib Abdul Qodir Bil Faqih di Malang
Haul ini dihadiri anak beliau yang Mulia Habib Abdullah Bil Faqih.
Semoga kita bisa mendapat hikmah dengan melihat wajah-wajah mulia didalam video ini.
Amien


Selasa, 10 April 2012

Perumpamaan Di Dunia

Oleh Muhammad Raheem Bawa Muhaiyadeen

Tuhan berkata, “Berbagai macam hal yang Aku ciptakan di dunia adalah sebagai perumpamaan untukmu. Gunakan kebijaksanaanmu untuk belajar dari mereka, dan naiklah. Lihat bunga teratai yang Aku ciptakan ini. Ia tumbuh dari lumpur dan hidup di air, tapi ia tidak menyimpan lumpur atau air pada daunnya. Kau juga tumbuh dari benih kotor, tapi tidak seperti bunga teratai kau malah menyimpan semua benih kotor itu dalam dirimu. Karena begitu banyak lumpur di dalam dirimu, hidupmu penuh penderitaan. Tapi sejak bunga teratai tidak membawa apa-apa dari tempat ia tumbuh, hidupnya penuh dengan keindahan.

“Lihatlah pada berbagai macam bunga yang Aku ciptakan untuk lebah madu. Tahukah kau berapa banyak warna dan keharuman yang mereka miliki? Tapi dari berbagai macam bunga yang tersedia, sadari bahwa lebah hanya mengambil apa yang menjadi miliknya dan kemudian ia pergi berlalu. Dengan hal yang sama, untukmu Aku menciptakan berbagai macam hal, tiap hal dengan sifat-sifat dan esensinya masing-masing, keduanya baik dan buruk. Mengapa kau tidak mengambil apa yang menjadi bagianmu dan kemudian pergi berlalu? Lebah madu tidak berputar-putar sambil berkata, “Semua bunga ini begitu indah, aku ingin menikmati semuanya.” Lebah madu hanya mengambil apa yang menjadi miliknya. Dengan hal yang sama, adalah tugasmu untuk mengetahui apa yang menjadi milikmu, ambil bagianmu, lalu pergilah.

“Sekarang, jika kau mengaduk lima puluh botol susu, hasilnya kau hanya akan mendapatkan beberapa gram mentega. Aduklah dirimu dan lihat apa yang terjadi. Hanya sedikit bagian berharga yang tersisa. Itulah Aku, satu-satunya yang berharga. Coba kau leburkan bagian berharga itu, kau akan melihat dirimu dan Diriku. Gunakan kebijaksanaanmu dan lihatlah pada apa-apa yang telah Aku berikan kepadamu. Aduk setiap hal dan darinya ambil apa yang menjadi nilai sejatinya.

Perumpamaan yang diberikan Tuhan tidak ada batasnya. “Lihat burung kecil itu yang Aku ciptakan, ia dinamakan burung Kolibri. Ia memiliki bulu yang gelap, tapi bulunya bersinar, dan ia bergerak secepat kilat. Jasadmu juga gelap, tapi aku meletakkan cahaya terang benderang di dalam dirimu, cahaya keimanan, cahaya kebijaksanaan. Ia berada di dalam dirimu, selalu bersinar di sana.

“Pelajaran lainnya datang dari burung Kolibri. Apakah kau lihat bagaimana ia menyeimbangkan tubuhnya untuk mengambil madu, tanpa pernah menyentuh bunganya? Ia melayang-layang di atasnya, menyeimbangkan tubuhnya di udara sembari memasukkan paruhnya ke dalam bunga untuk meminum madunya. Di dalam hidupmu kau juga harus seperti burung Kolibri. Jangan sentuh dunia. Seimbangkan dirimu di atasnya, tanpa bersandar padanya, dan hanya mengambil apa yang kau butuhkan. Jika burung Kolibri kehilangan keseimbangan dan mendarat pada bunganya, tangkainya akan patah dan sarinya akan hilang. Seperti itu, jika kau kehilangan keseimbanganmu, kau akan mendarat di dunia dan terjatuh. Jadi, tetaplah dalam keadaan seimbang, dan katakan, “Tiada Tuhan selain Allah (La ilaha illallahu). Rasakan madu itu. Ia berasal dari samudera kebijaksanaan. Tatkala kau telah merasakannya, kau akan mengerti.”

Samudera kebijaksanaan begitu luas. Tuhan meletakkan bermilliar-milliar hal di samudera tersebut, sebagai perumpamaan untuk kita amati dan pelajari. “Walaupun begitu banyak kelopak yang mengelilingi bunga, tapi dari kedalaman bunganya hanya tercium satu keharuman. Dengan hal yang sama, walaupun begitu banyak hawa nafsu yang Aku letakkan pada dirimu, dan begitu banyak hal yang meliputimu, satu semerbak keharuman datang dari dalam, dari dirimu yang sejati, dan semerbak keharuman itu berhembus dari dirimu kepada segala sesuatu. Jadi seterusnya kirim keharuman itu kepada apapun yang berada di dalam dirimu. Bawalah semua hawa nafsumu ke dalam kendalimu dan transformasikan mereka. Adalah mungkin bagimu untuk melakukan hal itu. Berikan keharumanmu kepada semua yang ada pada dirimu. Semua hal ini diletakkan di samudera kebijaksanaan untuk membantumu memahami pelajaran ini.

“Lihat bagaimana buah-buahan dikelilingi oleh begitu banyak daun dan ranting. Aku menciptakan mereka seperti ini dengan sebuah alasan, untuk membelokkan tekanan dari angin kencang yang berhembus, sehingga buahnya tidak rusak. Dan sebagaimana Aku letakkan daun-daun dan ranting-ranting di sekeliling buah untuk melindunginya, Aku memberimu jasad dengan begitu banyak hawa nafsu dan keinginan, sehingga ketika masalah dan penderitaan datang menyerang, bagian yang paling berat menanggung serangan adalah hawa nafsu dan keinginan dari diri rendahmu, bukan dirimu. Mereka diserang akibat keinginan mereka sendiri. Tapi kau berbuat kesalahan dengan berpikir bahwa kaulah yang diserang dan menderita. Kau harus menyadari bahwa jasad (diri rendah) dan hawa nafsu diciptakan dengan sengaja untuk menangkis tekanan, sehingga kau tidak akan merasakannya, agar kau bisa hidup tenteram dan aman.

Perumpamaan ini dapat membantumu untuk memahami sesuatu yang penting. Tuhan telah menciptakan berbagai hal sebagai perumpamaan bagi kita untuk belajar darinya. Jika kita gagal memahaminya, itu karena kurang bijaknya diri kita.

Sumber: http://surrender2god.wordpress.com

Apa Itu Nur Muhammad?

Oleh: Prof Dr Nasaruddin Umar

Dalam ilmu tasawuf, Nur Muhammad mempunyai pembahasan mendalam. Nur Muhammad disebut juga hakikat Muhammad.

Sering dihubungkan pula dengan beberapa istilah seperti al-qalam al-a’la (pena tertinggi), al-aql al-awwal (akal utama), amr Allah (urusan Allah), al-ruh, al-malak, al-ruh al-Ilahi, dan al-ruh al-Quddus.

Tentu saja, sebutan lainnya adalah insan kamil. Secara umum istilah-istilah itu berarti makhluk Allah yang paling tinggi, mulia, paling pertama dan utama. Seluruh makhluk berasal dan melalui dirinya. Itulah sebabnya Nur Muhammad pun disebut al-haq al-makhluq bih atau al-syajarah al-baidha' karena seluruh makhluk memancar darinya.

Ia bagaikan pohon yang daripadanya muncul berbagai planet dengan segala kompleksitasnya masing-masing. Nur Muhammad tidak persis identik dengan pribadi Nabi Muhammad SAW. Nur Muhammad sesungguhnya bukanlah persona manusia yang lebih dikenal sebagai nabi dan rasul terakhir.

Namun tak bisa dipisahkan dengan Nabi Muhammad sebagai person, karena representasi Nur Muhammad dan atau insan kamil adalah pribadi Muhammad yang penuh pesona. Manusia sesungguhnya adalah representasi insan kamil. Oleh karena itu, dalam artikel terdahulu, manusia dikenal sebagai makhluk mikrokosmos.

Sebab, manusia merupakan miniatur alam makrokosmos. Posisi Muhammad sebagai nabi dan rasul dapat dikatakan sebagai miniatur makhluk mikrokosmos karena pada diri beliau merupakan tajalli Tuhan paling sempurna. Itu pula sebabnya, mengapa Nabi Muhammad mendapatkan berbagai macam keutamaan dibanding nabi-nabi sebelumnya.

Bahkan hadits-hadits Isra’ Mikraj menyebutkan, Rasulullah pernah mengimami nabi yang pernah hidup sebelumnya. Melalui Nur Muhammad, Tuhan menciptakan segala sesuatu. Dari segi ini, Al-Jilli menganggapnya qadim dan Ibnu ‘Arabi menganggapnya qadim dalam kapasitasnya sebagai ilmu Tuhan dan baharu ketika ia berwujud makhluk.

Namun perlu diingat bahwa konsep keqadiman, menurut Ibnu Arabi, ada dua macam, yaitu qadim dari segi dzat dan qadim dari segi sesuatu itu masuk ke wilayah ilmu Tuhan. Nur Muhammad, menurut Ibnu Arabi, masuk kategori qadim jenis kedua, yaitu bagian dari ilmu Tuhan (qadim al-hukmi) bukan dalam qadim al-dzati.

Dengan demikian, Nur Muhammad dapat dianggap qadim dalam perspektif qadim al-hukmi, namun juga dapat dianggap sebagai baharu dalam perspektif qadim al-dzati. Dalam satu riwayat juga pernah diungkapkan bahwa Nabi Muhammad adalah sebagai nabi pertama dan terakhir.

Ia disebut sebagai nabi pertama dalam arti bapaknya para ruh (abu al-warh al-wahidah), nabi terakhir karena memang ia sebagai khatam an-nubuwwah wa al-mursalin.

Sedangkan, Nabi Adam hanya dikenang sebagai bapak biologis (abu al-jasad). Jika dikatakan Muhammad SAW nabi pertama dan terakhir bagi Allah SWT, tidak ada masalah.

Nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang kelihatannya paradoks, seperti al-awwal wa al-akhir, al-dhahir wa al-bathin, al-jalal wa al-jamal, juga tidak ada masalah bagi-Nya, karena itu semua hanya di level puncak (al-a’yan ats-tsabitah) atau wujud potensial, tidak dalam wujud aktual (wujud al-kharij).

Dasar keberadaan Nur Muhammad dihubungkan dengan sejumlah ayat dan hadits. Di antaranya, "Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya (Nur) dari Allah dan kitab yang menerangkan." (QS. Al-Maidah 15).

Ayat lainnya, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu), bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat, dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab: 21). Ada pula hadits, "Saya adalah penghulu keturunan Adam pada hari kiamat."

Hadits riwayat Bukhari menjadi dasar lainnya, yaitu "Aku telah menjadi nabi, sementara Adam masih berada di antara air dan tanah berlumpur." Ada lagi suatu riwayat panjang yang banyak ditemukan dalam literatur tasawuf dan literatur-literatur Syiah adalah pertanyaan Sayyidina Ali RA kepada Rasulullah.

"Wahai Rasulullah, mohon dijelaskan apa yang diciptakan Allah sebelum semua makhluk diciptakan?"

Rasul menjawab, "Sebelum Allah menciptakan yang lain, terlebih dahulu Ia menciptakan nur nabimu (Nur Muhammad). Waktu itu belum ada lauh al-mahfuz, pena (qalam), neraka, malaikat, langit, bumi, matahari, bulan, bintang, jin, dan manusia.

Kemudian dengan iradat-Nya, Dia menghendaki adanya ciptaan. Ia membagi Nur itu menjadi empat bagian. Dari bagian pertama, Ia menciptakan qalam, lauh al-mahfuz, dan Arasy. Ketika Ia menciptakan lauh al-mahfuz dan qalam, pada qalam itu terdapat seratus simpul.

Jarak antar simpul sejauh dua tahun perjalanan. Lalu, Allah memerintahkan qalam menulis dan qalam bertanya, 'Ya Allah, apa yang harus saya tulis?' Allah menjawab, 'Tulis La Ilaha illa Allah, Muhammadan Rasul Allah.' Qalam menjawab, 'Alangkah agung dan indahnya nama itu, ia disebut bersama asma-Mu Yang Maha Suci.'

Allah kemudian berkata agar qalam menjaga perilakunya. Menurut Allah, nama tersebut adalah nama kekasih-Nya. Dari nur-Nya, Allah menciptakan Arasy, qalam, dan lauh al-mahfuz. Jika bukan karena dia, ujar Allah, dirinya tak akan menciptakan apa pun. Saat Allah menyatakan hal itu, qalam terbelah dua karena takutnya kepada Allah."


"Sampai hari ini, ujung qalam itu tetap terbelah dua dan tersumbat sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia Ilahi."

"Oleh karena itu, jangan ada seorang pun gagal dalam memuliakan dan menghormati nabinya atau menjadi lalai dalam meneladaninya. Selanjutnya, Allah memerintahkan qalam untuk menulis."

"Qalam bertanya, Apa yang harus saya tulis, ya Allah? Dijawab oleh Allah, Tulislah semua yang akan terjadi sampai hari pengadilan. Qalam pun kembali bertanya tentang apa yang harus ia mulia tuliskan. Allah menegaskan, agar qalam memulai dengan kata-kata, Bismillah Ar-Rahman Ar-Rahim."

"Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian qalam bersiap menulis kata-kata itu pada Lauh Al-Mahfudz dan menyelesaikan tulisan itu dalam kurun waktu 700 tahun. Saat qalam telah menulis kata itu, Allah menyatakan bahwa qalam telah menghabiskan 700 tahun menulis tiga nama-Nya."

Ketiga nama itu adalah nama keagungan-Nya, kasih sayang-Nya, dan empati-Nya. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini dibuat sebagai hadiah bagi umat kekasih-Nya, yaitu Muhammad. Di samping ayat dan hadis tersebut di atas juga masih ada nasihat atau perkataan yang menarik untuk dikaji bersama.

Antara lain, ungkapan yang disampaikan Al-Khallaj sebagai berikut, "Maha Suci (dzat) yang nasut-Nya telah melahirkan rahasia cahaya lahut-Nya yang cemerlang; kemudian ia kelihatan bagi makhluk-Nya secara nyata dan dalam bentuk (manusia) yang makan dan minum."

Mungkin inilah sebabnya mengapa Nabi Muhammad memiliki berbagai keutamaan, seperti satu-satunya yang bisa mengakses langsung Sidrah Al-Muntaha, maqam paling puncak, diberi Lailah Al-Qadr, diberi hak memberi syafaat di hari kiamat, umatnya paling pertama dihisab, paling pertama masuk surga, dan paling berhasil misinya.

Dalam kitab Fushush Al-Hikam karya Ibnu Arabi, dibahas lebih mendalam hakikat Nur Muhammad (Haqiqah Al-Muhammadiyyah). Yang menarik di dalam pembahasan itu, kita semua umat manusia mempunyai unsur-unsur kemuhammadan (Muhammadiyyah) seperti halnya di dalam diri manusia terdapat unsur-unsur keadaman (Adamiyyah).

Muhammadiyyah, Adamiyyah, dan sejumlah manusia suci lainnya, ternyata bermakna fisik dan simbolis, atau makna esoteris di samping eksoteris. Uraian tentang Nabi Muhammad, kemuhammadan, dan Nur Muhammad serta relasinya dengan kita sebagai sebagai makhluk mikrokosmos sangat menarik disimak.

Terlepas apakah nanti setuju atau tidak setuju keseluruhannya, itu wilayah otonomi intelektualitas kita masing-masing. Wallahua’lam.

Sumber : Republika

Habib Syech - Jepara Bersholawat bersama Syeikh Hisyam Al Kabbani

Selasa, 03 April 2012

Imam Syafi'i : Jadilah Faqih dan Sufi

Oleh Bahrus Shofa

Sultan al-Malik al-Kamil Muhammad bin al-Malik al-`Adil Abu Bakar bin Ayyub daripada Dinasti Ayyubi yang memerintah Mesir satu ketika dahulu telah membangun sebuah kubah indah menaungi makam Sulthanul A-immah Muhammad bin Idris asy-Syafie radhiyaAllahu `anhu.

Atas kubah tersebut dibangun suatu lambang berbentuk kapal atau bahtera dan bulan sebagai isyarat bahawa di bawah kubah tersebut bersemadinya "Bahrul `Ulum" [Lautan Ilmu Pengetahuan], Sulthanul A-immah, Imam al-Muthallibi, Muhammad bin Idris asy-Syafie radhiyaAllahu `anhu. Keluasan ilmu dan wawasan Imam asy-Syafie diibaratkan seperti lautan yang tidak bertepi. Sebahagian ulama tatkala menziarahi makam Imam besar ini telah mendendangkan syair yang berbunyi:-

Telah kudatangi kuburnya asy-Syafi`i untuk kuziarahi
Kudapati bahtera padanya tanpa samudera di sisi
Maka kukatakan: Maha Tinggi Allah, inilah isyarat menunjuki
Bahawasanya samudera telah ditelan oleh kuburnya Syafi`i


Imam besar ini telah menghabiskan umur beliau di dunia dengan sebaik-baiknya, penuh kesalihan dan manfaat bagi sekalian umat Junjungan Nabi shallaAllahu `alaihi wa sallam. Umur beliau yang berkat itu juga ditutup dengan khatimah yang baik, hari Jumaat akhir bulan haram, Rajab. Diceritakan bahawa Imam az-Za'faarani radhiyaAllahu `anhu memberitakan yang beliau mendengar Imam Ahmad radhiyaAllahu `anhu berkata:

"Aku telah bermimpi seakan-akan Junjungan Nabi shallaAllahu `alaihi wa sallam wafat dan banyak orang melayat jenazah Rasulullah. Maka tatkala pagi harinya, kami dapati bahawa Imam asy-Syafie yang telah wafat pada hari tersebut."

Imam asy-Syafie radhiyaAllahu `anhu adalah seorang imam dalam berbagai lapangan ilmu - ilmu Islam dan beliau juga adalah seorang yang berjalan atas landasan tasawwuf dalam kehidupan sehariannya. Bahkan, beliau berpesan agar seseorang itu menjadikan dirinya orang yang faqih lagi sufi dan bukan hanya faqih dan hanya sufi semata-mata.

Ini adalah karana faqih yang tidak berjalan atas landasan tasawwuf, maka hatinya akan menjadi keras akibat penyakit-penyakit hati yang bersarang dalamnya, manakala sufi yang tidak mempedulikan ilmu fiqh, akan menjadi seorang yang jahil akan hukum-hukum dan ketentuan agamanya. Perkara ini dinyatakan oleh Imam asy-Syafi`i, antaranya, dalam bait-bait syair yang beliau gubah. Bait-bait ini termaktub dalam diwannya yang masyhur. Namun perlu diberi perhatian bahwa dalam sesetengah cetakan "Diwan al-Imam asy-Syafi`i" dan yang dalam bentuk e-book, bait-bait ini telah digugurkan oleh mereka-mereka yang anti kepada sufi dan tasawwuf sebagaimana yang telah mereka lakukan dalam karangan panutan mereka sendiri, Ibnu Taimiyyah, dalam himpunan fatwanya. Berbalik kepada "Diwan al-Imam asy-Syafi`i" maka pada halaman 47, Imam asy-Syafi`i radhiyaAllahu `anhu bersyair dengan katanya:-



Faqih lagi sufi, Engkau jadikan dirimu
Kedua-duanya sekali, Jangan hanya salah satu
Demi Allah, Sungguh - sungguh aku menasihatimu
Faqih semata tiada merasa takwa, kerna hatinya membatu
Manakala semata sufi itu jahil, Kurang faham, tiada ilmu
Justru bagaimana si jahil, menjadi baik sholih lagi bermutu ?


Oleh itu, janganlah meremeh-remehkan ilmu fiqh dengan mengganggapnya tidak penting karana itu adalah kulit saja. Berusaha menjadikan diri kita orang yang faqih dan sufi sebagaimana nasihat dan pesanan Imam kita asy-Syafi`i tersebut. Insya-Allah, kita memperolehi keselamatan dan laba di akhirat nanti.

Jangan jadi sesetengah manusia zaman ini,
Dengan thoriqat dia menisbah diri
Saban hari berkhayal dirinya wali
Namun lalai syariat Ilahi
Majlis ilmu ia jauhi
Para ulama tiada ia hampiri
Rasa dirinya sudah mencukupi
Lagi pula guru thoriqatnya wali
Kalau pun sungguh bagai yang dirasai
Maka yang wali itu si gurunya tadi
Sang Guru wali
Ilmunya penuh amalnya selari
Memadaikah bagi si murid hanya dengan bangga diri

Sumber: Bahrus Shofa

Diwan Imam Syafi'i

فقيها و صوفيا فكن ليس واحدا * فإني و حـــق الله إيـــاك أنــــصح

فذالك قاس لم يـــذق قـلــبه تقى * وهذا جهول كيف ذوالجهل يصلح

Berusahalah engkau menjadi seorang yang mempelajari ilmu fiqih dan juga menjalani tasawuf, dan janganlah kau hanya mengambil salah satunya.Sesungguhnya demi Allah saya benar-benar ingin memberikan nasehat padamu.Orang yang hanya mempelajari ilmu fiqih tapi tidak mahu menjalani tasawuf, maka hatinya tidak dapat merasakan kelazatan takwa.Sedangkan orang yang hanya menjalani tasawuf tapi tidak mahu mempelajari ilmu fiqih, maka bagaimana bisa dia menjadi baik?
[Diwan Al-Imam Asy-Syafi'i - Beirut, page. 42]


ini adalah salah satu contoh diwan dari Imam syafi'i yang bermakna sangat dalam. banyak dari kita yang tidak mengetahui mutiara kata dari imam besar ini. Beliau lebih terkenal sebagai Imam Mazhab dan ahli fiqih, tapi sesungguhnya beliau juga adalah seorang sufi dan ahli tasawuf, akan tetapi tidak banyak yang menggambarkan sosok sufinya.
berikut adalah mutiara kata dari Imam Syafi'i, semoga kita bisa mendapatkan pencerahan dan hikmah dari kata-kata beliau.. Amien


1) MENERIMA TAKDIR ALLAH
l. Biarlah hari-hari itu berlalu Kerjakan yang engkau sukai Apabila takdir sudah menentukan Maka berlapang dadalahkau
2. Janganlah engkau gelisah Terhadap musibah-musibah malam hari Karena tiada satu pun musibah itu Yang kekalabadi
3. Kuatkanlah dirimu Menghadapi cobaan-cobaan hidup Surah hati dan setia Hendaklah menjadi pekertimu
4. Meski bagai buih lautanKeaibanmu di kalangan orang lainNamun rahasia pribadimuHendaklah selalu tersimpan
5. Tutuplah rahasiamuDengan kemurahan hatiKarena konon semua keaiban Dapat ditutup dengan kemurahan hati
6. Jangan engkau tampakkan kelemahan pada lawanmuKarena kuatnya mental lawan Merupakan bahaya bagimu
7. Jangan engkau harapkan Kemurahan orang yang kikir Sebab orang yang sedang kehausan Tak akan mendapatkan airdalam api
8. Sebuah keterlambatan Tak akan mengurangi rizkimu Dan rizkimu pun tak akan bertambah Dengan kepayahanbadanmu
9. Tiada kesusahan yang kekal Tiada kegembiraan yang abadi Tiada kefakiran yang lama Tiada kemakmuran yanglestari
10. Apabila sikap hatimu Selalu rela dengan apa yang ada Maka tak ada perbedaan bagimu Antara dirimu sendiri danpara hartawan
11. Apabila ajal datang padamu Maka tak sejengkal bumi Tidak pula sebidang langit Yang dapat melindungimu
12. Bumi Allah amatlah luas Namun suatu saat Apabila takdir sudah datang Angkasapun menjadi sempit
13. Biarlah hari-hari itu Tidak setia setiap saat Sebab obat apa pun juga Tak akan menangkal ajal

2)NILAI DOA
l4. Apakah engkau meremehkan Suatu doa kepada Allah Apakah engkau tahuYang dihasilkan oleh doa15. Ibarat panah di malam hariIa tidak akan meleset Namun ia punya batasDan setiap batas ada saatnya selesai

(3)PEDIHNYA UJIAN HIDUP
16. Banyak orang berbicara tentang hal ihwal wanitaKonon mcncintui wanita adalah ujian hidup yang pedih
17. Mencintai wanita Bukanlah cobaan hidup yang pedih Tetapi dekatnya orang yang tidak disukai Itulah cobaan hidupyang pedih


(4) SASTERAWAN
18 Aku terlambat Diantara orang-orang yang dungu yang tidak tahu hak-hak sastrawan sampai kepala ditukarnyadengan ekor
19. Manusia dapat disatukanNamun akalnya tetap berbedaBaik dalam masalah sastera Maupun dalam masalah hitungan
20. Tak ubahnya emas Ibriz Semuanya berwarna kuning Namun tidak semua emas Punya nilai yang sama
21. Dan kayu-kayu cendana Bila tidak semerbak baunya Tak dapat dibedakan orang Mana yang cendana mana yangkayu bakar

(5) NASIB UNTUNG
22. Singa yang buas Mati kelaparan di hutan Dan daging-daging domba dimakan anjing
23. Hamba sahaya yang hina Terkadang tidur di atas sutera Sedang bangsawan mulya Tidur di atas debu

(6) GEJALA UBANAN DAN AMAL SALIH
24. Padamlah semangat dirikuKarena rambutmu sudah berubanMalam-malamku pun menlaJi gelap Mestupun hmtang-hintang bercahaya
25. Burung hantu yang manaBersarang di atas kepalakuYang memakasaku hegituWaktu gagak hitamku terbang
26. Engkau datang kepadaku Saat umurku sudah menua Karena tempat bernaungmu Hanyalah rumah-rumah tua
27. Apakah sejahtera hidupku Setelah rambut cambangkuDiliputi uban-uban putih Dan semir menghitam tidak berguna lagi
28. Bila kulit orang sudah menguning Dan rambut rambutnya sudah memutih.Hari-hari yang indah Kian keruh pula jadinya
29. Tinggalkanlah olehmu Perbuatan-perbuatan yang buruk Karena manusia yang hertakwa Tidak holehmengerjakannya
30. Tunaikanlah zakat kedudukanmu karena zakat ini tak ubahnya seperti zakat harta Apabila sudah cukup nisahnya
3l. Berhuat baiklah kepada orang merdeka Maka engkau dapat menguasainya karena sehaik-haiknya dagangan orangmulya Adalah pekerjaannya
32. Jangan hejalan di atas humi Dengan sombong dan congkak Karenaa tiada lama lagi engkau masuk ke bumi juga
33. Siapa yang ingin mencicipi dunia Akulah rasa dunia itu Pahit rerta getirnya Telah herkumpul dalam diriku
34. Dunia yang kulihat Adalah tipu daya dan kebatilan Tak ubahnya sebuah fatamorgana yang tampak di tengah sahara
35. Dunia hanyalah bangkai yang berbau Yang dimakan anjing -anjing Anjing-anjing itu hanya ingin Menarik-narik dan merobeknya
36. Apabila engkau menghindarinya Maka dirimu akan selamat Apabila engkau ikut menariknya berarti engkauberebutan dengan anjing
37. Beruntungnlah orang-orang Yang rumahnya terang menyala Dan tertutup pintu-pintunya Dan raput pulakelambunya.


(7) MURAH HATI DAN BUDI BAIK
38. Apabila orang hina mencaciku Derajatku justru meningkat Dan segala keaiban yang kuterima Aku pula pangkalsebabnya
39. Seandainya jiwaku Tidak lebih mulya dari diriku Niscaya aku sudah menguasainya Dari orang hina yangmelawannya
40. Andaikan aku berusahi Untuk kepentinganku puia Engkau akan melihatku Pelan-pelan terhadap yang kucari
41. Namun aku berusaha Vntuk kepentingan kawanku Sebab aib rasanya seorang kenyang perutnya Sedang kawannyadalam kehparan
42. Orang yang bodoh pun memberitalui Dengan segala cara yang buruk
43 Ia semakin dunguSedang aku semakin bijaksanaIbarat kayu cendanaSemakin terbakar semakin harum baunya45.Apabila engkaumelayaninyaEngkau telah menyenangkannyaApabila engkau membiarkanIa akan mati busuk

Untuk edisi lengkap silahkan melihat di link berikut:
http://www.scribd.com/doc/8743839/Diwan-Imam-Syafii-INDONESIA